-
Komentar Ketua The Fed Jerome Powell menahan sinyal pemangkasan suku bunga lanjutan Desember.
-
Indeks Nasdaq mencetak rekor tertinggi baru (+0,55%).
-
IHSG ditutup menguat (+0,91%) didukung net buy asing Rp1,23 Triliun, namun berpotensi kembali koreksi jika gagal menembus level resistance kunci di 8180.
Suara.com - Perdagangan global pada Kamis (30/10/2025) dibuka dengan sentimen yang campur aduk, didominasi oleh kebijakan moneter bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve (The Fed), dan hasil kinerja kuartalan perusahaan-perusahaan teknologi raksasa.
Wall Street: Dow Terkoreksi, Nasdaq Cetak Rekor Tertinggi
Bursa saham Amerika Serikat (Wall Street) menutup perdagangan Rabu (29/10) dengan hasil yang beragam. Indeks Dow Jones Industrial Average berakhir melemah 0,16%, dan S&P 500 turun tipis 0,30 poin.
Koreksi ini terjadi setelah Ketua The Fed, Jerome Powell, menyatakan bahwa peluang pemangkasan suku bunga lanjutan pada bulan Desember belum dapat dipastikan.
Meskipun The Fed sebelumnya memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) sesuai ekspektasi pasar, komentar Powell tersebut menahan euforia.
Akibatnya, peluang pemangkasan suku bunga lanjutan pada Desember langsung turun signifikan menjadi 71% dari sebelumnya yang sempat menyentuh 90%.
Di sisi lain, indeks Nasdaq Composite kembali mencatat rekor tertinggi baru dengan penguatan 0,55%. Kenaikan ini didorong oleh lonjakan saham-saham teknologi, di mana saham Nvidia melompat 3%.
Laporan kinerja emiten juga memengaruhi pergerakan:
- Saham Positif: Saham Caterpillar melonjak 11,6% setelah melaporkan laba Kuartal III yang melampaui ekspektasi. Alphabet (induk Google) juga naik sekitar 5%.
- Saham Negatif: Saham Meta Platforms anjlok lebih dari 8% setelah melaporkan beban satu kali hampir US$16 miliar terkait "Big Beautiful Bill" dan memperkirakan belanja modal tahun depan akan "jauh lebih besar" dibandingkan tahun 2025. Saham Microsoft juga terkoreksi 1%.
Bursa Asia-Pasifik Beragam Menanti Kepastian The Fed
Baca Juga: Purbaya Wanti-wanti Himbara Soal Penyaluran Dana Rp200 T: Jangan ke Konglomerat!
Sebelum keputusan The Fed dirilis, bursa saham Asia-Pasifik pada Rabu (29/10) ditutup beragam, mencerminkan sikap hati-hati investor yang menanti kepastian suku bunga AS.
- Menguat: Pasar saham Jepang, Nikkei 225, naik 2,17%, dan Kospi Korea Selatan menguat 1,76%. Di Tiongkok Daratan, CSI 300 dan Shanghai Composite juga naik, masing-masing sebesar 1,19% dan 0,70%.
- Melemah: Indeks Topix Jepang turun 0,23%, Kosdaq Korea Selatan melemah 0,19%, dan S&P/ASX 200 Australia turun 0,96%. Pasar saham Hong Kong libur nasional.
IHSG Technical View: Uji Resistance 8180 Menjadi Kunci
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Indonesia kemarin berhasil ditutup menguat 0,91%. Penguatan ini didukung oleh aksi beli bersih (net buy) investor asing yang cukup masif, mencapai sekitar Rp1,23 Triliun.
Saham-saham favorit asing meliputi BBCA, BMRI, MDKA, BRMS, dan UNVR.
Analisis harian BNI Sekuritas menyoroti bahwa IHSG hari ini berpotensi mencoba break di atas level resistance kunci 8180. Namun, jika upaya tembus level tersebut gagal, IHSG berisiko kembali terkoreksi.
Kondisi pasar global yang menahan sinyal kepastian pemangkasan suku bunga lanjutan pada Desember oleh The Fed (meskipun rate cut 25 bps sudah inline) menambah ketidakpastian di pasar.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
60% Anak Muda Terkendala Modal Usaha
-
Produk Tembakau Alternatif Ramai Digunakan, Edukasi Jadi Sorotan
-
Konsep Baru Transmigrasi, Mentrans Dorong Apartemen dan Rumah Susun untuk Pendatang
-
Pengendalian Industri Tembakau Picu Menjamurnya Rokok Ilegal
-
Perempuan Jadi Korban Jika Industri Tembakau Tertekan
-
Pemadaman Bergilir Akibat Pemangkasan RKAB Batubara oleh Kementerian ESDM
-
Hitung-hitungan Kerugian Negara dari Peredaran Rokok Ilegal
-
418 Ribu Penumpang Nikmati Diskon Kapal Feri, Kuota Masih Tersedia
-
Ternyata Kemasan Rokok Polos Melanggar Aturan
-
Prabowo Bakal Luncurkan BBM Baru, Segini Harganya