- Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS menunjukkan pelemahan tipis.
- Kenaikan masif IHSG di sesi I didukung oleh penguatan yang merata di hampir seluruh sektor.
- TLKM menjadi bintang, melonjak tajam 6,98% ke Rp3.370, memberikan dorongan poin terbesar bagi indeks.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil melanjutkan tren positifnya dan melaju kencang sepanjang sesi pertama perdagangan hari ini, Kamis (23/10/2025).
Mengakhiri paruh pertama hari, IHSG ditutup menguat signifikan 1,30%, melonjak 105,79 poin dan bertengger di level 8.258,34. Kinerja indeks saham unggulan tak kalah impresif, di mana indeks LQ45 bahkan mencatatkan kenaikan lebih besar, yakni 2,13% atau bertambah 17,14 poin menjadi 823,44.
Aktivitas perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) berlangsung ramai dan didominasi oleh pergerakan harga yang positif. Total nilai transaksi tercatat mencapai Rp11,10 triliun dari total 17,38 miliar lembar saham yang berpindah tangan.
Mayoritas transaksi ini berasal dari aktivitas reguler sebesar Rp10,88 triliun, menunjukkan partisipasi aktif investor di pasar reguler.
Sementara itu, dari sisi indikator makro, nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS menunjukkan pelemahan tipis.
Nilai tukar USD-IDR tercatat berada di level Rp16.645 per Dolar AS. Di pasar komoditas global, harga minyak mentah Crude Oil NYM berada di angka US$60,55 per barel.
Sektor Unggulan Mendorong Kenaikan Indeks
Kenaikan masif IHSG di sesi I didukung oleh penguatan yang merata di hampir seluruh sektor. Tiga sektor utama tampil sebagai pendorong utama (Leading Sector) indeks:
- IDXNCYC (Sektor Konsumen Primer dan Sekunder): Menjadi pemimpin sektor dengan kenaikan tertinggi, melonjak +2,42% ke level 839,59. Saham-saham pendorong di sektor ini termasuk PGUN yang meroket 19,97% dan JARR yang melompat 23,33%, serta saham unggulan seperti UNVR yang naik 7,25% dan INDF yang menguat 3,14%.
- IDXBASIC (Sektor Barang Baku): Menguat solid sebesar +1,27% ke 1.999,99. Sektor ini didukung oleh saham NCKL yang naik 6,17%, INKP yang menguat 3,64%, dan SMGR yang melompat 5,06%.
- IDXFIN (Sektor Keuangan): Tumbuh +1,07% ke 1.434,75. Kontribusi terbesar berasal dari saham perbankan jumbo, seperti BBNI yang melesat 4,71%, BMRI yang naik 1,85%, BBRI yang menguat 1,62%, dan BBCA yang ditutup positif 0,91%.
Meskipun dikategorikan dalam kelompok Lagging Sector dalam laporan, sektor-sektor lain juga mencatatkan kenaikan yang kuat, seperti Sektor Transportasi (IDXTRANS) yang melonjak 2,79%—bahkan melebihi persentase kenaikan sektor utama.
Baca Juga: Sahamnya Terbang 500 Persen, Laba Bersih Emiten Grup Salim DCII Tumbuh 83,4 Persen
Sektor Kesehatan (IDXHLTH) naik 1,04% dan Sektor Industri (IDXINDUS) naik 1,30%, menunjukkan rally yang benar-benar masif dan meluas.
Saham Big Cap dan Second Liner Menjadi Penggerak Utama
Pergerakan IHSG sangat dipengaruhi oleh saham-saham unggulan (Top Leading Movers). Pagi ini, emiten telekomunikasi TLKM menjadi bintang, melonjak tajam 6,98% ke Rp3.370, memberikan dorongan poin terbesar bagi indeks.
Empat bank besar utama (BBCA, BBRI, BMRI) juga kompak menyumbang kenaikan signifikan, di mana BBRI naik 1,62% ke Rp3.760, BBCA menguat 0,91% ke Rp8.275, dan BMRI naik 1,85% ke Rp4.410. Saham RISE juga menjadi mover penting dengan lonjakan 20,00%.
Di sisi lain, beberapa saham big cap bertindak sebagai penahan (Top Lagging Movers) meskipun tidak mampu membendung laju IHSG.
Saham DSSA menjadi penekan terbesar dengan penurunan 2,48% ke Rp101.425. Saham energi terbarukan BREN juga terkoreksi tipis 0,82%, sementara saham perkebunan STAA anjlok 7,39%.
Berita Terkait
Terpopuler
- Alur Lengkap Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah Pariwisata Sleman yang Libatkan Eks Bupati Sri Purnomo
- 36 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 22 Januari: Klaim TOTY 115-117, Voucher, dan Gems
- Lula Lahfah Pacar Reza Arap Meninggal Dunia
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- Menanti Kabar, Ini Sosok Dua Istri Pilot Andy Dahananto Korban Kecelakaan ATR 42-500
Pilihan
-
ESDM: Harga Timah Dunia Melejit ke US$ 51.000 Gara-Gara Keran Selundupan Ditutup
-
300 Perusahaan Batu Bara Belum Kantongi Izin RKAB 2026
-
Harga Emas Bisa Tembus Rp168 Juta
-
Fit and Proper Test BI: Solikin M Juhro Ungkap Alasan Kredit Loyo Meski Purbaya Banjiri Likuiditas
-
Dompet Kelas Menengah Makin Memprihatinkan, Mengapa Kondisi Ekonomi Tak Seindah yang Diucapkan?
Terkini
-
Investor Asing Borong Saham Rp4,05 Triliun Sejak Awal Tahun
-
ESDM: Harga Timah Dunia Melejit ke US$ 51.000 Gara-Gara Keran Selundupan Ditutup
-
300 Perusahaan Batu Bara Belum Kantongi Izin RKAB 2026
-
Proyek Kilang RDMP Balikpapan Habiskan 115 Ribu Ton Semen
-
Lampaui Rata-Rata Nasional, Produktivitas Jagung Dekalb Capai 7 Ton per Hektare
-
BCA Digital Bagikan Strategi Resolusi Finansial 2026
-
Harga Emas Antam di Level Rp2,88 Juta per Gram pada Sabtu
-
Laka Kerja di PLTU Sukabangun Memakan Korban, Manajemen Audit Seluruh Mitra
-
Benarkah MBG Bebani Anggaran Pendidikan?
-
Ini Tips Rencanakan Mudik Sekaligus Ide Liburan Bersama Keluarga