- Investor asing menunjukkan minat tinggi terhadap saham BUMI sepanjang 10-14 November 2025.
- Minat asing terhadap BUMI ini dipicu oleh laporan keuangan Kuartal III-2025 perusahaan yang melampaui ekspektasi.
- Kinerja BUMI pada Kuartal III-2025 ditandai pendapatan naik menjadi US\$359 juta, didorong kuat oleh segmen batu bara.
Suara.com - Emiten PT Bumi Resources Tbk (BUMI) jadi salah satu yang paling banyak diminati oleh asing selama sepekan terakhir, periode 10 hingga 14 November 2025.
Dikutip via RTI pada Minggu (16/11/2025), investor asing mencatatkan transaksi beli bersih (net buy) yang signifikan pada saham BUMI, mencapai Rp 289,2 miliar di pasar reguler BEI.
Nilai pembelian bersih ini menempatkan saham yang dikendalikan oleh Grup Bakrie dan Grup Salim tersebut sebagai incaran asing terbesar ketiga dalam periode tersebut.
Secara umum, pembelian bersih pada BUMI hanya kalah besar dari saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) yang mencetak net buy Rp 445,1 miliar, dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dengan net buy sebesar Rp 431,3 miliar.
Aksi beli asing yang terfokus ini turut mendorong sentimen positif di pasar domestik. Dalam total transaksi pasar BEI, investor asing berhasil mencetak net buy keseluruhan senilai Rp 3,8 triliun dalam sepekan terakhir.
Angka ini merupakan kelanjutan dari net buy pekan sebelumnya yang mencapai Rp 3,45 triliun. Meskipun demikian, pada penutupan perdagangan Jumat (14/11/2025), investor asing sempat mencatatkan jual bersih (net sell) di seluruh pasar sebesar Rp 73,4 miliar.
Dengan demikian, total net sell asing sepanjang tahun berjalan (YTD) masih berada di angka Rp 34,4 triliun, menurut data resmi BEI.
Tingginya minat investor asing terhadap saham BUMI tidak terlepas dari laporan kinerja keuangan perusahaan pada Kuartal III-2025 yang dianggap sesuai bahkan melampaui konsensus analis.
Selama periode Juli hingga September 2025, Bumi Resources berhasil membukukan pendapatan sebesar US$ 359 juta.
Baca Juga: Bumi Berseru Fest 2025: Telkom Umumkan 42 Inovator Terbaik, Eco Produk sampai Teknologi Hijau
Angka ini menunjukkan peningkatan yang solid, naik 9,2% secara kuartalan (quarter-on-quarter/qoq) atau 8,6% secara tahunan (year-on-year/yoy).
Dengan demikian, akumulasi total pendapatan BUMI selama sembilan bulan pertama tahun 2025 (Januari-September) telah menyentuh angka US$ 1 miliar.
Pertumbuhan kinerja pada Kuartal III-2025 didorong kuat oleh segmen batu bara, yang memberikan kontribusi pendapatan sebesar US$ 854 juta, menunjukkan peningkatan 9,2% secara kuartalan.
Peningkatan ini dipicu oleh kenaikan harga jual rata-rata (ASP), meskipun volume penjualan batu bara dari anak perusahaan, Arutmin, tercatat sedikit menurun sebesar 3,8% qoq menjadi 5,1 juta ton.
Sementara itu, dari sisi laba bersih, BUMI mencatatkan US$ 9 juta pada Kuartal III-2025, yang melonjak signifikan sebesar 254,3% qoq.
Namun, jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, laba bersih ini terpangkas 76,3% yoy.
Berita Terkait
Terpopuler
- 9 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 9 HP Redmi RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan, Lancar Jaya Dipakai Multitasking
- Semurah Xpander Sekencang Pajero, Huawei-Wuling Rilis SUV Hybrid 'Huajing S'
- 5 Sepatu New Balance yang Diskon 50% di Foot Locker Sambut Akhir Tahun
- 5 Lem Sepatu Kuat Mulai Rp 3 Ribuan: Terbaik untuk Sneakers dan Bahan Kulit
Pilihan
-
Omon-omon Purbaya di BEI: IHSG Sentuh 10.000 Tahun Ini Bukan Mustahil!
-
Wajah Suram Kripto Awal 2026: Bitcoin Terjebak di Bawah $100.000 Akibat Aksi Jual Masif
-
Tahun Baru, Tarif Baru: Tol Bandara Soekarno-Hatta Naik Mulai 5 Januari 2026
-
Kutukan Pelatih Italia di Chelsea: Enzo Maresca Jadi Korban Ketujuh
-
4 HP Memori Jumbo Paling Murah dengan RAM 12 GB untuk Gaming Lancar
Terkini
-
Purbaya Bulka Peluang Tarik Pajak E-commerce 2026
-
Siap-siap! Menkeu Purbaya Kasih Sinyal IHSG Melesat ke 10.000
-
Bansos Beras 10 Kg Dipastikan Lanjut di 2026 untuk 18 Juta Penerima
-
Omon-omon Purbaya di BEI: IHSG Sentuh 10.000 Tahun Ini Bukan Mustahil!
-
Perdagangan Perdana 2026, Harga Minyak Dunia Naik Tipis
-
Wajah Suram Kripto Awal 2026: Bitcoin Terjebak di Bawah $100.000 Akibat Aksi Jual Masif
-
Kontribusi Pasar Modal Indonesia Tertinggal dari Negara Tetangga, Apa Penyebabnya?
-
Tahun Baru, Tarif Baru: Tol Bandara Soekarno-Hatta Naik Mulai 5 Januari 2026
-
Awal Tahun 2026, Rupiah Dibuka Keok Lawan Dolar Amerika Serikat
-
Pemilik Pagar Laut Tangerang yang Ramai Dibahas Pandji Pragiwaksono