-
Harga minyak stabil di Asia setelah turun 3% pekan lalu, dengan Brent di USD 62,45/barel dan WTI di USD 57,91/barel.
-
Pasar menunggu dampak ganda: potensi perdamaian Rusia-Ukraina bisa tingkatkan pasokan, sementara sanksi AS pada perusahaan minyak Rusia menahan harga.
-
Ketidakpastian pasokan global menjadi kunci fluktuasi harga, mencerminkan sensitifitas pasar terhadap geopolitik dan sanksi ekonomi
Suara.com - Harga minyak dunia dilaporkan stabil di perdagangan Asia, usai mengalami penurunan yang signifikan sekitar 3 persen pada pekan lalu.
Harga minyak yang stabil disebabkan dua faktor yang sedang dinantikan pasar, yakni upaya perdamaian Rusia-Ukraina, dan sanksi Amerika Serikat (AS kepada perusahaan minyak Rusia.
Mengutip dari Investing.com, harga minyak mentah Brent pada Senin (24/11/2025) turun tipis sebesar 0,2 persen menjadi 62,45 Dolar AS per barel.
Sedangkan minyak mentah West Texas Intermediate turun 0,3 persen menjadi 57,91 Dolar AS per barel.
Stabilnya harga minyak mentah tersebut, dipicu dua faktor yang saling bertolak belakang.
Pertama, pasar menantikan perdamaian antara Rusia dengan Ukraina yang difasilitasi AS.
Dilaporkan AS dan Ukraina telah menyepakati kerangka kerja perdamaian dengan Rusia yang telah diperbarui dan disempurnakan.
Jika kesepakatan damai, disebut dapat memicu peningkatan pasokan minyak mentah dari Rusia ke pasar global.
Meningkatnya pasokan itu dikhawatirkan dapat memperburuk situasi kelebihan pasokan global saat ini, sehingga diproyeksikan harga yang tertekan dapat berlanjut.
Baca Juga: Sepakat dengan Purbaya, Mendag Tegaskan Bayar Pajak Tak Bisa Jadikan Impor Pakaian Bekas Legal
Sementara di satu sisi, pasar menantikan sanksi AS kepada dua perusahaan minyak Rusia, Rosneft, dan Lukoi yang berlaku mulai 21 November lalu.
Dengan sanksi diberikan dapat mengganggu distribusi minyak Rusia ke pasar global, yang merupakan salah satu produsen terbesar di dunia.
Ketidakpastian pasokan akibat sanksi ini memberikan sedikit dukungan harga.
"Perkembangan terkait potensi perjanjian damai penting bagi pasar minyak, terutama di tengah ketidakpastian yang signifikan mengenai dampak sanksi yang baru-baru ini dijatuhkan terhadap Rosneft dan Lukoil Rusia," tulis analis ING.
"Jelas, kesepakatan damai meningkatkan kemungkinan pencabutan sanksi, atau setidaknya tidak ditegakkan secara ketat," tutupnya.
Berita Terkait
-
Neraca Dagang Surplus Terus Selama 64 Bulan, Bank Indonesia : Ekonomi Indonesia Makin Kuat
-
Pasar China Menggoda, Tapi RI Mesti Waspada
-
Surplus Dagang Tembus 5 Tahun Lebih, RI Makin Untung Lawan AS dan India
-
Inflasi dan Neraca Perdagangan Dorong Rupiah Perkasa Lawan Dolar AS Hari Ini
-
KVB Berkunjung ke Suara.com, Tawarkan Keunggulan Aplikasi dan MetaTrader 5
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
Terkini
-
Rusia Raup 'Durian Runtuh' Rp 325 Triliun dari Perang Iran Vs AS-Israel
-
IHSG Gaspol Terus, Melonjak ke Level 7.700 Pagi Ini
-
Emas Antam Lompat Tinggi Jadi Rp 2.893.000/Gram, Cek Daftar Harganya
-
Perkuat Ekosistem Digital, BRI Life Insurance Andalkan Modi
-
Perlindungan Investor RI Masih Lemah, SIPF Minta Suntikan APBN
-
Cabai Turun Tajam hingga 10%, Harga Beras Justru Naik Tipis Hari Ini
-
Harga Emas Antam Naik Hari Ini, Galeri 24 dan UBS Ikutan Meroket di Pegadaian
-
Fakta-fakta Buyback ASLC, Harga Sahamnya Masih Tertahan di Level Rp70
-
BEI Cabut Suspensi Saham MSIN dan ASPR, Cek Jadwal Perdagangannya!
-
Bank Indonesia Sebut Ekonomi Indonesia Dipandang Positif Investor Global, Apa Buktinya?