- IHSG Dibuka Rebound Pada Perdagangan Rabu
- IHSG Diproyeksi Bergerak Melemah
- Reshuffe Kabinet Masih Hantui Pergerakan IHSG
Suara.com - Perdagangan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka rebound pada perdagangan awal Rabu, 10 September 2025. IHSG menghijau ke level 7.682.
Mengutip data Bursa Efek Indonesia, hingga pukul 09.03 WIB IHSG masih menguat ke level 7.670 atau naik 0,55 persen.
Pada perdagangan pada waktu itu, sebanyak 1,4 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 1,13 triliun, serta frekuensi sebanyak 102.300 kali.
Dalam perdagangan di waktu tersebut, sebanyak 284 saham bergerak naik, sedangkan 181 saham mengalami penurunan, dan 491 saham tidak mengalami pergerakan.
Adapun, beberapa saham yang menjadi Top Gainers pada waktu itu diantaranya, AADI, ADES, BBCA, BMRI, BREN, BRPT, CDBK, DSSA, GGRM, IMPC, INDF, KONI.
Sementara saham-saham yang terdaftar top Looser di perdagangan waktu itu diantaranya, ANTM, ARCI, ASII, CITA, SMRY, DCII, DSNG, GEMS, INTP, MDKA, MYOH.
Proyeksi IHSG
IHSG berpotensi melanjutkan pelemahan pada perdagangan hari ini. Tekanan aksi jual asing diperkirakan masih membayangi, menyusul pengumuman reshuffle kabinet yang salah satunya mengganti posisi Menteri Keuangan.
Mengutip riset CGS International Sekuritas Indonesia, IHSG diperkirakan bergerak dalam rentang support di 7.520/7.410 dan resistance di 7.740/7.845.
Baca Juga: Saham Perbankan Rontok Setelah Sri Mulyani Dicopot, OJK Minta Investor Tidak Panik
"Aksi jual investor asing dalam jumlah yang cukup besar setelah pemerintah mengumumkan reshuffle kabinet, dimana salah satunya adalah penggantian Menteri Keuangan, diprediksi masih akan menjadi sentimen negatif untuk indeks harga saham gabungan," tulis CGS International Sekuritas Indonesia dalam riset harian.
Dengan kondisi tersebut, pelaku pasar disarankan tetap waspada terhadap volatilitas jangka pendek, sembari mencermati peluang akumulasi pada saham-saham pilihan yang dinilai memiliki prospek positif.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Penjelasan Dugaan Manipulasi Eskpor CPO Grup Salim, Mengapa Maybank Ikut Diperiksa?
-
ILC Adopsi Standar Internasional, Menaker Dorong Keseimbangan Pelindungan dan Inovasi
-
Bank Dunia Singgung 20 Persen Orang Kaya RI, Sebut Tak Tahu Diri
-
Investor Wajib Tahu, Indikator Utama Bisnis FnB Layak Difranchisekan
-
Penjualan Properti Anjlok, Pengembang Andalkan Kawasan Hunian-Komersial Terintegrasi
-
Bank Jakarta Permudah Layanan Warga Bayar Pajak Kendaraan
-
BTN Jakarta International Marathon 2026 Sukses Digelar, 20.500 Pelari Ramaikan Hari Pertama
-
Program JKN Bantu Dede Jalani Operasi Kista Ganglion
-
CBDK Cetak Laba Melonjak 317 Persen
-
Mengapa Pertalite Mau Dihapus?