Suara.com - Kejaksaan Agung (Kejagung) saat ini tengah gencar mengusut kasus dugaan tindak pidana korupsi dengan modus memperkecil kewajiban pembayaran perpajakan perusahaan atau wajib pajak, yang terindikasi terjadi dalam rentang waktu 2016 hingga 2020.
Dalam pengusutan kasus ini, Kejagung telah melakukan penggeledahan di kediaman salah satu pihak yang terkait, yakni Ken Dwijugiasteadi, mantan Direktur Jenderal Pajak (DJP) periode 2016–2017, yang namanya kini masuk dalam daftar pencegahan ke luar negeri.
Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Anang Supriatna, sebelumnya menyatakan bahwa pihaknya menemukan adanya indikasi suap dalam program tax amnesty yang dijalankan oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
Modusnya, pejabat Kemenkeu diduga menerima suap guna memperkecil biaya pajak yang seharusnya dibayarkan oleh wajib pajak saat mengakses program tax amnesty tersebut.
Pencekalan oleh Imigrasi, yang diajukan oleh Kejagung, tidak hanya berlaku untuk Ken Dwijugiasteadi. Total lima orang dicekal terkait penyidikan ini:
Ken Dwijugiasteadi: Mantan Direktur Jenderal Pajak (DJP).
Victor Rachmat Hartono: Direktur Utama PT Djarum.
Karl Layman: Pemeriksa Pajak Muda pada Kanwil DJP Jakarta Selatan I.
Heru Budijanto Prabowo: Konsultan pajak.
Baca Juga: Rekam Jejak Jeffry Simatupang, Mundur sebagai Pengacara Helwa Bachmid untuk Melawan Habib Bahar
Bernadette Ningdijah Prananingrum: Kepala Kantor Pelayanan Pajak Pratama Madya Semarang.
Profil Ken Dwijugiasteadi
Ken Dwijugiasteadi adalah pria kelahiran Malang, Jawa Timur, pada tahun 1957. Ia dikenal memiliki latar belakang pendidikan yang spesifik dan relevan dengan bidang perpajakan:
Sarjana Ekonomi (1983): Ken menamatkan pendidikan sarjana ekonomi dari Universitas Brawijaya (UB) di Malang.
Master Tax Auditing (1991): Ia melanjutkan studi masternya dengan fokus Master of Science in Tax Auditing di Opleidings Institute Financien, Den Haag, Belanda.
Perjalanan karier Ken di lingkungan Kemenkeu terbilang panjang, dimulai dari bawah sejak 1983:
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Bedak Apa yang Bisa Menghilangkan Flek Hitam? Ini 5 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- 4 Toko Online Terpercaya untuk Beli Sepatu Lari di Indonesia, Dijamin Original
Pilihan
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
-
Polri Tetapkan Febrie Adriansyah dan DR Tersangka Kasus Dugaan Korupsi serta TPPU
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
Terkini
-
Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
-
Harga Pangan Nasional: Cabai dan Bawang Merah Turun, Daging Ayam Ras Naik
-
Gurita Bisnis Tan Kian, Taipan Properti yang Diperiksa dalam Korupsi Batu Bara
-
Pengamat Ibrahim: Kasus KUR Jember Bukan Kesalahan Bank Penyalur, tetapi Ulah Collection Agent
-
IPO RANS Dihadiri Haji Isam Hingga Boy Thohir, Ini Daftar Pemegang Sahamnya
-
Mini Soccer Fun Match Jadi Ajang Bulog Perkuat Kolaborasi dengan Stakeholder Ketahanan Pangan
-
Prabowo Sebut Banyak BUMN Mau Dijual ke Asing: PT PAL, PT Pindad dan PTDI Dibunuh
-
Produksi Pupuk Petrokimia Gresik Tembus 2,7 Juta Ton pada Semester I 2026
-
IHSG Terkoreksi, BEI Sebut Justru Jadi Peluang Investasi Jangka Panjang
-
Panasonic Tampilkan Solusi Modern Living & Building Terintegrasi di IndoBuildTech Expo 2026