- Presiden Prabowo menegaskan kesiapan Indonesia menghadapi segala skenario ekonomi akibat kenaikan tarif impor global menjadi 15% oleh Presiden Trump.
- Pernyataan kesiapan tersebut disampaikan langsung di Washington DC pada Sabtu, 21 Februari 2026, sebagai respons kebijakan AS.
- Negosiasi perdagangan kedua negara telah menghasilkan kesepahaman saling menguntungkan, didukung minat investor terhadap prospek ekonomi Indonesia.
Suara.com - Di tengah memanasnya situasi perdagangan global pasca kebijakan terbaru Gedung Putih, Presiden RI, Prabowo Subianto menegaskan bahwa pemerintah Indonesia siap menghadapi berbagai skenario politik maupun ekonomi yang berkembang di Amerika Serikat (AS).
Pernyataan ini disampaikan Presiden Prabowo di Washington DC pada Sabtu (21/02/2026), menanggapi langkah agresif Presiden Donald Trump yang menaikkan bea masuk impor global menjadi 15 persen.
Langkah Trump tersebut diambil hanya berselang sehari setelah Mahkamah Agung AS membatalkan sebagian kebijakan tarif daruratnya.
Presiden Prabowo menekankan bahwa Indonesia memposisikan diri sebagai mitra yang menghormati proses politik internal negara lain, termasuk AS.
"Kita siap menghadapi semua kemungkinan. Kita hormati politik dalam negeri Amerika Serikat, kita lihat perkembangannya," ujar Presiden Prabowo sebagaimana keterangan tertulis dari Sekretariat Presiden yang diterima Minggu (22/02/2026).
Terkait fluktuasi kebijakan tarif—yang awalnya diprediksi berada di angka 10 persen namun kini melonjak menjadi 15 persen—Presiden menilai bahwa fondasi perundingan yang telah dibangun selama ini tetap memberikan posisi tawar yang menguntungkan bagi Indonesia.
Presiden Prabowo menyampaikan bahwa negosiasi perdagangan antara Indonesia dan Amerika Serikat telah melalui proses yang panjang namun berbuah positif.
"Kita bahas masalah perdagangan di antara dua negara. Perundingan sudah cukup lama, artinya ketemu saling menguntungkan, saling menghormati, saya kira bagus ya," tuturnya.
Prabowo yakin bahwa hubungan yang berlandaskan sikap saling menghormati akan menjadi kunci stabilitas ekonomi kedua negara di tengah kebijakan proteksionis yang diterapkan Trump melalui platform Truth Social.
Baca Juga: Trump Beri Apresiasi Rencana Indonesia Kirim Pasukan Ke Gaza di Forum Perdana BoP
Selain membahas isu tarif, kunjungan Presiden Prabowo ke Washington DC juga diwarnai dengan pertemuan bersama sejumlah pemimpin perusahaan investasi global.
Prabowo mengungkapkan bahwa para pelaku usaha internasional menunjukkan kepercayaan yang sangat tinggi terhadap prospek ekonomi Indonesia.
"Mereka menyampaikan sangat tertarik sama Indonesia, mereka confident (percaya diri), mereka lihat iklimnya membaik terus, mereka positif terhadap ekonomi kita," kata Presiden Prabowo.
Kebijakan Agresif Trump
Sebagai informasi, situasi di AS memang tengah dinamis. Presiden Donald Trump memilih jalan konfrontatif dengan menyebut putusan Mahkamah Agung yang membatalkan tarifnya sebagai tindakan "anti-Amerika".
Trump kemudian menggunakan celah hukum lain untuk menaikkan bea masuk menjadi 15 persen demi mempertahankan agenda ekonominya.
Meski demikian, Pemerintah Indonesia memastikan bahwa seluruh langkah diplomasi akan terus dikedepankan.
Berita Terkait
-
Surat Penutupan Rekening Donald Trump oleh JPMorgan Terungkap!
-
Baru Sehari, Trump Naikkan Tarif Impor Semua Negara dari 10 Menjadi 15 Persen
-
Survei Indekstat: Pengangguran Masih Jadi PR Utama Pemerintah Sejak Era Jokowi
-
Tembus 96 Persen! Wilayah Ini Jadi Pendukung Paling Loyal Prabowo-Gibran Menurut Survei Terbaru
-
Terpopuler: Harga Mobil Terancam Naik, HR-V Langka Raffi Ahmad Bikin Ngiler
Terpopuler
- 5 Sepatu Tanpa Tali 'Kembaran' Skechers Versi Murah, Praktis dan Empuk
- 6 Rekomendasi Sabun Mandi di Alfamart yang Wangi Semerbak dan Antibakteri
- Tembus Pelosok Bumi Tegar Beriman: Pemkab Bogor Tuntaskan Ratusan Kilometer Jalan dari Barat-Timur
- Bupati Kulon Progo Hapus Logo Geblek Renteng hingga Wajibkan Sekolah Pasang Foto Kepala Daerah
- Ahmad Sahroni Resmi Kembali Jabat Pimpinan Komisi III DPR, Gantikan Rusdi Masse
Pilihan
-
Jadwal Buka Puasa Bandar Lampung 21 Februari 2026: Waktu Magrib & Salat Isya Hari Ini
-
Siswa Madrasah Tewas usai Diduga Dipukul Helm Oknum Brimob di Kota Tual Maluku
-
Impor Mobil India Rp 24 Triliun Berpotensi Lumpuhkan Manufaktur Nasional
-
Jadwal Imsak Jakarta Hari Ini 20 Februari 2026, Lengkap Waktu Subuh dan Magrib
-
Tok! Eks Kapolres Bima AKBP Didik Resmi Dipecat Buntut Kasus Narkoba
Terkini
-
Profil PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI), Ini Pemilik Sahamnya
-
Kabar Terkini PNM Diambil Alih Negara, Danantara Jadi Penentu
-
Kapan Dividen BMRI Cair? Ini Bocorannya
-
Panduan Lengkap Penukaran Uang Baru di BRI, BCA dan BNI
-
Surat Penutupan Rekening Donald Trump oleh JPMorgan Terungkap!
-
Baru Sehari, Trump Naikkan Tarif Impor Semua Negara dari 10 Menjadi 15 Persen
-
Lalamove Tebar BHR dan Jaminan Sosial buat Mitra Driver
-
Deal Prabowo-Trump! RI Tak Bisa Pajaki Google, Netflix Hingga Meta
-
Modal Rp300 Ribu, Wanita Ini Sukses Bangun Pilar Ekonomi Keluarga
-
Trump 'Ngamuk' Lagi! Tarif Global 10% Menanti, RI Mulai Pasang Kuda-kuda