- OJK dorong kontribusi pasar modal terhadap PDB naik menjadi 72% pada 2025, namun masih lebih rendah dibanding negara tetangga.
- Peningkatan porsi investor ritel menjadi 50% pada 2025 meningkatkan urgensi penguatan perlindungan dari praktik transaksi tidak wajar.
- OJK bersama pemangku kepentingan fokus program strategis seperti peningkatan kualitas perusahaan tercatat dan transparansi kepemilikan.
Suara.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bakal terus mendorong kontribusi pasar modal ke pertumbuhan ekonomi Indonesia. Sebab, masih harus ada perbaikan di pasar modal agar tidak tertinggal.
Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Sireger, mengatakan kontribusi pasar saham terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) angkanya naik 72 persen di tahun 2025 dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 56 persen.
Namun, kontribusi itu masih kalah dengan negara tetangga.
"Sungguh kenaikan yang luar biasa. Sekalipun demikian, angka itu masih berada di bawah negara-negara di kawasan kita. Seperti India 140 persen, Thailand 101 persen, dan Malaysia 97 persen," kata Mahendra di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jumat (2/1/2026).
Kata dia, masih banyak ruang perbaikan yang harus dilakukan. Hal itu terlihat dari Indeks LQ45 yang berisi saham perusahaan-perusahaan terbesar dan menjadi rujukan investasi fund manager global maupun domestik hanya tumbuh 2,41 persen jauh di bawah kenaikan IHSG.
"Dari PDB mereka masing-masing. Yang artinya potensi pengembangan masih lebih besar lagi," bebernya.
Lebih lanjut, dia mengungkapkan, porsi investor retail pun meningkat dari 38 persen per akhir tahun 2024 menjadi 50 persen per akhir tahun 2025.
Apalagi, beberapa negara-negara lainnya lebih mengandalkan investor institusional dalam maupun luar negeri.
"Artinya semakin meningkatkan urgensi penguatan aspek perlindungan, termasuk melindungi investor retail dari praktik kemungkinan goreng menggoreng saham, transaksi tidak wajar serta bentuk kemungkinan manipulasi lainnya," bebernya.
Baca Juga: Alami Gagal Bayar, Ini Sanksi yang Diberikan OJK untuk Dana Syariah Indonesia
Dia menambahkan, OJK bersama seluruh pemangku kepentingan termasuk SRO berkomitmen mengimplementasikan berbagai program strategik yang difokuskan pada peningkatan integritas dan kedalaman pasar.
Antara lain, pertama peningkatan kualitas perusahaan tercatat melalui penyempurnaan kebijakan secara menyeluruh dari entry requirement.
Kedua peningkatan free float atau floating shares termasuk continuous free float. Terakhir yaitu meningkatkan transparansi ultimate beneficial owner sampai exit policy yang jelas.
"Dan untuk itu kami juga menyampaikan terima kasih kepada Ketua, Pimpinan, dan seluruh anggota Komisi XI yang memiliki komitmen kuat untuk melakukan hal ini guna meningkatkan pendalaman pasar," tandasnya.
Berita Terkait
-
OJK Optimis Kondisi Perbankan Indonesia Meningkat di Tahun 2026
-
2.263 Pinjol Ilegal Dibasmi! Ini Modus Penagihan Baru Debt Collector yang Harus Anda Waspadai
-
OJK Beberkan Update Kasus Gagal Bayar P2P Akseleran
-
Transformasi Makin Cepat, Potensi Ekonomi Digital Bisa Tembus 360 Miliar Dolar AS
-
Total 117.301 Rekening Ditutup Imbas Penipuan, Nilai Kerugian Tembus Rp8,2 Triliun
Terpopuler
- 9 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 9 HP Redmi RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan, Lancar Jaya Dipakai Multitasking
- Semurah Xpander Sekencang Pajero, Huawei-Wuling Rilis SUV Hybrid 'Huajing S'
- 5 Sepatu New Balance yang Diskon 50% di Foot Locker Sambut Akhir Tahun
- 5 Lem Sepatu Kuat Mulai Rp 3 Ribuan: Terbaik untuk Sneakers dan Bahan Kulit
Pilihan
-
Tahun Baru, Tarif Baru: Tol Bandara Soekarno-Hatta Naik Mulai 5 Januari 2026
-
Kutukan Pelatih Italia di Chelsea: Enzo Maresca Jadi Korban Ketujuh
-
4 HP Memori Jumbo Paling Murah dengan RAM 12 GB untuk Gaming Lancar
-
In This Economy: Banyolan Gen Z Hadapi Anomali Biaya Hidup di Sepanjang 2025
-
Ramalan Menkeu Purbaya soal IHSG Tembus 9.000 di Akhir Tahun Gagal Total
Terkini
-
Tahun Baru, Tarif Baru: Tol Bandara Soekarno-Hatta Naik Mulai 5 Januari 2026
-
Awal Tahun 2026, Rupiah Dibuka Keok Lawan Dolar Amerika Serikat
-
Pemilik Pagar Laut Tangerang yang Ramai Dibahas Pandji Pragiwaksono
-
IHSG Melesat di Awal Perdagangan 2026, Tembus Level 8.676
-
Pemulihan Dipacu, Warga Aceh Segera Tempati Hunian Sementara Berstandar Layak
-
Harga Emas Antam Merosot di Tahun Baru, Hari Ini Dipatok Rp 2.488.000 per Gram
-
Alami Gagal Bayar, Ini Sanksi yang Diberikan OJK untuk Dana Syariah Indonesia
-
Dana Syariah Indonesia Kena Sanksi OJK, Gimana Nasib Uang Lender?
-
Update Iuran BPJS Kesehatan Tiap Kelas Tahun 2026, Menkeu Buka Suara
-
Duo Aguan-Salim Perkuat Cengkeraman di PANI, Bagaimana Prospeknya?