- Pencopotan ini menjadi sorotan media asing, The Straits Times.
- Pencopotan ini sebagai respons atas gelombang protes dan penjarahan.
- Sasaran amarah publik setelah kediamannya di Bintaro diserbu dan dijarah massa pada 31 Agustus 2025.
Suara.com - Presiden Prabowo Subianto secara mengejutkan menunjuk ekonom senior Purbaya Yudhi Sadewa sebagai menteri keuangan yang baru, menggantikan Sri Mulyani Indrawati, Senin (8/9/2025).
Pencopotan ini menjadi sorotan media asing, The Straits Times, yang menyebutnya sebagai respons atas gelombang protes dan penjarahan yang menargetkan rumah para menteri.
Laman itu mengatakan Sri Mulyani, salah satu teknokrat paling terkemuka di Indonesia yang telah menjabat lebih dari satu dekade, menjadi sasaran amarah publik setelah kediamannya di Bintaro diserbu dan dijarah massa pada 31 Agustus 2025.
Peristiwa itu dipicu oleh paket tunjangan baru untuk anggota parlemen yang memicu kemarahan, yang kemudian meluas menjadi protes terhadap elite politik.
"Berdasarkan berbagai perkembangan, masukan, dan evaluasi berkelanjutan yang dilakukan oleh Bapak Presiden, sore ini, beliau memutuskan untuk melakukan perubahan pada susunan Kabinet Merah Putih di beberapa posisi menteri," kata Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi kepada wartawan, Senin (8/9/2025).
Sosok pengganti Sri Mulyani, Purbaya Yudhi Sadewa, bukanlah nama baru di pemerintahan. Ia dikenal sebagai teknokrat yang sebelumnya menjabat sebagai Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Purbaya merupakan lulusan ITB dan meraih gelar master serta doktor di bidang ekonomi dari Purdue University, AS. Rekam jejaknya mencakup posisi penting di Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, serta Staf Khusus Ekonomi.
Selain Kementerian Keuangan, perombakan ini juga menyentuh empat posisi menteri lainnya. Selain itu, sebuah kementerian baru, Kementerian Haji dan Umrah, juga dibentuk untuk meningkatkan pelayanan haji.
Analis politik menilai perombakan kabinet ini adalah langkah strategis Prabowo untuk menegaskan kembali kendali dan meredam ketidakpuasan publik yang semakin meluas. Gelombang protes yang terjadi baru-baru ini, termasuk insiden penyerbuan rumah Sri Mulyani, menunjukkan adanya tekanan politik dan sosial yang signifikan terhadap pemerintahan.
"Perombakan ini adalah respons Presiden terhadap tuntutan publik setelah protes besar-besaran baru-baru ini," kata Agung Baskoro, direktur eksekutif Trias Politika Strategis. Ia menambahkan bahwa kini giliran para menteri yang baru dilantik untuk membuktikan kinerjanya, karena ekspektasi publik terhadap perubahan dan peningkatan kesejahteraan sangat tinggi.
Baca Juga: Istana Tegas! Sri Mulyani Bukan Mundur, Dicopot Prabowo Lewat Evaluasi Penuh Pertimbangan
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Alur Lengkap Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah Pariwisata Sleman yang Libatkan Eks Bupati Sri Purnomo
- 36 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 22 Januari: Klaim TOTY 115-117, Voucher, dan Gems
- Lula Lahfah Pacar Reza Arap Meninggal Dunia
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- Menanti Kabar, Ini Sosok Dua Istri Pilot Andy Dahananto Korban Kecelakaan ATR 42-500
Pilihan
-
Harga Emas Bisa Tembus Rp168 Juta
-
Fit and Proper Test BI: Solikin M Juhro Ungkap Alasan Kredit Loyo Meski Purbaya Banjiri Likuiditas
-
Dompet Kelas Menengah Makin Memprihatinkan, Mengapa Kondisi Ekonomi Tak Seindah yang Diucapkan?
-
5 Rekomendasi HP Rp1 Jutaan RAM 8 GB Terbaik Januari 2026, Handal untuk Gaming dan Multitasking
-
Harda Kiswaya Jadi Saksi di Sidang Perkara Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
300 Perusahaan Batu Bara Belum Kantongi Izin RKAB 2026
-
Proyek Kilang RDMP Balikpapan Habiskan 115 Ribu Ton Semen
-
Lampaui Rata-Rata Nasional, Produktivitas Jagung Dekalb Capai 7 Ton per Hektare
-
BCA Digital Bagikan Strategi Resolusi Finansial 2026
-
Harga Emas Antam di Level Rp2,88 Juta per Gram pada Sabtu
-
Laka Kerja di PLTU Sukabangun Memakan Korban, Manajemen Audit Seluruh Mitra
-
Benarkah MBG Bebani Anggaran Pendidikan?
-
Ini Tips Rencanakan Mudik Sekaligus Ide Liburan Bersama Keluarga
-
Jelang Ramadan, Jualan Online Ternyata Bisa Raup Ratusan Juta
-
Adakah Niat Jahat di Balik Kasus Korupsi Chromebook Nadiem?