- Industri tak bisa lagi hanya berfokus pada keuntungan semata.
- Bisnis harus mampu mengintegrasikan keberlanjutan.
- Transformasi dimulai dari keberanian perusahaan untuk berinvestasi pada teknologi yang terintegrasi dan menghasilkan solusi terukur.
Suara.com - Industri tak bisa lagi hanya berfokus pada keuntungan semata. Di era yang menuntut adaptasi cepat, bisnis harus mampu mengintegrasikan keberlanjutan dan harmoni lintas generasi di tempat kerja.
Hal inilah yang menjadi poin utama dalam paparan KTM Solutions di panggung utama Indonesia Human Capital & Beyond Summit (IHCBS) 2025 yang digelar Qubisa.
CEO Najelaa Shihab dan Direktur Reny Wiriandhani, KTM Solutions memimpin percakapan penting tentang bagaimana perusahaan dapat meraih pertumbuhan berkelanjutan dengan menggabungkan kekuatan data, wawasan (insight), dan teknologi.
Dalam sesi bertema "Transforming Corporate Strategy for the Green & Digital Economy", Najelaa Shihab menegaskan, "Di tengah transformasi strategi bisnis menuju ekonomi hijau dan digital, organisasi tidak bisa hanya berfokus pada sistem dan kinerja jangka pendek." katanya, Selasa (9/9/2025).
Menurut Najelaa, fondasi paling penting adalah membangun ekosistem kerja yang mendukung pertumbuhan individu secara utuh. Dengan kerangka kerja talent growth yang dimiliki KTM Solutions, perusahaan tidak hanya memenuhi kebutuhan bisnis, tetapi juga menciptakan organisasi yang lebih adaptif dan berkelanjutan.
Reny Wiriandhani menambahkan bahwa keberhasilan transformasi dimulai dari keberanian perusahaan untuk berinvestasi pada teknologi yang terintegrasi dan menghasilkan solusi terukur. Dalam sesi "Human-Centric HR Tech and Analytics", ia menyoroti pentingnya tujuan (purpose) dan keberlanjutan (sustainability) sebagai daya tarik utama untuk merekrut dan mempertahankan talenta terbaik.
"Melalui sustainability report dan impact report yang terstandar, organisasi tidak hanya membangun kredibilitas bisnis, tetapi juga memperkuat ikatan karyawan dengan perusahaan,” kata Reny.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Narasi Pemerintah soal Harga Tiket Pesawat Naik 13 Persen Dinilai Menyesatkan
-
Kementan Pastikan Stok Daging Sapi Aman Jelang Idul Adha 2026
-
Mulai Hari Ini Pemerintah Tanggung PPN Tiket Pesawat Kelas Ekonomi
-
BRILink Agen Mekaar 426 Ribu, BRI Perluas Inklusi hingga Desa
-
BRI Consumer Expo 2026 Surabaya Tawarkan Promo Spesial dan Hiburan Musik
-
Hampir Separuh UMKM di Sektor Pangan, Masalah Pasar Masih Jadi Hambatan
-
OJK Perpanjang Batas Laporan Keuangan Asuransi hingga Juni 2026
-
OJK: Bank Bisa Penuhi Kebutuhan Valas Tanpa Bikin Rupiah Semakin Goyah
-
Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit Tembus Rp64.050/Kg, Telur Ayam Nyaris Rp32 Ribu
-
Masih Harus Uji Coba, Status Bahan Bakar Bobibos Tunggu Kepastian Kategori BBN atau BBM