- Data BPN menunjukkan pergerakan harga pangan bervariasi; cabai merah keriting naik signifikan menjadi Rp 55.048 per kilogram.
- Beberapa komoditas lain seperti daging sapi, telur ayam, dan tepung terigu mengalami kenaikan harga sangat tipis hari ini.
- Menteri Perdagangan meninjau stabilitas harga pangan di Bandung jelang Nataru, mengamati beberapa komoditas stabil meski cabai naik.
Suara.com - Rata-rata harga pangan nasional menunjukkan pergerakan yang bervariasi hari ini. Berdasarkan data Badan Pangan Nasional (BPN) yang dihimpun dari zona pasar seluruh Indonesia, sejumlah komoditas mengalami kenaikan, sementara beberapa lainnya justru turun tipis.
Kenaikan tertinggi hari ini tercatat pada cabai merah keriting, yang harganya naik menjadi Rp 55.048 per kilogram. BPN melaporkan harga komoditas tersebut naik Rp1.078 atau sekitar 2 persen, menjadikannya komoditas dengan lonjakan paling signifikan.
Harga daging sapi murni juga bergerak naik meski tidak terlalu besar. Rata-rata nasional menunjukkan angka Rp 135.661 per kilogram, atau naik Rp 409 setara 0,3 persen dibandingkan hari sebelumnya. Kenaikan ini menambah tekanan pada harga pangan hewani menjelang masa liburan akhir tahun.
Untuk kelompok cabai lainnya, BPN mencatat cabai rawit merah ikut mengalami kenaikan harga. Komoditas tersebut hari ini berada di angka Rp 44.980 per kilogram, naik Rp 359 atau sekitar 0,8 persen, menunjukkan tren kenaikan moderat.
Komoditas perikanan juga terdampak fluktuasi. Ikan kembung naik menjadi Rp 43.396 per kilogram, atau bertambah Rp 590 setara 1,38 persen. Kenaikan ini menandai pergerakan harga yang cukup terasa bagi konsumen di beberapa wilayah.
Harga telur ayam ras yang menjadi salah satu komoditas paling sensitif bagi rumah tangga juga ikut bergerak naik. BPN mencatat harga rata-rata mencapai Rp 30.451 per kilogram, naik Rp 59 atau sekitar 0,19 persen, menunjukkan kenaikan sangat tipis.
Kenaikan harga juga terlihat pada tepung terigu kemasan. Komoditas tersebut kini berada di kisaran Rp13.006 per kilogram, atau naik Rp 69 setara 0,53 persen, menandai pergerakan kecil tetapi konsisten dalam beberapa pekan terakhir.
Sementara itu, beberapa komoditas justru mengalami penurunan. Minyakita turun tipis menjadi Rp 17.379 per liter, atau berkurang Rp 78 setara 0,45 persen.
Harga bawang merah juga mengalami penurunan cukup terasa. BPN mencatat harga rata-rata hari ini berada di Rp 39.484 per kilogram, turun Rp 362 atau sekitar 0,91 persen, melanjutkan tren penurunan yang terjadi pekan ini.
Baca Juga: Mendag Temukan Harga Cabai Naik Jelang Nataru
Komoditas cabai merah besar turut turun menjadi Rp 53.256 per kilogram, atau berkurang Rp 615 setara 1,14 persen. Penurunan ini terjadi saat cabai keriting justru naik cukup tinggi, menunjukkan dinamika berbeda antarjenis cabai.
Adapun ikan bandeng tercatat mengalami penurunan harga menjadi Rp 35.059 per kilogram, atau turun Rp 359 setara 1,01 persen, menjadikannya salah satu komoditas perikanan yang bergerak turun hari ini.
Sebelumnya, Menteri Perdagangan Budi Santoso menyampaikan kondisi harga sejumlah barang kebutuhan pokok (bapok) terkini menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru (Nataru) 2026.
Hal ini ia sampaikan usai meninjau Pasar Cihapit, Kota Bandung, Jawa Barat. Di pasar itu, Budi menyebut harga bapok masih relatif stabil.
Ia memastikan pemerintah terus mengawasi ketersediaan pasokan agar harga tetap terkendali di masa permintaan meningkat.
"Secara keseluruhan harga bagus. Nanti kita terus berkoordinasi dengan wali kota, asosiasi, dan pemasok supaya harga tetap stabil, terutama menjelang Natal dan Tahun Baru," tegas Mendag Busan saat meninjau Pasar Cihapit, Kamis (20/11/2025).
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
-
Darurat Judi Online! OJK Blokir 31.382 Rekening Bank, Angka Terus Meroket di Awal 2026
Terkini
-
Realisasi Konsumsi Listrik 2025 Tembus 108,2 Persen dari Target
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kementerian PU Percepat Pembangunan Huntara di Aceh Tamiang, 7 Blok Rampung untuk 84 KK
-
Purbaya Yakin MBG Paling Cepat Habiskan Anggaran di Awal 2026
-
Beban Impor LPG Capai 8,4 Juta Ton, DME Diharapkan Jadi Pengganti Efektif
-
Defisit APBN 2025 Hampir 3 Persen, Purbaya Singgung Danantara hingga Penurunan Pajak
-
Target IHSG Tembus 10.000, OJK: Bukan Tak Mungkin untuk Dicapai
-
Krisis Air Bersih Jadi Rem Pemulihan Ekonomi Pascabanjir Sumatera
-
Purbaya: Tahun Ini IHSG 10.000 Enggak Susah-susah Amat
-
Krakatau Steel Jaminkan Aset Senilai Rp 13,94 Triliun ke Danantara