- Kemenko Perekonomian menyebut situasi yang kondusif dan damai menjadi kunci utama
- Aspirasi masyarakat sudah dicatat dan akan ditindaklanjuti oleh pemerintah.
- Fundamental ekonomi Indonesia, menurutnya, masih sangat kuat.
Suara.com - Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menegaskan bahwa situasi yang kondusif dan damai menjadi kunci utama agar gejolak sosial ini tidak mengganggu stabilitas ekonomi dan kepercayaan investor.
Hal itu dikatakan Sekretaris Kemenko Perekonomian, Susiwijono Moegiarso merespons rentetan demo yang terjadi di Jakarta sepanjang pekan ini.
Susi panggilan akrabnya berharap rangkaian demo yang terjadi dapat segera berakhir. Ia menyebut, aspirasi masyarakat sudah dicatat dan akan ditindaklanjuti oleh pemerintah. Pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang meminta masyarakat tetap tenang menjadi landasan bagi pemerintah untuk memastikan situasi terkendali.
Aksi massa yang belakangan terjadi sempat membuat pasar keuangan merespons negatif. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar rupiah terpantau melemah. Susiwijono mengakui pergerakan ini wajar, namun ia menilai itu hanya respons jangka pendek. Fundamental ekonomi Indonesia, menurutnya, masih sangat kuat.
"Kita berharap kondisi bisa segera membaik agar stimulus ekonomi yang sudah digelontorkan dapat memberi dampak positif terhadap pertumbuhan kuartal III-2025. Target kita kuartal ini harus lebih tinggi, waktunya tinggal sebulan lagi," jelas Susiwijono.
Pemerintah berjanji akan terus memastikan berbagai program ekonomi berjalan sesuai rencana, terlepas dari gejolak yang terjadi di lapangan. Stimulus fiskal, belanja negara, hingga program prioritas akan tetap digulirkan agar target pertumbuhan ekonomi kuartal III-2025 tercapai.
Susiwijono menegaskan, pemerintah tidak ingin gejolak sosial ini berlarut-larut hingga mengganggu roda perekonomian nasional yang sudah mulai membaik. Stabilitas politik dan keamanan menjadi modal utama agar program-program ekonomi dapat berjalan efektif, dan pada akhirnya, mendatangkan manfaat bagi seluruh masyarakat.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
Terkini
-
Dolar 'Cekik' UMKM: Harga Kedelai Tembus Rp545 Ribu, Perajin Tahu Tempe Terpaksa 'Sunat' Ukuran
-
Putra SBY Jadi Bos Komite Kereta Cepat, Purbaya, Rosan hingga Nusron Wahid Jadi Anak Buah
-
Influencer hingga Selebgram Tak Bisa Lagi Nikmati Pajak UMKM 0,5%
-
Aturan Pajak Purbaya Makin Ketat, PP Baru Siap Kuras Kantong UMKM Beromzet Miliaran
-
Tok! Pemerintah Coret Influencer dan Selebgram dari Daftar PPh Final UMKM 0,5 Persen
-
Rupiah Terus Terpuruk, Djarot PDIP: Rakyat Desa Tak Pakai Dolar tapi Harga Sembako Melambung Tinggi!
-
BTN Kucurkan Kredit Rp1,5 Triliun ke Pindad, Sokong Produksi Maung MV3 Hingga Amunisi
-
Rupiah Sekarat Menuju Rp18.000: Kebijakan BI Dinilai Terlambat Jinakkan Bom Waktu Fiskal dan Global
-
Sindir Jakarta Sibuk Urus IHSG, Andi Widjajanto: Di Jogja Kami Mikir Republik!
-
Harga Kakao Melonjak Tajam Efek Selat Hormuz Ditutup, Kemendag Rilis Patokan Baru