Bisnis / Keuangan
Minggu, 22 Februari 2026 | 09:37 WIB
Bank Mandiri. (Dok: Bank Mandiri)

Suara.com - Bagi anda yang tengah menunggu dividen PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) ada info baru. Pasca capaian laba bersih tahun buku 2025 yang melampaui ekspektasi pasar, teka-teki mengenai besaran keuntungan yang akan dibagikan kepada pemegang saham mulai terkuak.

Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VI DPR RI pada Rabu (18/2/2026), Direktur Utama Bank Mandiri, Riduan, memberikan sinyal kuat bahwa perseroan akan mempertahankan tradisi pembagian laba yang royal.

Estimasi Nilai: Payout Ratio Diprediksi 78%

Bocoran utama mengenai dividen BMRI terletak pada Dividend Payout Ratio (DPR). Riduan mengindikasikan bahwa persentase laba yang dikhususkan untuk dividen tidak akan jauh bergeser dari tahun sebelumnya.

Sebagai pengingat, pada tahun buku 2024, Bank Mandiri menyetor dividen sebesar Rp43,51 triliun atau setara dengan 78% dari total laba bersih. 

Dengan laba bersih konsolidasi tahun 2025 yang mencapai Rp56,3 triliun (tumbuh tipis 1% secara tahunan), maka secara nominal nilai dividen per saham berpotensi lebih besar dibandingkan tahun lalu.

Kapan Dividen BMRI Cair?

Meskipun tanggal pasti belum diputuskan, berikut adalah estimasi lini masa berdasarkan siklus tahunan perseroan:

RUPS Tahunan: Besaran resmi dividen biasanya ditetapkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang dijadwalkan berlangsung pada Maret atau April 2026.

Baca Juga: ADRO Tetapkan Kurs Konversi Dividen Interim 2025, Investor Terima Duit Jumbo

Pembayaran: Setelah disetujui dalam RUPS, dividen umumnya akan cair ke rekening dana nasabah (RDN) pemegang saham sekitar satu bulan setelah tanggal Rapat.

Analisis Fundamental: Laba Lampaui Konsensus

Kinerja BMRI sepanjang 2025 terbilang mumpuni di tengah dinamika ekonomi global. Pada kuartal IV-2025 saja, Bank Mandiri meraup laba bersih Rp18,6 triliun, melonjak 35% (yoy).

Analis MNC Sekuritas, Victoria Venny, menyebut perolehan ini jauh di atas ekspektasi konsensus pasar (110% dari estimasi). Kekuatan BMRI terletak pada:

  • Pertumbuhan Kredit: Melaju 13% (yoy), didominasi segmen korporasi yang tumbuh 23%.
  • Kualitas Aset: Rasio kredit bermasalah (NPL) terjaga sangat rendah di level 1,1%.
  • Ekosistem Digital: Monetisasi aplikasi Livin’ menjadi mesin pendapatan non-bunga yang tumbuh 14,5% menjadi Rp48,5 triliun.

Analisis dan Target Harga Saham

Melihat prospek pembagian dividen yang stabil dan fundamental yang kuat, sejumlah sekuritas memberikan rekomendasi positif:

Indo Premier Sekuritas: Merekomendasikan BUY dengan target harga Rp6.400. Mereka memprediksi laba 2026 akan naik lagi ke angka Rp58,7 triliun.

MNC Sekuritas: Mematok target harga Rp6.050 dengan valuasi P/E 8,1 kali, yang dinilai masih cukup murah (di bawah rata-rata historis 10 tahun).

Corporate Secretary BMRI, Adhika Vista, menambahkan bahwa perseroan tetap waspada terhadap ketidakpastian global dan terus memperkuat manajemen risiko guna menjaga fundamental tetap solid.


DISCLAIMER: Artikel ini disusun berdasarkan pernyataan manajemen Bank Mandiri per Februari 2026 dan riset analis sekuritas. Keputusan final mengenai nilai dan jadwal dividen sepenuhnya bergantung pada hasil keputusan RUPS mendatang.

Kontributor : Rizqi Amalia

Load More