- JPMorgan Chase secara resmi memutus hubungan perbankan dengan Donald Trump pada Februari 2021, terungkap melalui dokumen persidangan.
- Dokumen ini menjadi bukti gugatan senilai US$5 miliar yang diajukan Trump, menuduh bank melakukan diskriminasi melanggar hukum.
- Bank tersebut berupaya memindahkan lokasi persidangan dari Miami ke New York karena afiliasi operasional kedua pihak.
Suara.com - Babak baru persidangan antara Presiden Donald Trump melawan raksasa perbankan JPMorgan Chase (JPM.N) mengungkap dokumen krusial.
Berdasarkan dokumen yang dirilis pada Jumat (20/2/2026), terungkap bahwa JPMorgan secara resmi memutus hubungan perbankan dengan Trump dan lini bisnis perhotelannya pada Februari 2021 silam.
Dokumen ini menjadi bukti utama dalam gugatan senilai US$5 miliar (sekitar Rp78 triliun) yang diajukan Trump terhadap bank terbesar di Amerika Serikat tersebut beserta CEO-nya, Jamie Dimon.
Isi Surat Penutupan Rekening yang Misterius
Dalam surat bertanggal 19 Februari 2021, JPMorgan memberitahukan penutupan rekening kepada Trump dan Trump Organization tanpa merinci alasan spesifik di balik keputusan tersebut.
Salah satu poin dalam surat itu hanya menyatakan bahwa pihak bank terkadang dapat "menentukan bahwa kepentingan klien tidak lagi terlayani dengan mempertahankan hubungan dengan J.P. Morgan Private Bank."
Keputusan "de-banking" ini terjadi tak lama setelah peristiwa kerusuhan di Capitol AS pada 6 Januari 2021.
Kala itu, gelombang pemutusan hubungan bisnis memang melanda Trump, mulai dari firma hukum hingga organisasi olahraga seperti PGA of America.
Tim hukum Donald Trump mengeklaim bahwa pengungkapan surat-surat ini adalah pengakuan yang fatal dari pihak bank. Juru bicara tim hukum Trump menyatakan bahwa JPMorgan telah secara sadar dan melanggar hukum melakukan aksi "de-banking" terhadap Trump, keluarganya, dan bisnisnya.
Baca Juga: Donald Trump Puji Presiden Prabowo di Pertemuan Perdana BoP: Sosok Pemimpin Tangguh
"Langkah ini telah menyebabkan kerugian finansial yang luar biasa," ujar juru bicara tersebut. Trump menuduh JPMorgan telah melanggar kebijakannya sendiri dengan menjadikannya target diskriminasi demi mengikuti "arus politik" saat itu.
Dilansir dari Reuters, JPMorgan menolak mentah-mentah tuduhan tersebut dan menganggap gugatan Trump tidak memiliki dasar hukum yang kuat (meritless).
Saat ini, JPMorgan tengah berupaya memindahkan lokasi persidangan dari Pengadilan Federal Miami ke New York.
Pihak bank berpendapat bahwa sengketa ini memiliki keterkaitan yang sangat kuat dengan New York, mengingat domisili operasional kedua belah pihak.
"Koneksi yang luar biasa besar antara perselisihan ini dengan New York memperkuat alasan pemindahan lokasi," tulis pihak bank dalam mosi hukumnya.
Hingga berita ini diturunkan, baik perwakilan JPMorgan maupun firma hukum Jones Day yang mewakili mereka belum memberikan komentar tambahan terkait perilisan dokumen sensitif tersebut.
Berita Terkait
-
Baru Sehari, Trump Naikkan Tarif Impor Semua Negara dari 10 Menjadi 15 Persen
-
Deal Prabowo-Trump! RI Tak Bisa Pajaki Google, Netflix Hingga Meta
-
Trump 'Ngamuk' Lagi! Tarif Global 10% Menanti, RI Mulai Pasang Kuda-kuda
-
Trump Beri Apresiasi Rencana Indonesia Kirim Pasukan Ke Gaza di Forum Perdana BoP
-
Mahkamah Agung AS Putuskan Tarif Trump Ilegal, Bagaimana Nasib Perjanjian Prabowo - Trump?
Terpopuler
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 5 Serum Penumbuh Rambut Terbaik untuk Rambut Menipis dan Area Botak
Pilihan
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
Terkini
-
Pertumbuhan Uang Beredar Agak Tersendat, April Hanya Rp 10.253,7 Triliun
-
Perkuat Layanan Maritim Energi Nasional, PTK Jalankan Kerja Sama STS Proyek FAME 2026
-
Bukan Harga, Konsumen RI Lebih Pilih Respon Cepat Saat Belanja
-
Program CSR Berdampak Positif, Pertamina Trans Kontinental Raih Indonesia Penghargaan Best CSR 2026
-
Pertamina Gandeng ERIA Percepat Pengembangan Transisi Energi Berkelanjutan
-
Dony Oskaria Jewer Manajemen PTPN Buntut Kasus Kakek Mujiran
-
Trump Klaim Kesepakatan Damai dengan Iran Hampir Rampung, Harga Minyak Melandai
-
Listrik Sumatera Padam, Begini Cara Ajukan Kompensasi Pelanggan PLN
-
Penerimaan Pajak Moncer di April 2026, Purbaya Klaim Berkat Coretax
-
Purbaya Akui Aturan DHE SDA Molor karena Banyak Pengusaha Lobi Istana