- Staycation menjadi magnet baru untuk mendongkrak pertumbuhan sektor hospitalitas.
- Kondisi ini menandai pergeseran fokus pengembangan dari sekadar penjualan unit.
- PIK2 telah mengubah kawasan ini menjadi alternatif pelarian singkat yang sangat diminati.
Suara.com - Kawasan Pantai Indah Kapuk 2 (PIK2) semakin mengukuhkan posisinya bukan hanya sebagai area hunian dan komersial premium, tetapi juga sebagai destinasi staycation bagi warga ibu kota.
Fenomena ini memberikan sudut pandang menarik bagi sektor properti dan hospitalitas, menandai pergeseran fokus pengembangan dari sekadar penjualan unit residensial menjadi pembangunan ekosistem yang menunjang gaya hidup dan wisata singkat.
Aksesibilitas yang mudah serta geliat pembangunan konsep lifestyle dan kuliner di PIK2 telah mengubah kawasan ini menjadi alternatif pelarian singkat yang sangat diminati, yang secara langsung meningkatkan nilai properti komersial dan hotel di sekitarnya.
Kehadiran hotel seperti Golden Tulip Essential PIK2 menjadi studi kasus yang menarik dalam strategi pengembangan properti terintegrasi. Hotel ini berhasil menangkap peluang pasar short escape dengan menawarkan keseimbangan antara kenyamanan modern dan nuansa pesisir.
Akomodasi dengan 254 kamar fungsional yang dilengkapi fasilitas premium seperti kasur berkualitas, pillow serat silikon, dan shower jet pijat, menunjukkan komitmen pada kualitas yang akan berdampak positif pada tingkat hunian (okupansi) dan Average Daily Rate (ADR). Tingginya okupansi ini adalah indikator kesehatan yang kuat bagi nilai properti hotel tersebut.
Meskipun tidak berada tepat di bibir pantai, desain kolam renang yang strategis untuk memberikan sensasi relaksasi laut serta restoran serba ada seperti "The Windmill Restaurant" yang menyajikan menu Nusantara dan Internasional, memperkuat daya tarik hotel sebagai properti destinasi, bukan sekadar tempat singgah.
Ketersediaan layanan penting seperti shuttle antar bandara, parkir aman, dan layanan 24 jam menunjukkan bahwa pengembang properti di PIK2 memahami pentingnya mobilitas dan keamanan sebagai nilai tambah krusial, terutama untuk segmen keluarga dan profesional dengan jadwal padat.
Keberhasilan PIK2 menjadi magnet staycation menggarisbawahi tren penting nilai properti di masa depan akan semakin ditentukan oleh ekosistem dan pengalaman yang ditawarkannya. Proyek properti yang mampu menyediakan ruang rehat (seperti hotel ini) sekaligus hiburan dan kemudahan akses (seperti kawasan kuliner dan lifestyle PIK2) akan memiliki daya saing dan valuasi yang jauh lebih tinggi.
Baca Juga: IETD 2025: Energi Bersih Bisa Jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi Indonesia, Bagaimana Caranya?
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Mobil Sedan Bekas di Bawah 30 Juta Mudah Dirawat, Performa Juara!
- 5 Rekomendasi Sepatu Jalan Kaki dengan Sol Karet Anti Slip Terbaik, Cocok untuk Lansia
- Bupati Mempawah Lantik 25 Pejabat, Berikut Nama-namanya
- 4 Rekomendasi HP Murah Layar AMOLED dengan Baterai Jumbo Terbaik Januari 2025
- Stargazer vs Xpander: 10 Fakta Penentu MPV 7 Seater Paling Layak Dibeli
Pilihan
Terkini
-
Inflasi Tinggi Mengancam di Awal 2026, Apa Dampaknya?
-
Nama-nama di Balik Bursa Kripto ICEX, Benarkah Ada Haji Isam dan Happy Hapsoro?
-
Dilema Pengetatan Defisit APBD 2026: Antara Disiplin Fiskal dan Risiko Penurunan Belanja
-
Kelanjutan Proyek PLTN Tinggal Tunggu Perpres dari Prabowo
-
Tak Terbukti Dumping, RI Bisa Kembali Ekspor Baja Rebar ke Australia
-
Penggunaan SPKLU PLN Naik Hampir 500 Persen Saat Libur Nataru
-
Aturan Baru Soal Akuntan Dinilai Buka Peluang Kerja untuk Gen Z
-
Purbaya Siapkan Pembangunan Sekolah Terintegrasi Impian Prabowo, Apa Itu?
-
Ganti Jibor dengan INDONIA, BI Mau Buat Pasar Keuangan Lebih Transparan
-
Awas Bubble Pecah! Bahaya Mengintai saat IHSG Menuju Rp 10.000