-
Wall Street melonjak signifikan (Nasdaq +2,27%) dipimpin saham AI.
-
IHSG, yang kemarin mencatat net buy asing Rp103 Miliar, berpotensi menguat kembali hari ini.
-
Level support IHSG berada di 8320-8350, dengan level resist di 8450-8500.
Suara.com - Pasar modal global memulai awal pekan dengan sentimen yang sangat positif, menyusul perkembangan signifikan di Amerika Serikat (AS) dan rebound di kawasan Asia.
Lonjakan Wall Street dan penguatan bursa regional menjadi modal optimis bagi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang diproyeksikan akan kembali menguat pada perdagangan hari ini, Selasa (11/11/2025).
Pada perdagangan kemarin, Senin (10/11), IHSG ditutup sedikit melemah 0,04%. Namun, pelemahan tipis tersebut masih diimbangi oleh aksi net buy asing yang mencapai sekitar Rp103 miliar.
Saham-saham yang paling banyak diborong oleh investor asing adalah BREN, BMRI, BUMI, HRTA, dan FILM.
Indeks-indeks utama Wall Street ditutup menguat tajam pada akhir perdagangan Senin (10/11), didorong oleh kenaikan saham-saham sektor teknologi, khususnya yang berbasis Kecerdasan Buatan (AI), seiring adanya kemajuan signifikan Washington untuk mengakhiri penutupan pemerintahan (government shutdown).
Nasdaq Composite melonjak paling tinggi, naik 2,27%.
S&P 500 menguat 1,54%.
Dow Jones Industrial Average naik 0,81%.
Saham-saham teknologi besar menunjukkan rebound kuat, memulihkan kerugian yang sempat dialami. Saham Nvidia melonjak 5,8%, disusul perusahaan analitik data AI Palantir yang melesat 8,8%, dan Tesla naik 3,7%.
Indeks semikonduktor PHLX secara keseluruhan juga melonjak hingga 3%. Sentimen positif ini diperkuat oleh optimisme pasar yang tinggi, di mana probabilitas berakhirnya penutupan pemerintah AS minggu ini mencapai 88%.
Di sisi lain, saham-saham maskapai penerbangan mengalami tekanan setelah pemangkasan penerbangan dan ketidakhadiran staf trafik udara mengganggu perjalanan udara AS, tercermin dari penurunan saham United Airlines (-1,3%) dan American Airlines (-2,5%).
Baca Juga: IHSG Diproyeksi Menguat Hari Ini: Bursa Asia Melemah, Wall Street Was-was Saham AI
Bursa Asia Rebound Setelah Tekanan Pekan Lalu
Bursa saham Asia-Pasifik secara keseluruhan bergerak menguat pada perdagangan Senin (10/11), setelah sempat berada di bawah tekanan kekhawatiran valuasi saham AI pada pekan sebelumnya.
Investor di kawasan Asia juga mencermati rilis data inflasi China bulan Oktober, yang tercatat lebih tinggi dari perkiraan pasar.
Inflasi konsumen utama (CPI) China naik 0,2% Year-on-Year (YoY), melampaui ekspektasi 0%, sementara inflasi produsen (PPI) turun 2,1% YoY, sedikit lebih baik dari perkiraan 2,2%.
Penguatan di bursa Asia meliputi:
Korea Selatan: Indeks Kospi melesat paling tinggi, naik 3,02%, dan Kosdaq meningkat 1,32%.
Jepang: Indeks Nikkei 225 menguat 1,26%, dan Topix naik 0,56%.
Hong Kong & China: Indeks Hang Seng Hong Kong menguat 1,55%, dan CSI 300 China bertambah 0,35%.
Australia: Indeks S&P/ASX 200 naik 0,76%.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Tabur atau Bedak Padat Dulu? Panduan Makeup Flawless Tahan Lama
- 4 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Sesuai Review Pembeli
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- Aisyah Zakkiyah, Komisaris Baru PTPP yang Viral Punya Gaji dan Tunjangan Miliaran
- Bedak Tabur Apa yang Bikin Glowing dan Tahan Lama? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
-
Polri Tetapkan Febrie Adriansyah dan DR Tersangka Kasus Dugaan Korupsi serta TPPU
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
Terkini
-
Dari Pacific Place hingga Ritz-Carlton, Ini Deretan Properti Mewah Milik Tan Kian
-
Harga Cabai Turun, Daging Ayam dan Sapi Malah Naik di Pasar Tradisional
-
OJK Limpahkan Tersangka Kasus BPR SAWA ke Kejaksaan, Dugaan Kredit Bermasalah Tembus Rp5,8 Miliar
-
Siapa Tan Kian? Bos Pacific Place dan JW Marriott yang Kembali Jadi Sorotan
-
Kata Prabowo: Banyak Petani RI Liburan ke Luar Negeri!
-
Emiten Mark Dynamics Optimis Kinerja Kuartal I Tumbuh di Tengah Pemulihan Industri Sarung Tangan
-
Tan Kian Pernah Dikaitkan Kasus Asabri, Taipan Properti yang Viral Lelang Jam Rp106 Miliar
-
Kebijakan Baru Perdagangan Karbon Bikin Investor Kembali Melirik Indonesia, Ini Alasannya
-
Blackout, Apakah Terjadi Karena Korupsi Batu Bara?
-
Harga Minyak Naik 3 Persen Imbas Perang Iran-AS Kembali Memanas