- CEO Binance, Richard Teng, menyatakan koreksi Bitcoin serupa volatilitas kelas aset global lainnya.
- Penurunan harga Bitcoin dikaitkan dengan aksi investor melakukan penghindaran risiko serta mengurangi utang .
- Volatilitas Bitcoin historis telah menurun seiring adopsi, meskipun saat ini masih lebih tinggi dari S&P 500.
Suara.com - CEO bursa kripto raksasa Binance, Richard Teng, baru-baru ini memberikan pandangan menenangkan di tengah koreksi tajam harga Bitcoin (BTC).
Teng berpendapat bahwa volatilitas yang dialami Bitcoin saat ini sejajar dengan yang terlihat pada sebagian besar kelas aset utama di pasar keuangan global.
Dalam sebuah diskusi media di Sydney, Jumat (21/11/2025), Teng menjelaskan bahwa semua kelas aset pasti melalui siklus dan tingkat volatilitas yang berbeda.
"Apa yang Anda lihat ini tidak hanya terjadi pada harga kripto," klaimnya, dikutip via Tradingview, pada Jumat (21/11/2025).
Teng juga mengaitkan penurunan harga Bitcoin baru-baru ini dengan aksi investor yang mengurangi utang (deleveraging) dan penghindaran risiko (risk aversion).
Menurutnya, perilaku ini sejalan dengan tren yang terjadi di sebagian besar kelas aset utama. "Saat ini, terjadi sedikit penghindaran risiko (risk off) dan deleveraging," ujarnya.
Perlu dicatat, data CoinMarketCap menunjukkan harga Bitcoin saat ini diperdagangkan sedikit di atas US$82.000 atau tepatnya 82.268,44 dolar AS saat artikel ini ditulis,
Harga ini turun hampir 35% dari level tertinggi sepanjang masanya (ATH) pada 6 Oktober 2025 di atas US$126.000.
Total kapitalisasi pasar kripto global kini berada di US$2,84 triliun.
Baca Juga: Bearish Bitcoin: Harga BTC Bisa Turun ke US$67.000 Meski Ada Sentimen Positif
Meskipun terjadi penurunan, Teng menyoroti bahwa harga Bitcoin saat ini masih lebih dari dua kali lipat harga perdagangannya pada tahun 2024.
"Selama 1,5 tahun terakhir, sektor kripto telah berkinerja sangat, sangat baik, jadi tidak terduga jika orang-orang mengambil untung (profit taking)," jelas Teng.
Ia memandang koreksi yang terjadi sebagai dinamika pasar yang positif.
"Konsolidasi apa pun sebenarnya sehat untuk industri, agar industri dapat mengambil jeda, menemukan pijakannya," tambahnya.
Klaim Richard Teng bahwa volatilitas Bitcoin tidak lebih tinggi dari sebagian besar kelas aset mayor lain cukup menarik, mengingat pandangan umum yang berlaku di pasar.
Data menunjukkan, volatilitas historis Bitcoin yang tadinya "astronomis" memang terus menurun seiring dengan peningkatan adopsi dan likuiditasnya. Sebuah penelitian dari 21Shares pada September lalu menunjukkan bahwa volatilitas tahunan Bitcoin mencapai puncaknya di 181% pada tahun 2013, namun kini telah turun hingga serendah 23% pada tahun ini.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
Pilihan
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
Terkini
-
Negosiasi AS-Iran Buntu, Harga Minyak Dunia Membara: Sinyal Bahaya buat BBM Nasional?
-
Kolaborasi Telkom dan Media Hadirkan Sinergi Lintas Industri untuk Inovasi AI di Lingkungan Kampus
-
Dari Kilang hingga Minyak, Ini Isi Diplomasi Energi Prabowo ke Rusia
-
Pentingnya SKU: Cara Mengurus Surat Keterangan Usaha dan Keuntungannya bagi UMKM
-
KKP Dorong Nelayan Jualan Online, Peluang Cuan dari E-Commerce Terbuka Lebar
-
Emas Antam Lagi Meroket, Harganya Dibanderol Rp 2,86 Juta per Gram
-
BI Intervensi di Pasar Valas, Rupiah Berdarah-darah ke Level Rp17.124
-
Semua Melesat, Saham Taipan Prajogo Pangestu Jadi Penyelamat IHSG
-
Sinyal Dialog AS - Iran Redam Lonjakan Harga Minyak Dunia
-
IHSG Meroket, Efek Saham-saham Prajogo Pangestu Diborong Asing?