- PT Jasa Marga tidak berwenang menentukan rekayasa lalu lintas; keputusan tersebut mutlak menjadi wewenang aparat kepolisian.
- Jasa Marga hanya menyediakan data lalu lintas terkini sebagai dasar pertimbangan Korlantas Polri dalam pengambilan keputusan pengaturan.
- Keputusan rekayasa lalu lintas seperti one way atau contra flow ditetapkan Korlantas berdasarkan data volume dan kapasitas jalan.
Suara.com - PT Jasa Marga (Persero) Tbk menyatakan, tidak memiliki kewenangan untuk menentukan kapan rekayasa lalu lintas seperti one way maupun contra flow di jalan tol diberlakukan selama periode mudik Lebaran. Keputusan tersebut sepenuhnya berada di tangan aparat kepolisian.
Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A Purwantono, mengatakan pihaknya hanya menyediakan data lalu lintas yang menjadi dasar pertimbangan dalam pengambilan keputusan rekayasa lalu lintas.
"Dan pengambilan keputusan terhadap rekayasa lintas yang melakukan adalah Korlantas. Jadi bukan Jasa Marga," ujar Rivan ujar Rivan di Jasa Marga Tollroad Command Center (JMTC) Bekasi, Jawa Barat, Selasa (10/3/2026).
Menurutnya, data tersebut berasal dari berbagai sistem pemantauan yang dimiliki Jasa Marga. Informasi tersebut kemudian disampaikan kepada Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri untuk menentukan langkah pengaturan lalu lintas di lapangan.
"Sebagai BUJT (Badan Usaha Jalan Tol) kami memiliki data, kami berikan rekomendasi," kata Rivan.
Ia menjelaskan, pemantauan lalu lintas dilakukan melalui berbagai perangkat teknologi yang tersedia di pusat kendali atau command center milik Jasa Marga. Sistem tersebut mampu menghitung volume kendaraan serta kapasitas jalan secara real time.
"Cara perhitungannya, isi rasionya, jadi antara volume dan capacity-nya juga menggunakan VC ratio yang kita miliki," ujarnya.
Rivan menuturkan, data tersebut juga digunakan untuk memantau kondisi kepadatan lalu lintas di sejumlah ruas tol selama periode mudik. Informasi tersebut kemudian menjadi acuan bagi kepolisian dalam menentukan kebijakan rekayasa lalu lintas seperti one way atau contra flow.
Baca Juga: Jasa Marga Terus Tambal Jalan Berlubang di Tol Japek hingga Jakarta-Tangerang
Berita Terkait
-
Arus Mudik 2026 Mulai Terlihat Lebih Awal, Volume Kendaraan di Jalan Tol Naik Sejak H-26 Lebaran
-
Puncak Mudik Lebaran 2026 Diprediksi 16 dan 18 Maret, Menhub Siapkan Skema WFA
-
Menhub Prediksi Puncak Arus Mudik Lebaran 2026 di 18 April
-
Menhub Ungkap 5 Titik Penahan Arus di Banten Jelang Mudik Terpadat
-
Banjir Mulai Surut, Tol Bandara Soetta Mulai Bisa Dilalui Kendaraan
Terpopuler
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
Pilihan
-
Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Mozambik di FIFA Matchday Malam Ini
-
Menkes Budi Gunadi Sadikin Susul Chatib Basri dan Luhut ke Istana
-
Bupati Muara Enim Resmi Pakai Rompi Oranye KPK
-
Luhut Bawa Chatib Basri ke Istana, Ini Tujuannya
-
Di Mana Menkeu Purbaya saat Chatib Basri Dipanggil Prabowo ke Istana
Terkini
-
MBG Sukses Ciptakan Ekosistem Rantai Pasok Baru di Daerah
-
Chatib Basri Blak-blakan ke Prabowo soal Tergerusnya Kepercayaan pada Pemerintah
-
Indonesia Tak Bisa Ekspor Listrik ke Singapura Tahun Ini, Airlangga Bongkar Alasannya
-
Chatib Basri Kaget Menkes Budi Gunadi Sadikin Juga Diundang ke Istana
-
Dasco: Pak Luhut dan Chatib Basri Mengadap Presiden Prabowo soal Strategi Ekonomi
-
Purbaya Target Defisit APBN 1,8-2,4 Persen di 2027
-
Ini Isi Pertemuan Prabowo dengan Chatib Basri di Istana
-
Lauk Ayam dan Usus Mulai Naik di Warteg, Kelas Menengah Mulai Kurangi Porsi
-
Tanggapi Isu 'Sell Indonesia', Bos OJK Beri Peringatan Keras ke Investor
-
Menkes Budi Gunadi Sadikin Susul Chatib Basri dan Luhut ke Istana