-
Indonesia berpeluang jadi pusat perdagangan kripto Asia Tenggara karena regulasi kolaboratif
-
Pasar kripto lokal tumbuh 6,9 persen, pengguna mencapai 16,5 juta orang
-
CFX akan kembangkan produk bernilai tambah seperti stablecoin berbasis Rupiah
Suara.com - Indonesia dinilai punya peluang besar menjadi pusat perdagangan aset kripto di Asia Tenggara. Banyak keunggulan Indonesia untuk menuju pusat perdagangan aset kripto di Asia Tenggara.
Direktur Utama CFX, Subani, mengatakan salah satu keunggulan Indonesia yaitu model regulasi yang kolaboratif serta ekosistem aset kripto yang lengkap.
Kemudian, Bursa Aset Kripto CFX juga sering mengikuti ajang kripto internasional seperti TOKEN2049 di Singapura.
"Kami ingin menunjukan kepada pelaku industri aset kripto global bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pusat perdagangan aset kripto di kawasan Asia Tenggara," ujar Subani seperti dikutip, Jumat (3/10/2025).
Menurutnya, regulasi kolaboratif yang diterapkan Indonesia sejalan dengan tren global, yang bergerak dari pasar kripto belum teregulasi menuju ekosistem yang lebih aman dan terpercaya.
Buktinya, pada kuartal II 2025 pasar spot kripto lokal yang teregulasi tumbuh 6,9 persen, berbanding terbalik dengan pasar spot global yang belum teregulasi justru turun 27,7 persen.
Kondisi ini juga meningkatkan kepercayaan publik. Data OJK mencatat, jumlah konsumen aset kripto di Indonesia per Juli 2025 sudah mencapai 16,5 juta, naik 27,10 persen dibanding akhir Januari 2025 yang baru 12,9 juta pengguna.
Subani menilai capaian ini baru awal, dan ruang pertumbuhan masih terbuka lebar. Karena itu, CFX akan fokus memperdalam pasar lewat pengembangan produk bernilai tambah dan memperluas use case aset kripto.
"Kami akan mendorong inovasi dalam menjadikan aset kripto sebagai solusi keuangan digital yang lebih luas, seperti stablecoin berbasis rupiah untuk meningkatkan likuiditas dan penggunaan transaksi remitansi lintas negara, serta optimalisasi penggunaan aset kripto sebagai jaminan dalam melakukan pinjaman," imbuhnya.
Baca Juga: Indonesia Pasar Kripto Terbesar Kedua di Asia Pasifik
Ia menambahkan, peluang investor global masuk ke pasar Indonesia sangat terbuka, berkat regulasi yang suportif bagi individu maupun entitas asing.
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Bank Emas Pegadaian Genap Berusia Satu Tahun, Bertekad Menata Masa Depan Investasi Emas Indonesia
-
YBM PLN Salurkan 45 Ribu Paket Bingkisan, Berbagi Berkah Sepanjang Ramadan 1447 H
-
Kisruh Beasiswa LPDP, Waktunya Evaluasi Sistem?
-
Airlangga Pastikan Tarif Dagang Indonesia dan AS Turun ke 15 Persen, Berlaku 90 Hari
-
ESDM Lobi-lobi AS Agar Sel Paner Surya RI Tak Kena Bea Masuk 104%
-
Kemenperin Catat Industri, Kimia dan Tekstil Lagi Loyo di Februari
-
IHSG Nyaris Stagnan pada Perdagangan Jumat, Tapi 352 Saham Meroket
-
BNBR Gelar Rights Issue 90 Miliar Saham, Perkuat Struktur Modal dan Ekspansi CCT
-
Rupiah Loyo ke Level Rp 16.787/USD di Tengah Aksi Jaga Investor
-
Ekonomi Digital RI Makin Gurih, Setoran Pajak Tembus Rp47,18 Triliun