- PT KAI mencatat kerugian lebih dari Rp1 triliun dari proyek Kereta Cepat Whoosh
- Proyek Whoosh diprediksi baru akan balik modal setelah 30-40 tahun
- Eks Menteri Perhubungan, Ignasius Jonan, pernah menolak proyek in
Suara.com - Kereta Cepat Whoosh diisukan merugi meskipun pemerintah mewacanakan perpanjangan rute dari Bandung, Jawa Barat menuju Surabaya, Jawa Timur.
Lantas, benarkah Whoosh merugi? Berapa kerugainnya? Berikut adalah fakta-fakta beban keuangan akibat Kereta Cepat Whoosh.
1. Kerugian Capai Rp1 Triliun
PT KAI tercatat menelan kerugian lebih dari Rp1 triliun atas proyek Kereta Cepat Whoosh. Kerugian ini tercatat dalam laporan keuangan konsolidasi per Juni 2025.
PT KAI diketahui memegang saham mayoritas PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI), konsorsium pengelola Whoosh bersama sejumlah BUMN.
Dengan 58,53 persen saham KAI di PSBI, perusahaan ini ditaksir mengalami kerugian hingga Rp951 miliar selama paruh pertama 2025. Jika ditotal dengan kerugian di tahun-tahun sebelumnya, jumlahnya lebih dari Rp1 triliun.
2. Penyebab Kerugian
Kerugian sebenarnya telah dialami konsorsium sejak kereta cepat pertama kali beroperasi pada Oktober 2023.
Penyebabnya, pendapatan yang diperoleh belum sebanding dengan beban operasional dan tingginya biaya investasi.
Baca Juga: Gusti Bhre Dicopot dari Komisaris PT KAI, Bersih-bersih Orang Dekat Gibran Dimulai?
3. Balik Modal Setelah 40 Tahun
Saat pembangunan berjalan, Kementerian BUMN telah memprediksi bahwa proyek kereta cepat tak bisa balik modal secara cepat. Butuh rentang 30 – 40 tahun untuk sekadar hanya untuk balik modal.
Alasannya, proyek strategis nasional (PSN) kebanggaan mantan Presiden Joko Widodo tersebut menelan modal dan utang yang sangat besar.
4. Total Biaya Kereta Pembangunan Cepat
Dari pernyataan operator Kereta Whoosh, proyek ini menelan biaya super jumbo. total biaya pembangunan proyek kereta cepat pertama di Asia Tenggara itu menelan USD7,2 miliar atau setara lebih dari Rp112 triliun.
Sebanyak USD1,2 miliar di antaranya merupakan pembengkakan biaya (cost overrun) kereta cepat relasi Jakarta-Bandung. Sementara bunganya 3,5 hingga 4 persen.
Berita Terkait
-
Kunto Aji Sebut Kerugian Whoosh Kanker dalam Badan, PT KAI Menanggung Beban Berat
-
Curhat Whoosh Jadi Bom Waktu di DPR, Dirut KAI Langsung Ditemui Bos Danantara
-
Nasim Khan DPR Usulkan Gerbong Kereta untuk Perokok, Ternyata KAI Sudah Sediakan Spot
-
Kereta Cepat Whoosh Kembali Jalan Normal Setelah Gempa Bekasi, Aman Nggak?
-
Gempa Bekasi, 8 Perjalanan Kereta Cepat Whoosh Dibatalkan
Terpopuler
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- 6 HP Snapdragon Paling Murah RAM 8 GB untuk Investasi Gadget Jangka Panjang
- HP Xiaomi yang Bagus Tipe Apa? Ini 7 Rekomendasinya di 2026
- Sabun Cuci Muka Apa yang Bagus untuk Atasi Kulit Kusam? Ini 5 Pilihan agar Wajah Cerah
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Kementerian ESDM Lelet Urus RKAB, Perhapi: Banyak Perusahaan Tambang Tak Berfungsi
-
Iran: Tak Ada Keistimewaan, Kapal Pertamina Bisa Bebas Jika Indonesia Negosiasi dengan IRGC
-
Iran Mau Buka Selat Hormuz, AS Sepakat Cairkan Dana Iran yang Dibekukan Qatar
-
Ekspor IKM Surabaya Tembus 2,73 Juta Dolar AS, SIL Festival 2026 Serap Ribuan Tenaga Kerja Lokal
-
Peran Influencer dalam Edukasi Aset Ekonomi Digital, Indodax Soroti Regulasi
-
Mengapa WFH di Jumat Akan Kurang Efektif Tekan Konsumsi BBM?
-
Apindo dan KSPSI Bahas RUU Ketenagakerjaan Bersama-sama
-
Negosiasi AS - Iran Hari Ini Tentukan Harga Minyak Dunia, Bisa Tembus 100 Dolar per Barel
-
Pasokan Gas Jawa TimurJateng Stabil, BPH Migas Pastikan Energi Industri Aman dan Optimal
-
Isu Penggeledahan Kejati, Menteri Dody Tegaskan Transparansi APBN di Kementerian PU