- GoTo dan Grab menawarkan saham emas ke Danantara untuk mendapat restu merger.
- Tawaran ini menjadi kunci persetujuan merger, mengingat sensitivitas politik dan ekonomi.
- Tawaran saham minoritas kepada Danantara disertai dengan hak khusus atas cabang Indonesia dari entitas gabungan.
Suara.com - Mega-merger antara dua raksasa ride-sharing Asia Tenggara, GoTo Gojek Tokopedia dan Grab, memasuki babak baru yang sangat dramatis.
Dalam upaya memuluskan penyatuan bisnis di Indonesia, kedua perusahaan dikabarkan menawarkan ‘saham emas’ atau saham minoritas dengan hak khusus kepada Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara).
Tawaran ini menjadi kunci persetujuan merger, mengingat sensitivitas politik dan ekonomi dari entitas gabungan yang akan menguasai pasar gig economy Indonesia.
Menurut sumber yang dikutip Financial Times, tawaran saham minoritas kepada Danantara disertai dengan hak khusus atas cabang Indonesia dari entitas gabungan. Hak khusus ini mencakup hak bersuara pada isu-isu krusial seperti gaji pengemudi.
"Bisnis ini sarat dengan ketegangan politik karena Anda mempekerjakan begitu banyak orang dalam gig economy," kata sumber tersebut. "Anda ingin dekat dengan pemerintah." tambah sumber itu dikutip Jumat (14/11/2025).
Suara.com sudah mencoba menghubungi Managing Director Stakeholders Management BPI Danantara Rohan Hafas soal kabar tersebut, namun hingga berita diturunkan belum ada jawaban.
Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, membenarkan adanya rencana penggabungan ini, serta keterlibatan Danantara untuk merealisasikannya, meskipun skema merger atau akuisisi masih dicari bentuknya. Tujuan utama pemerintah adalah memastikan perusahaan tetap berjalan demi pelayanan yang lebih baik dan menjaga jutaan mitra ojek online yang kini dianggap sebagai 'pahlawan ekonomi'.
Isu merger ini memicu gejolak hebat di internal GOTO. Sejumlah investor kakap, termasuk SoftBank Group Corp, Provident Capital Partners, dan Peak XV, dikabarkan berupaya keras mengganti pucuk pimpinan GOTO, Direktur Utama Patrick Walujo.
Motif utama di balik upaya kudeta ini adalah penolakan Walujo terhadap rencana ambisius para pemegang saham untuk memuluskan merger dengan Grab. Kekhawatiran investor diperparah oleh kinerja pasar GOTO di bawah Walujo yang dinilai gagal, dengan nilai pasar perseroan yang merosot lebih dari 40 persen.
Baca Juga: SoftBank Sutradara Merger Dua Musuh Bebuyutan GoTo dan Grab
Kelompok investor besar ini bahkan dilaporkan telah menandatangani memo resmi kepada Dewan Direksi GOTO untuk segera menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), di tengah gejolak merger ini.
Merespons kabar panas ini, Direktur Legal GOTO, R. A. Koesoemohadiani, buru-buru menenangkan pasar, menegaskan bahwa RUPSLB yang diagendakan pada 25 November 2025 adalah rutin dan tidak berkaitan dengan rencana aksi korporasi apa pun, termasuk isu merger dengan Grab.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Xiaomi RAM 8 GB Termurah di Februari 2026, Fitur Komplet Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Pilihan HP RAM 16 GB Paling Murah, Penyimpanan Besar dan Performa Kencang
- 7 HP Murah Terbaru 2026 Buat Gaming: Skor AnTuTu Tinggi, Mulai Rp1 Jutaan!
- Baru! Viva Moisturizer Gel Hadir dengan Tekstur Ringan dan Harga Rp30 Ribuan
- 6 Tablet Murah dengan Kamera Jernih, Ideal untuk Rapat dan Kelas Online
Pilihan
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
-
Kabar Duka: Mantan Pemain Timnas Indonesia Elly Idris Meninggal Dunia
-
Cibinong Mencekam! Angin Kencang Hantam Stadion Pakansari Hingga Atap Rusak Parah
-
Detik-Detik Mengerikan! Pengunjung Nekat Bakar Toko Emas di Makassar
-
Lika-liku Reaktivasi PBI JK di Jogja, Antre dari Pagi hingga Tutup Lapak Jualan demi Obat Stroke
Terkini
-
IHSG Lanjutkan Tren Negatif di Sesi Pertama, 387 Saham Anjlok
-
Heboh! Nagita Slavina Bidik Saham VISI, Bosnya Bilang Lagi Tahap Nego
-
Purbaya Minta Publik Tak Banyak Protes MBG, Klaim Dibutuhkan Masyarakat
-
5 Rekomendasi Usaha Rumahan saat Ramadan, Modal Minim
-
Harga Pangan Nasional Hari Ini: Cabai Rawit Merah Kembali Sentuh Rp70 Ribu
-
Anak Buah Menkeu Purbaya Hijrah ke Danantara
-
Luhut: Ekonomi Tumbuh 5% Bukan Prestasi, Target 8% Harga Mati!
-
Buru Peluang Cuan! Pameran Franchise Terbesar IFBC 2026 Hadir di ICE BSD
-
BUMN Gelar Mudik Gratis 2026, Targetkan 100 Ribu Peserta
-
Saham BUMI Meroket, Aksi Borong Picu Kenaikan Harga Hari Ini