Bisnis / Keuangan
Selasa, 09 September 2025 | 08:10 WIB
Ilustrasi jurnalis [shutterstock]
Baca 10 detik
  • Daily Mirror dan Express akan PHK 321 karyawan akibat peralihan ke konten video dan digital
  • Perusahaan mulai mengadopsi AI dalam produksi berita, memicu kekhawatiran serikat jurnalis
  • Restrukturisasi bertujuan menyesuaikan operasional dengan tren digital dan langganan daring
[batas-kesimpulan]

Suara.com - Badai pemutusan hubungan kerja (PHK) masih terus berlanjut di beberapa negara.

Semua sektor pekerjaan pun terkena dampak pemangkasan pada karyawan, termasuk bekerja sebagai wartawan.

Pemilik media massa Daily Mirror dan Daily Express telah mengumumkan, akan memangkas ratusan karyawan seiring peralihan ke media video.

Lalu, perusahaan berencana untuk berbagi lebih banyak konten di seluruh lininya.

Adapun, Daily Mirror dan Express yang juga memiliki harian berita Manchester Evening News, Birmingham Mail, dan Liverpool Echo, telah mengumumkan 321 PHK.

Namun, ada 135 posisi baru di perusahaan berita tersebut dalam rencana tersebut.

Pengumuman ini merupakan tambahan dari PHK yang diumumkan Reach pada bulan Juli, yang membahayakan lebih dari 100 pekerjaan, dan putaran PHK lainnya dalam beberapa tahun terakhir.

"Ini reorganisasi terbesar yang pernah kami lakukan," kata Reach Pemimpin perusahaan Daily Mirror dan Express dilansir BBC, Selasa (9/10/2025).

Ilustrasi pengangguran. [Pixabay]

Sementara itu, Serikat Jurnalis Nasional (NUJ) mengatakan moral "terpuruk" oleh gelombang ancaman PHK dalam beberapa tahun terakhir.

Baca Juga: Sudah Punya Gambar AI-nya? Ini Cara Cetak 3D Jadi Gantungan Kunci & Pajangan Unik

Hal ini terjadi seiring perusahaan terus mengadopsi perangkat kecerdasan buatan (AI), yang menurut NUJ menimbulkan kekhawatiran terkait pekerjaan.

"Kami sedang mencari klarifikasi lebih lanjut tentang bagaimana AI akan dilibatkan dalam restrukturisasi," katanya.

David Higgerson, kepala bagian konten tersebut , mengatakan bahwa penerbit perlu menyesuaikan sumber daya dengan ambisi yang besar.

"Perubahan yang kita lihat dalam lanskap saat ini menuntut perubahan menyeluruh dalam cara kita beroperasi dan cara kita bercerita. Untuk tim editorial kami, kami perlu mengadopsi cara kerja yang berbeda dari atas ke bawah," tambahnya.

Grup berita tersebut mengatakan akan berbicara langsung kepada semua orang yang pekerjaannya terdampak oleh perubahan tersebut.

Sebagai bagian dari perombakan ini, perusahaan berencana untuk membuat "jaringan berita langsung" yang memungkinkan seorang jurnalis menulis berita terkini untuk beberapa judul sekaligus.

Load More