- Kominfo menetapkan PT Telemedia Komunikasi Pratama dan PT Eka Mas Republik sebagai pemenang lelang frekuensi 1,4 GHz.
- Pemenang diwajibkan melunasi Biaya Hak Penggunaan spektrum frekuensi dalam waktu sepuluh hari kerja.
- Tujuan lelang ini adalah mendukung penyediaan layanan internet cepat dan terjangkau bagi masyarakat Indonesia.
Suara.com - Kementerian Komunikasi dan Digital (Kom komdigi) melalui Tim Seleksi Pengguna Pita Frekuensi Radio 1,4 GHz telah meresmikan dua perusahaan sebagai pemenang lelang frekuensi untuk Layanan Akses Nirkabel Pitalebar (Broadband Wireless Access/BWA) tahun 2025.
Penetapan pemenang ini menjadi langkah penting Pemerintah dalam upaya menghadirkan layanan internet cepat dan terjangkau bagi masyarakat.
Dua perusahaan yang ditetapkan sebagai pemenang adalah PT Telemedia Komunikasi Pratama dan PT Eka Mas Republik.
Keputusan penetapan ini bersifat final dan mengikat, sesuai dengan Keputusan Menteri Komunikasi dan Digital Nomor 489 Tahun 2025.
Pemenang dan Nilai Penawaran
Berikut adalah rincian pemenang lelang frekuensi 1,4 GHz berdasarkan pengumuman dari Direktorat Jenderal Infrastruktur Digital Komkomdigi pada Senin (24/11):
1. PT Telemedia Komunikasi Pratama (TKP) yang dimiliki oleh PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI), yang juga dikenal dengan merek Surge.
Regional: Regional I
Nilai Penawaran: Rp403.764.000.000,00 (Empat ratus tiga miliar tujuh ratus enam puluh empat juta rupiah).
Baca Juga: Komdigi Kaji Rencana Verifikasi Usia via Kamera di Roblox, Soroti Risiko Privasi Data Anak
Status: Ditetapkan sebagai Peringkat Kesatu pada Regional I.
2. PT Eka Mas Republik (EMR), anak usaha PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) yang merupakan bagian dari Sinarmas Group.
Regional: Regional II
Nilai Penawaran: Rp300.888.000.000,00 (Tiga ratus miliar delapan ratus delapan puluh delapan juta rupiah).
Status: Ditetapkan sebagai Peringkat Kesatu pada Regional II.
Regional: Regional III
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
Terkini
-
Emas Antam Lompat Tinggi Jadi Rp 2.893.000/Gram, Cek Daftar Harganya
-
Perkuat Ekosistem Digital, BRI Life Insurance Andalkan Modi
-
Perlindungan Investor RI Masih Lemah, SIPF Minta Suntikan APBN
-
Cabai Turun Tajam hingga 10%, Harga Beras Justru Naik Tipis Hari Ini
-
Harga Emas Antam Naik Hari Ini, Galeri 24 dan UBS Ikutan Meroket di Pegadaian
-
Fakta-fakta Buyback ASLC, Harga Sahamnya Masih Tertahan di Level Rp70
-
BEI Cabut Suspensi Saham MSIN dan ASPR, Cek Jadwal Perdagangannya!
-
Bank Indonesia Sebut Ekonomi Indonesia Dipandang Positif Investor Global, Apa Buktinya?
-
Bahlil Diminta Kaji Wacana Penghentian Restitusi Pajak Sektor Tambang
-
Putusan KPPU Soal Pindar Tuai Polemik, Investor Fintech Disebut Bisa Hengkang