- Kalla Group didirikan pada tahun 1952 oleh H. Hadji Kalla dan Hajjah Athirah Kalla di Makassar.
- Perusahaan ini berkembang dari dealer Toyota menjadi korporasi multisektor yang mencakup otomotif, logistik, konstruksi, properti, energi, pendidikan, hingga kehutanan.
- Kepemimpinan Kalla Group saat ini dijalankan oleh generasi keluarga Jusuf Kalla, termasuk Solihin Kalla, Fatimah Kalla, dan Imelda Kalla yang memegang peran strategis dalam manajemen dan sosial perusahaan.
Suara.com - Kalla Group, sebuah nama yang tak asing lagi di kancah bisnis Indonesia, terutama di wilayah Timur, merupakan salah satu konglomerasi bisnis terbesar dan paling berpengaruh di negara ini.
Didirikan pada tahun 1952 oleh H. Hadji Kalla dan Hajjah Athirah Kalla di Makassar, Sulawesi Selatan, Kalla Group telah tumbuh dan berkembang menjadi raksasa bisnis dengan diversifikasi usaha yang luas.
Semangat kewirausahaan dan visi yang kuat dari pendirinya telah membawa Kalla Group menembus berbagai sektor, memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian dan pembangunan daerah.
Sejarah Singkat dan Diversifikasi Bisnis
Berawal dari sebuah perusahaan dagang kecil, NV Hadji Kalla, Kalla Group kini merambah ke berbagai sektor vital.
Diversifikasi bisnisnya mencakup otomotif (dengan menjadi dealer resmi berbagai merek ternama seperti Toyota, Daihatsu, dan Benelli), logistik, konstruksi (melalui Kalla Beton dan Kalla Aspal), energi (Kalla Energi), properti (Kalla Property), manufaktur, transportasi, dan bahkan ritel.
Setiap unit bisnis dijalankan dengan standar profesionalisme tinggi, menjadikan Kalla Group sebagai mitra yang terpercaya dalam berbagai proyek berskala besar. Komitmen terhadap inovasi dan kualitas selalu menjadi inti dari setiap usaha yang dilakukan Kalla Group.
Struktur Kepemimpinan Kalla Group
Kesuksesan Kalla Group tidak lepas dari struktur kepemimpinan yang solid dan visioner, yang sebagian besar diisi oleh generasi penerus keluarga.
Baca Juga: Jadi Tersangka Korupsi PLTU Kalbar, Kenapa Adik Jusuf Kalla hingga Eks Direktur PLN Tidak Ditahan?
Saat ini, kepemimpinan Kalla Group dipegang oleh:
- Solihin Jusuf Kalla mengemban amanah sebagai Chief Executive Officer (CEO). Ia merupakan putra pertama dari mantan Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla, atau cucu dari Hadji Kalla.
- Fatimah Kalla menjabat sebagai Komisaris Utama. Ia adalah putri dari Jusuf Kalla. Perannya sebagai Komisaris Utama sangat penting dalam mengawasi jalannya perusahaan dan memastikan kepatuhan terhadap tata kelola perusahaan yang baik.
Fatimah juga menjabat sebagai Dewan Pengurus Yayasan Hadji Kalla, yang bergerak di bidang pemberdayaan masyarakat, meliputi bidang ekonomi dan sosial, bidang pendidikan (educare), bidang keislaman (Islamic care), dan bidang lingkungan hidup (Humanity & Environment Care), serta pencegahan stunting.
- Imelda Kalla, putri dari Jusuf Kalla, menjabat sebagai Direktur Dinance & Legal di Kalla Group. Ia juga mengemban amanat sebagai Komisaris PT Bumi Karsa, salah satu anak perusahaan Kalla Group.
Gurita Bisnis Kalla Group: Dari Dealer Toyota ke Konglomerasi Multisektor
Berita Terkait
Terpopuler
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- 6 HP Snapdragon Paling Murah RAM 8 GB untuk Investasi Gadget Jangka Panjang
- HP Xiaomi yang Bagus Tipe Apa? Ini 7 Rekomendasinya di 2026
- Sabun Cuci Muka Apa yang Bagus untuk Atasi Kulit Kusam? Ini 5 Pilihan agar Wajah Cerah
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Kementerian ESDM Lelet Urus RKAB, Perhapi: Banyak Perusahaan Tambang Tak Berfungsi
-
Iran: Tak Ada Keistimewaan, Kapal Pertamina Bisa Bebas Jika Indonesia Negosiasi dengan IRGC
-
Iran Mau Buka Selat Hormuz, AS Sepakat Cairkan Dana Iran yang Dibekukan Qatar
-
Ekspor IKM Surabaya Tembus 2,73 Juta Dolar AS, SIL Festival 2026 Serap Ribuan Tenaga Kerja Lokal
-
Peran Influencer dalam Edukasi Aset Ekonomi Digital, Indodax Soroti Regulasi
-
Mengapa WFH di Jumat Akan Kurang Efektif Tekan Konsumsi BBM?
-
Apindo dan KSPSI Bahas RUU Ketenagakerjaan Bersama-sama
-
Negosiasi AS - Iran Hari Ini Tentukan Harga Minyak Dunia, Bisa Tembus 100 Dolar per Barel
-
Pasokan Gas Jawa TimurJateng Stabil, BPH Migas Pastikan Energi Industri Aman dan Optimal
-
Isu Penggeledahan Kejati, Menteri Dody Tegaskan Transparansi APBN di Kementerian PU