- Pengawalan di rumah Menkeu seharusya setara dengan Wapres.
- Serangan ke rumah Sri Mulyani dikhawatirkan dinilai oleh dunia luar sebagai ketidakmampuan pemerintah menjaga stabilitas ekonomi.
- Sri Mulyani: kepastian hukum sudah lenyap.
Suara.com - Direktur Eksekutif Center of Economics and Law Studies (CELIOS) Bhima Yudhistira mengatakan pengawalan atas rumah Menteri Keuangan seharusnya setara dengan RI-2 atau wakil presiden.
Bhima menggarisbawahi posisi menteri keuangan memegang kunci anggaran negara. Jalan atau tidaknya program pemerintah hingga kepercayaan investor sebagian besar ditopang oleh kredibilitas menteri keuangan.
“Kita semua mengutuk kejadian penjarahan. Dari dulu saya konsisten kritis terhadap menteri keuangan, salah satunya karena menkeu ini kami anggap sebagai RI-2,” kata Bhima dalam taklimat media di Jakarta, Kamis (4/9/2025).
Maka dari itu, ia menilai seharusnya Presiden Prabowo Subianto memberikan perlindungan yang lebih ketat terhadap Sri Mulyani yang menduduki posisi menteri keuangan.
Dia khawatir penjarahan bisa mempengaruhi pandangan dunia internasional terhadap stabilitas ekonomi-politik di Indonesia.
Selain meningkatkan perlindungan menkeu, Bhima berharap pemerintah juga bisa segera memenuhi tuntutan publik agar masalah bisa cepat terselesaikan. Hal ini salah satunya bertujuan untuk menjaga pandangan dunia terhadap Indonesia.
Sri Mulyani: Kepastian Hukum Sudah Hilang
Sri Mulyani sendiri tak bisa menahan kekecewaanya akibat serangan yang diduga terencana dan terkoordinasi di rumahnya pada 31 Agustus dini hari.
Ia mengatakan serangan dan penjarahan, yang turut menghilangkan sebuah lukisan karyanya sendiri, menunjukkan bahwa hukum dan kepastian hukum sudah hilang dari Indonesia.
Baca Juga: CEK FAKTA: Sri Mulyani Mundur dari Kabinet
"Lukisan Bunga itu telah raib lenyap seperti lenyapnya rasa aman, rasa kepastian hukum dan rasa perikemanusiaan yang adil dan beradab di bumi Indonesia," tulis Sri Mulyani di Facebook pada awal pekan ini.
"Hilang hukum, hilang akal sehat dan hilang peradaban dan kepantasan, runtuh rasa perikemanusiaan. Tak peduli rasa luka yang tergores dan harga diri yang dikoyak yang ditinggalkan. Absurd," tulis Sri Mulyani lebih lanjut.
Meski demikian Sri Mulyani mengakui bahwa kehilangan yang dia rasakan tak sebanding dengan kematian para demonstran dan warga sipil yang terjebak dalam kerusuhan, yang oleh banyak pihak diduga kuat dilakukan secara terkoordinasi.
Minggu kelabu akhir Agustus itu, ada korban yang jauh lebih berharga dibanding sekedar lukisan saya, yaitu korban jiwa manusia yang melayang yang tak akan tergantikan," lanjut Sri Mulyani.
"Affan Kurniawan, Muhammad Akbar Basri, Sarinawati, Syaiful Akbar, Rheza Sendy Pratama, Rusdamdiansyah, Sumari. Menimbulkan duka pedih yang mendalam bagi keluarga. Tragedi kelam Indonesia," imbuh dia, sembari menyebut pengemudi ojol yang tewas dilindas rantis Brimob dan mereka yang tewas dalam pembakaran Gedung DPRD Sulawesi Selatan di Makassar.
Menutup tulisannya, Sri Mulyani mengajak sesama masyarakat untuk tidak lelah mencintai Indonesia. Ia juga menegaskan bahwa dalam kerusuhan tidak ada pemenang.
Berita Terkait
-
Sri Mulyani Beberkan Arahan Presiden Prabowo Usai Rentetan Aksi Massa
-
Sri Mulyani Curhat Hilang Rasa Aman karena Rumah Dijarah, Teuku Zacky: Rakyat Sudah Lama Mengalami
-
Terungkap! Makna Mendalam Lukisan yang Dicuri dari Rumah Sri Mulyani saat Penjarahan
-
Sri Mulyani Curhat, Harga Emas Cetak Rekor: Terpopuler Bisnis Hari Ini
-
Menkeu Sri Mulyani: Kepastian Hukum Sudah Lenyap di Indonesia
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Media Italia Bongkar Ada Kontrak Lebih dari Rp25 T di Balik Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Sidang Korupsi Perkimtan Palembang Ungkap Rp440 Juta Masuk ke Eks Kadis, Lalu Mengalir ke Mana?
-
Cak Imin Minta Prabowo Revisi 108 Undang-Undang demi Kedaulatan Ekonomi
-
PKB Gaungkan Prabowonomics di Harlah ke-28, Cak Imin: Ini Bukan Akal-akalan
-
11 Warna Bedak yang Cocok untuk Kulit Hitam Manis, Dijamin Nampak Menyatu dan Flawless!
-
Cak Imin: Indonesia Kehilangan Arah Ekonomi Selama 25 Tahun
-
Peneliti Politik Hukum Beberkan Dugaan Anatomi Korupsi Eks Jampidsus
-
Di Hadapan Prabowo, Ijtima Ulama Sampaikan 3 Rekomendasi Strategis untuk Bangsa
-
Di Depan Prabowo, PKB Ngaku Siap Jadi Bagian Utama Wujudkan Anggaran Pro Rakyat
-
Kapolri Bertemu Direktur FBI, Sepakati Penguatan Investigasi dan Pertukaran Intelijen
-
Canda Cak Imin ke PKS: Tak Apa Kalah Main Mini Soccer, Asal Jangan Jumlah Kursi