- PT Abadi Lestari Indonesia (RLCO), eksportir sarang walet, akan IPO pada 8 Desember 2025, menargetkan dana Rp105 miliar.
- RLCO telah bertransformasi dari ekspor sarang mentah menjadi produsen produk kesehatan konsumen berbasis protein.
- Dana IPO akan dialokasikan untuk modal kerja dan penyertaan modal anak usaha untuk pembelian bahan baku.
Suara.com - Perusahaan eksportir sarang burung walet, PT Abadi Lestari Indonesia, dengan kode saham RLCO, bersiap mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui penawaran umum perdana (Initial Public Offering/IPO).
Perseroan menjadwalkan IPO berlangsung pada 8 Desember 2025, dengan masa penawaran awal (book building) yang dimulai hari ini, 24 hingga 26 November 2025.
Mengutip laman resmi E-IPO, RLCO menawarkan 625 juta saham, yang setara dengan 20% dari total modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO.
Saham tersebut ditawarkan dalam kisaran harga Rp150 hingga Rp168 per saham. Melalui aksi korporasi ini, RLCO berpotensi menghimpun dana segar sekitar Rp105 miliar. Samuel Sekuritas Indonesia bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek.
Awalnya, RLCO dikenal sebagai perusahaan yang fokus pada ekspor sarang burung walet mentah. Namun, kini perseroan telah bertransformasi menjadi salah satu pemain kunci di industri kesehatan konsumen.
Perseroan menyesuaikan diri dengan perubahan preferensi masyarakat dan kebutuhan kesehatan dengan memperluas bisnisnya menjadi produsen produk superfood melalui entitas anak.
Portofolio usaha RLCO kini sangat beragam, mencakup minuman sarang burung walet, kaldu ayam tinggi protein, suplemen kolagen, serta berbagai inovasi nutrisi berbasis protein yang mendukung energi harian, pemulihan, hingga vitalitas jangka panjang.
Perusahaan ini membidik segmen konsumen kelas menengah ke atas yang terus tumbuh, yang merupakan penentu prospek jangka panjang industri makanan dan kesehatan premium.
Alokasi Dana IPO: Fokus pada Bahan Baku dan Ekspansi Anak Usaha
Baca Juga: Aliran Modal Asing Rp 2,29 Triliun Deras Masuk ke RI pada Pekan ke-3 November, Ke Mana Saja?
RLCO berencana mengalokasikan seluruh dana yang dihimpun dari IPO untuk dua kebutuhan utama terkait bahan baku:
- Modal Kerja (56,33%): Sekitar 56,33% dana akan digunakan sebagai modal kerja, khususnya untuk pembelian bahan baku sarang burung walet.
- Penyertaan Modal (43,67%): Sisanya, sekitar 43,67%, akan disalurkan sebagai penyertaan modal kepada entitas anak, PT Realfood Winta Asia, yang juga akan digunakan untuk pembelian bahan baku.
Dalam menjalankan perdagangannya, RLCO memiliki jaringan ekspor yang terstruktur. Ekspor produk olahan ke pasar Cina dilakukan langsung oleh perseroan, sementara ekspor ke negara non-Cina dijalankan melalui entitas anak.
Prospek Saham
RLCO menilai prospek industri sarang burung walet cukup kuat.
Meskipun nilai ekspor sarang burung walet Indonesia pada 2024 mencapai US$551,56 ribu, turun 12,9% dari rekor 2023, penurunan ini lebih mencerminkan normalisasi setelah lonjakan permintaan global dan penyesuaian stok importir, bukan pelemahan fundamental.
Secara historis, capaian 2024 tetap berada pada level tinggi, menandakan industri memasuki 2025 dengan fondasi yang solid.
Di sisi lain, pasar suplemen domestik menunjukkan penguatan. Pada 2024, penjualan produk kesehatan di marketplace mencapai Rp10,7 triliun, dengan suplemen makanan berkontribusi sekitar 55%.
Tren wellness dan diet detox menjadi pendorong utama, seiring meningkatnya minat terhadap gaya hidup sehat, imunitas, hingga manajemen berat badan.
Permintaan untuk suplemen alami dan produk “beauty from within” seperti kolagen, vitamin C, dan produk olahan modern berbasis sarang burung walet juga terus menguat.
Berita Terkait
-
IHSG Melesat Betah di Level 8.400 pada Awal Sesi Senin, Apa Saja Saham yang Cuan?
-
BMRI Mau Buyback Saham Rp1,17 Triliun, Analis Bilang Begini
-
Daftar Saham Masuk MSCI Pekan Ini, KLBF dan ICBP Terpaksa Turun Kasta
-
Technical View IHSG dan Rekomendasi Saham Hari Ini, BUMI Masih Layak Dibeli?
-
Laba BRMS Diprediksi Melejit, Target Harga Saham Meningkat
Terpopuler
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
- Danantara Sumberdaya Indonesia Batal Beroperasi Penuh, Pemerintah Mundurkan Skema Ekspor SDA di 2027
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
Pilihan
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
Terkini
-
Kanwil DJP Intensif Penagihan Aktif, Nunggak Pajak Rekening Bisa Diblokir?
-
Rupiah Melemah Terus-menerus Akibat Kebijakan Pemerintah
-
Taipan RI Berharta Rp243 T Justru Gadai Saham Demi Dapat Utang Bank
-
Alasan Rekening Warga Senilai Rp330 Miliar Tiba-tiba Diblokir Dirjen Pajak
-
Segini Penyertaan Modal Awal BUMN Danantara Sumberdaya Indonesia
-
MSCI Bekukan Rebalancing, Begini Nasib Saham GOTO
-
Emiten BCIC Sulap Tabungan Nasabah Jadi Aksi Konservasi Mangrove dan Laut
-
Tak Cuma Pembangkit, Transmisi Disebut Kunci Cegah Blackout Sumatra
-
Dua Kali Purbaya Kebobolan Soal APBN, Sapi Kurban Prabowo dan Motor Listrik MBG
-
Investor Jepang: Indonesia Hadapi Kemandekan Ekonomi yang Berbahaya