-
SK PPPK Paruh Waktu mulai cair bertahap.
-
Keterlambatan SK akibat masalah administrasi BKN.
-
Gaji pertama dijamin minimal setara UMP.
Suara.com - SK PPPK Paruh Waktu 2025 saat ini sudah mulai diserahkan. Penyerahan Surat Keputusan (SK) Pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu tahun 2025 ini secara resmi telah dimulai dan dilaksanakan secara bertahap.
Setelah dokumen sakral ini diterima, sejumlah instansi pemerintah daerah langsung bergerak cepat menggelar prosesi pelantikan secara simbolis, menandai babak baru bagi para pegawai.
Namun, memasuki bulan Oktober 2025, realitas di lapangan menunjukkan bahwa kegembiraan ini belum merata. Belum semua tenaga kerja PPPK Paruh Waktu yang lulus seleksi telah mengantongi SK tersebut.
Di balik proses birokrasi yang kompleks, terkuak beberapa faktor krusial yang menjadi penyebab utama keterlambatan penerbitan di sejumlah daerah, memicu tanya di kalangan calon pegawai.
Keterlambatan penerbitan SK PPPK Paruh Waktu ini mayoritas bersumber dari kendala teknis dan administrasi yang tampaknya sederhana namun vital.
Salah satu akar masalahnya adalah perihal kelengkapan dokumen dan ketidaksesuaian data yang terjadi saat calon PPPK mengisi Daftar Riwayat Hidup (DRH). Kesalahan sekecil apa pun dalam proses pengisian ini dapat memicu tertundanya verifikasi dan validasi akhir.
Selain urusan internal data calon pegawai, tantangan besar lainnya terletak pada proses integrasi dan validasi data yang melibatkan koordinasi antarlembaga.
Badan Kepegawaian Negara (BKN) wajib bekerja ekstra berkoordinasi dengan kementerian terkait guna memastikan keabsahan setiap data calon pegawai.
Proses validasi yang ketat ini tak jarang memakan waktu, demi menjamin akuntabilitas dan ketepatan penempatan.
Baca Juga: Tukin PNS ESDM Naik 100 Persen, Bahlil: Saya Tidak Segan Merumahkan Kalian
Faktor penentu lainnya adalah lamanya rangkaian proses usulan dan penetapan formasi. Pemerintah daerah harus mengajukan usulan formasi kepada Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) terlebih dahulu, yang selanjutnya diteruskan kepada BKN untuk diproses.
Rantai birokrasi yang panjang ini secara inheren menjadi salah satu pemicu utama mengapa SK PPPK Paruh Waktu belum bisa terbit serentak di semua wilayah.
SK yang diterima oleh PPPK Paruh Waktu bukan sekadar secarik kertas, melainkan dokumen resmi yang berfungsi menetapkan secara definitif posisi, jabatan, dan alokasi tugas pegawai.
Tidak kalah penting, dokumen ini juga memuat rincian besaran gaji/upah yang berhak diterima. Format SK pengangkatan ini mengacu pada panduan baku dalam Lampiran II Surat Edaran Kepala BKN nomor 6 Tahun 2025 tentang Tata Cara Penetapan NI PPPK Paruh Waktu.
Setelah prosesi penyerahan SK dan pelantikan dilaksanakan, para pegawai PPPK Paruh Waktu akan melanjutkan dengan penandatanganan perjanjian kerja. Kontrak ini memuat secara eksplisit durasi masa kerja dan beragam tanggung jawab yang harus diemban.
Sesuai amanat Keputusan Menteri PAN-RB (KepmenPAN-RB) No. 16 Tahun 2025 tentang PPPK Paruh Waktu, kewajiban pegawai mencakup menaati seluruh ketentuan perundang-undangan, mengimplementasikan nilai dasar serta kode etik dan perilaku ASN, hingga menjaga netralitas total sebagai abdi negara.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi HP 5G Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan!
- Polisi Ungkap Fakta Baru Kematian Lula Lahfah, Reza Arap Diduga Ada di TKP
- 5 Rekomendasi HP Memori 256 GB Paling Murah, Kapasitas Lega, Anti Lag Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Jalan Rusak Parah, Warga Kulon Progo Pasang Spanduk Protes: 'Ini Jalan atau Cobaan?'
- 5 Mobil Bekas 80 Jutaan dengan Pajak Murah, Irit dan Nyaman untuk Harian
Pilihan
-
10 Sneakers Putih Ikonik untuk Gaya Kasual yang Tak Pernah Ketinggalan Zaman, Wajib Punya
-
Bursa Saham Indonesia Tidak Siap? BEI Klarifikasi Masalah Data yang Diminta MSCI
-
Menperin Pastikan Industri Susu Nasional Kecipratan Proyek MBG
-
MSCI Melihat 'Bandit' di Pasar Saham RI?
-
Harga Emas di Palembang Nyaris Rp17 Juta per Suku, Warga Menunda Membeli
Terkini
-
BUMN Ini Dulu Hanya Percetakan, Kini Bertransformasi jadi Raksasa Teknologi Keamanan Digital RI
-
Profil Dewan Energi Nasional, Ini tugas dan Tanggung Jawabnya
-
Bursa Saham Indonesia Tidak Siap? BEI Klarifikasi Masalah Data yang Diminta MSCI
-
Target Negosiasi Tarif Impor AS Mundur, Ada Kendala?
-
Purbaya soal IHSG Anjlok: Beres Sebelum Mei, Hanya Syok Sesaat
-
PU Kebut Normalisasi Sungai Aek Doras, Upaya Redam Ancaman Banjir di Sibolga
-
Tekanan Global hingga AI Warnai 2026, MCorp Buka Ruang Dialog Strategis Lintas Industri
-
Pos Indonesia Gandeng Emiten WIFI Bantu Distribusi Internet Rakyat
-
IHSG Terjun Bebas, BEI: Investor Jangan FOMO Jual Saham
-
Menperin Pastikan Industri Susu Nasional Kecipratan Proyek MBG