Bisnis / Makro
Jum'at, 02 Januari 2026 | 10:38 WIB
Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Sireger di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jumat (2/1/2026). [Suara.com/Rina]
Baca 10 detik
  • OJK dorong kontribusi pasar modal terhadap PDB naik menjadi 72% pada 2025, namun masih lebih rendah dibanding negara tetangga.
  • Peningkatan porsi investor ritel menjadi 50% pada 2025 meningkatkan urgensi penguatan perlindungan dari praktik transaksi tidak wajar.
  • OJK bersama pemangku kepentingan fokus program strategis seperti peningkatan kualitas perusahaan tercatat dan transparansi kepemilikan.

Suara.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bakal terus mendorong kontribusi pasar modal ke pertumbuhan ekonomi Indonesia. Sebab, masih harus ada perbaikan di pasar modal agar tidak tertinggal.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Sireger, mengatakan kontribusi pasar saham terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) angkanya naik 72 persen di tahun 2025 dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 56 persen.

Namun, kontribusi itu masih kalah dengan negara tetangga.

"Sungguh kenaikan yang luar biasa. Sekalipun demikian, angka itu masih berada di bawah negara-negara di kawasan kita. Seperti India 140 persen, Thailand 101 persen, dan Malaysia 97 persen," kata Mahendra di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jumat (2/1/2026).

Kata dia, masih banyak ruang perbaikan yang harus dilakukan. Hal itu terlihat dari Indeks LQ45 yang berisi saham perusahaan-perusahaan terbesar dan menjadi rujukan investasi fund manager global maupun domestik hanya tumbuh 2,41 persen jauh di bawah kenaikan IHSG.

"Dari PDB mereka masing-masing. Yang artinya potensi pengembangan masih lebih besar lagi," bebernya.

Ilustrasi IHSG Bursa Efek Indonesia [Ist]

Lebih lanjut, dia mengungkapkan, porsi investor retail pun meningkat dari 38 persen per akhir tahun 2024 menjadi 50 persen per akhir tahun 2025.

Apalagi, beberapa negara-negara lainnya lebih mengandalkan investor institusional dalam maupun luar negeri.

"Artinya semakin meningkatkan urgensi penguatan aspek perlindungan, termasuk melindungi investor retail dari praktik kemungkinan goreng menggoreng saham, transaksi tidak wajar serta bentuk kemungkinan manipulasi lainnya," bebernya.

Baca Juga: Alami Gagal Bayar, Ini Sanksi yang Diberikan OJK untuk Dana Syariah Indonesia

Dia menambahkan, OJK bersama seluruh pemangku kepentingan termasuk SRO berkomitmen mengimplementasikan berbagai program strategik yang difokuskan pada peningkatan integritas dan kedalaman pasar.

Antara lain, pertama peningkatan kualitas perusahaan tercatat melalui penyempurnaan kebijakan secara menyeluruh dari entry requirement.

Kedua peningkatan free float atau floating shares termasuk continuous free float. Terakhir yaitu meningkatkan transparansi ultimate beneficial owner sampai exit policy yang jelas.

"Dan untuk itu kami juga menyampaikan terima kasih kepada Ketua, Pimpinan, dan seluruh anggota Komisi XI yang memiliki komitmen kuat untuk melakukan hal ini guna meningkatkan pendalaman pasar," tandasnya.

Load More