- Harga berbagai komoditas pangan strategis nasional mengalami pergerakan harga menurun hari ini menurut data Badan Pangan Nasional.
- Penurunan signifikan terjadi pada kelompok cabai, bawang, minyak goreng, daging ayam, serta seluruh jenis beras yang terpantau.
- Hanya komoditas cabai rawit merah yang mencatat kenaikan harga tipis dibandingkan dengan data perdagangan sebelumnya.
Suara.com - Harga sejumlah komoditas pangan kembali bergerak turun pada perdagangan hari ini berdasarkan data rata-rata nasional dari Badan Pangan Nasional (BPN).
Penurunan terjadi pada banyak komoditas strategis, terutama kelompok cabai, bawang, minyak goreng, hingga beras.
Harga cabai merah keriting tercatat Rp 53.395 per kilogram, turun Rp 1.548 atau sekitar 2,82 persen dibandingkan hari sebelumnya.
Penurunan juga tampak pada cabai merah besar yang dibanderol Rp 51.832, anjlok Rp 615 atau 5,23 persen, menjadi salah satu komoditas dengan koreksi terdalam.
Komoditas bawang juga menunjukkan tren serupa. Bawang merah turun menjadi Rp 39.896 atau melemah Rp 464 (-1,15 persen).
Kemudian bawang putih bonggol kini berada di level Rp 36.050, turun cukup signifikan yakni Rp 840 (-2,28 persen).
Pada kelompok protein hewani, daging sapi murni berada di harga Rp 134.820 dan turun Rp 318 (-0,24 persen).
Sedangkan daging ayam ras turun lebih dalam ke Rp 37.956, merosot Rp 481 atau sekitar 1,25 persen.
Penurunan juga terjadi pada komoditas perikanan. Ikan kembung saat ini dihargai Rp 42.663 setelah turun Rp 196 (-0,46 persen). Sementara ikan bandeng turun Rp 425 menjadi Rp 34.830 (-1,21 persen).
Baca Juga: Harga Cabai Makin Pedas Hari Ini, Rata-rata Alami Kenaikan
Di sektor kebutuhan pokok lainnya, harga telur ayam ras ikut terkoreksi ke Rp 30.290 setelah turun Rp 241 atau sekitar 0,79 persen.
Dua jenis tepung terigu — curah dan kemasan — kompak turun Rp180, masing-masing menjadi Rp 9.537 dan Rp 12.678.
Komoditas minyak goreng pun tidak luput dari penurunan. Minyak goreng kemasan turun Rp 278 menjadi Rp 20.643, sementara minyak goreng curah turun Rp 384 ke Rp 17.148.
Produk Minyakita juga terkoreksi Rp 351 menjadi Rp 17.117.
Untuk beras, seluruh jenis menunjukkan pelemahan harga. Beras medium turun Rp 160 menjadi Rp 13.342, beras premium turun Rp 95 menjadi Rp 15.435, dan beras SPHP berada di angka Rp 12.444 setelah turun Rp 28 atau 0,22 persen.
Di antara seluruh komoditas, yang mengalami kenaikan adalah cabai rawit merah, yang bergerak naik tipis Rp 251 menjadi Rp 46.007 atau 0,55 persen.
Berita Terkait
-
Jelang Idul Adha: Stok Pangan Aman, Harga Terkendali? Cek Fakta di Lapangan!
-
Bos Antam "Happy" di Tengah Ketidakpastian Ekonomi, Naiknya Harga Komoditas Jadi Berkah
-
Sekjen Kemendagri Dorong Pemda Kerja Sama dengan Daerah Penghasil: Jaga Harga Pangan
-
Gelombang Susulan Tarif Trump: Ekonomi RI di Ambang Ketidakstabilan
-
Harga Ayam, Beras, Hingga Bawang Merah Melonjak Tinggi Selama Ramadan-Lebaran
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
- 5 Moisturizer Mengandung SPF untuk Pagi Hari, Melembapkan dan Mencerahkan Kulit
Pilihan
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
Terkini
-
Dolar 'Cekik' UMKM: Harga Kedelai Tembus Rp545 Ribu, Perajin Tahu Tempe Terpaksa 'Sunat' Ukuran
-
Putra SBY Jadi Bos Komite Kereta Cepat, Purbaya, Rosan hingga Nusron Wahid Jadi Anak Buah
-
Influencer hingga Selebgram Tak Bisa Lagi Nikmati Pajak UMKM 0,5%
-
Aturan Pajak Purbaya Makin Ketat, PP Baru Siap Kuras Kantong UMKM Beromzet Miliaran
-
Tok! Pemerintah Coret Influencer dan Selebgram dari Daftar PPh Final UMKM 0,5 Persen
-
Rupiah Terus Terpuruk, Djarot PDIP: Rakyat Desa Tak Pakai Dolar tapi Harga Sembako Melambung Tinggi!
-
BTN Kucurkan Kredit Rp1,5 Triliun ke Pindad, Sokong Produksi Maung MV3 Hingga Amunisi
-
Rupiah Sekarat Menuju Rp18.000: Kebijakan BI Dinilai Terlambat Jinakkan Bom Waktu Fiskal dan Global
-
Sindir Jakarta Sibuk Urus IHSG, Andi Widjajanto: Di Jogja Kami Mikir Republik!
-
Harga Kakao Melonjak Tajam Efek Selat Hormuz Ditutup, Kemendag Rilis Patokan Baru