Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ikut berduka pada Jumat (29/8/2025), pasalnya pada sesi I indeks 'terjun bebas' dan anjlok drastis hingga 2,27 persen, atau kehilangan 180,80 poin.
Mengutip data pasar, indeks kini berada di level 7.771 jauh di bawah ekspektasi pasar.
Penurunan ini tergolong signifikan, bahkan membuat IHSG menyentuh level terendah harian di 7.767. Sejak pembukaan di level 7.899,89, sentimen negatif terus mendominasi pasar, menekan pergerakan indeks sepanjang hari.
Performa buruk ini menjadi sinyal merah bagi para investor. Angka ini juga menunjukkan pergerakan yang kontras dengan level tertinggi 52 minggu IHSG yang sempat mencapai 8.022,76, serta level terendah di 5.882,60. Penurunan tajam ini diperkirakan dipicu oleh berbagai sentimen negatif.
"Pelemahan IHSG kali ini mencerminkan rapuhnya psikologis pelaku pasar terhadap isu politik dan keamanan domestik," kata Founder Stocknow Hendra Wardana dalam risetnya.
Menurut dia aksi massa yang merebak di Jakarta dan sejumlah daerah usai insiden tewasnya pengemudi ojek online di Pejompongan menjadi pemicu utama investor menahan diri.
Sehingga investor global memantau erat perkembangan situasi, yang akhirnya memperburuk aksi jual di bursa.
“Persepsi pasar terhadap stabilitas sering kali lebih kuat daripada fakta di lapangan, dan itu yang menekan IHSG,” jelas Hendra.
Pada pembukaan pasar tadi pagi, IHSG bergerak di posisi 7.858 atau turun 93,46 poin (1,18 persen) dibanding penutupan sebelumnya pada level 7.952.. Sebanyak 80 saham melaju di zona hijau dan 402 saham di zona merah. Sedangkan 153 saham lainnya stagnan. Adapun nilai transaksi hingga saat ini mencapai Rp 1,22 triliun dengan volume 3,20 miliar saham.
Baca Juga: Solidaritas Jaket Ijo, Lautan Ojol Iringi Jenazah Affan Kurniawan yang Tewas Dilindas Rantis Brimob
“IHSG berpotensi bergerak melemah hari ini,” tuli Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman dalam risetnya.
Namun dia justru mengerek daya jelajah IHSG ke level 8.000-8.050 dengan batas bawah di level 7.830-7.900.
Sementara itu, indeks di Wall Street ditutup dalam posisi naik pada penutupan bursa tanggal 28 Agustus 2025. S&P 500 menguat 0,32 persen, Nasdaq Composite naik 0,53 persen dan Dow Jones Industrial Average menguat 0,16 persen.
Sedangkan bursa utama Asia lebih banyak mengguat. Indeks Nikkei 225 Jepang menguat 0,73 persen, Topix naik 0,65 persen, Hang Seng melemah 0,81 persen, indeks Kospi Korea Selatan naik 0,29 persen, dan ASX 200 Australia menguat 0,22 persen.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- HP yang Awet Merek Apa? Ini 6 Rekomendasi Terbaik dengan Performa Kencang
Pilihan
-
Serangan Kilat AS-Israel di Hari Pertama Gagal Total! 200 Tentara Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
-
Jenderal Iran: Trump Harus Tahu, Hari Ini Kami Baru Tembakkan Rudal Stok Lama
-
Israel Klaim Menhan Iran dan Komandan Garda Revolusi Tewas, Nasib Khamenei Masih Misterius
-
Menlu Iran: Demi Allah! Kami Akan Balas Kematian 51 Siswi SD yang Dibantai Israel - AS
Terkini
-
Garda Revolusi Iran Disebut Tutup Selat Hormuz, Mengapa Dunia Harus Panik?
-
Target Pasar Global, Pertamina Bangun Ekosistem SAF Terverifikasi Internasional
-
Industri Kripto di Dalam Negeri Tumbuh Lebih Sehat Usai Bursa CFX Pangkas Biaya Transaksi
-
HPE Maret 2026: Harga Konsentrat Tembaga Turun, Emas Justru Menanjak
-
Alasan Dibalik Dibalik Rencana Stop Ekspor Timah
-
Harga Genteng Rp4.300 Per Unit, Transaksi Awal Program Gentengisasi di Jabar Capai Rp12,6 Miliar
-
BRI Bantu Biayai Program Gentengisasi lewat KUR Perumahan
-
Manggis Subang Tembus China, LPDB Koperasi Siap Perkuat Pembiayaan Hingga Rp20 Miliar
-
Indonesia Emas 2045 Butuh Koperasi Modern dan Generasi Produktif
-
Satu Rumah Dihuni 10 Orang, Pemerintah Bedah 82 Hunian di Menteng Tenggulun