- Purbaya menegaskan, kekhawatiran tersebut tidak berdasar dan pembangunan IKN, meskipun pendanaan APBN dikurangi, tidak akan berhenti.
- Menurut Purbaya, kondisi finansial IKN akan membaik seiring dengan pertumbuhan ekonomi nasional.
- Purbaya mengungkapkan, salah satu kunci keberlanjutan proyek IKN saat ini adalah peran sektor swasta.
Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bereaksi keras menanggapi sorotan media Inggris, The Guardian, yang memprediksi Ibu Kota Nusantara (IKN) terancam menjadi "kota hantu" di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Purbaya menegaskan, kekhawatiran tersebut tidak berdasar dan pembangunan IKN, meskipun pendanaan APBN dikurangi, tidak akan berhenti.
“Kalau kata saya (IKN) tidak akan jadi kota hantu. Jangan dengar prediksi orang (media) luar negeri, (mereka) itu sering salah,” ujar Purbaya usai Rapat Kerja bersama Komite IV DPD RI di Jakarta, Senin (20/10/2025).
Menurut Purbaya, kondisi finansial IKN akan membaik seiring dengan pertumbuhan ekonomi nasional. "Kalau perekonomian Indonesia sudah bagus, maka dana pemerintah akan banyak nanti. Jadi Anda tidak perlu takut," tegasnya.
Purbaya mengungkapkan, salah satu kunci keberlanjutan proyek IKN saat ini adalah peran sektor swasta. Pemerintah telah memberikan lampu hijau kepada sejumlah perusahaan swasta untuk memulai pembangunan hunian.
"Yang jelas, yang kita setujui adalah perusahaan swasta yang bangun rumah di sana. Harusnya sudah mulai jalan pembangunan rumahnya. Nanti baru kalau perlu tahun-tahun berikutnya ada dana pemerintah kita keluarkan lagi," jelas Purbaya, menekankan bahwa proyek IKN "masih jalan terus."
Sikap optimistis ini kontras dengan laporan The Guardian yang menyoroti penurunan pendanaan negara untuk IKN secara drastis pada tahun 2025. Media asing tersebut juga mencatat bahwa Presiden Prabowo belum mengunjungi IKN sejak menjabat dan terjadi pengunduran diri kepala serta wakil kepala Otorita IKN.
Di sisi lain, Otorita IKN telah menunjukkan sinyal percepatan. Kepala OIKN, Basuki Hadimuljono, memproyeksikan jumlah pekerja konstruksi akan melonjak hingga 20.000 orang untuk mengakselerasi pembangunan. Saat ini, sudah sekitar 7.000 pekerja konstruksi yang menetap di Hunian Pekerja Konstruksi (HPK).
Pembangunan IKN tahap kedua kini difokuskan pada pengembangan ekosistem Kawasan Legislatif dan Yudikatif pasca terbitnya Perpres Nomor 79 Tahun 2025. Tanda tangan kontrak untuk pembangunan kompleks perkantoran legislatif (anggaran Rp8,5 triliun) dan yudikatif (anggaran Rp3,1 triliun) dijadwalkan berlangsung pada akhir Oktober hingga November 2025.
Baca Juga: Meski Dunia Ketar-Ketir, Menkeu Purbaya Klaim Stabilitas Keuangan RI Kuat Dukung Pertumbuhan Ekonomi
Meskipun The Guardian mengutip pakar yang menyebut IKN sudah "kota hantu," Purbaya dan Basuki kompak membantah keraguan tersebut. Komitmen Presiden Prabowo untuk melanjutkan proyek ini, ditambah dengan masuknya investor swasta, diharapkan menjadi bantahan nyata terhadap prediksi negatif media internasional.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Dituding Ikut Demo Bayaran dan Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
Terkini
-
Begini Modus WNA Curi Emas di Wilayah Gunung Botak
-
Kemasan Rokok Polos Berisiko Gerus Penerimaan Negara hingga Puluhan Triliun
-
Patriot Bond Jadi Tempat Pencucian Uang, DPR: Insentif Menarik Investor
-
Berdampak ke Industri Kretek Lokal, Kemenperin Tolak Batas Tar dan Nikotin Rokok
-
Kok Bisa ESDM Seenaknya Stop Sementara Ekspor Batu Bara, Ini Alasannya
-
Siap-siap HGBT Murah, ESDM Mau Revisi Aturan
-
Emiten PGEO Andalkan ESG untuk Jaring Investor
-
Bank Mandiri Taspen Buka Tiga Posko Pengaduan Penipuan Investasi
-
Buah Komitmen, Pegadaian Borong Awards di Ajang Global Contact Center World Asia Pacific 2026
-
Biang Kerok IHSG Melorot 1,72% ke Level 5.896