- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaitkan penurunan aksi demonstrasi dengan perbaikan pertumbuhan ekonomi Indonesia.
- Purbaya menempatkan dana pemerintah Rp 276 triliun ke Himbara untuk memicu optimisme dan pertumbuhan ekonomi lokal.
- Peningkatan indeks keyakinan konsumen ini diharapkan dapat menekan aksi unjuk rasa serta mencapai target pertumbuhan 6 persen.
Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa percaya diri kalau aksi demonstrasi atau unjuk rasa akan berkurang jika pertumbuhan ekonomi Indonesia membaik.
Mulanya, Menkeu Purbaya memaparkan survei soal Indeks Keyakinan Konsumen terhadap Kinerja Pemerintah yang dinilainya menggambarkan sistem politik di Indonesia.
Ia menyebut kalau kondisi ekonomi Indonesia tengah melambat sejak Juni hingga September. Akibatnya, indeks masyarakat turun selama periode tersebut.
"Itu menggambarkan ketidakpuasan masyarakat ke kita semua. Bukan ke saya, bukan kami saja, tapi ke semuanya," kata Purbaya saat Rapat Kerja Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dengan Komisi XI DPR RI pada Kamis (28/11/2025).
Dampak dari ketidakpuasan itu adalah masyarakat kerap kali aksi demo di jalan. Purbaya menilai apabila Pemerintah tidak melakukan sesuatu, negara dalam keadaan berbahaya.
"Bukan DPR saja, Pemerintah juga utamanya," lanjut dia.
Setelah menggantikan Sri Mulyani dan dilantik jadi Menkeu pada September 2025 lalu, Purbaya memutuskan untuk menempatkan dana Pemerintah sebesar Rp 200 triliun yang ditambah Rp 76 triliun ke Himpunan Bank Negara (Himbara).
Bendahara Negara berpandangan kalau itu berhasil memicu optimisme masyarakat serta pertumbuhan ekonomi lokal.
"Sehingga ketika mereka disuruh beli lagi, di bulan Oktober sudah naik ke level yang tinggi, di bulan November level yang ini, 118. Ini boleh dibilang level tertinggi sepanjang sejarah ini," klaim Purbaya.
Baca Juga: Tingkatkan Ekonomi Masyarakat, Pegadaian dan Universitas Halu Oleo Berdayakan Pandai Besi Binongko
"Artinya, atas dukungan Komisi XI, restu pak Presiden untuk menaruh uang Rp 200 triliun dan me-manage keuangan kita lebih baik, itu saja sudah bisa men-trigger pertumbuhan ekonomi dan membalik arah ekonomi kita, menimbulkan momentum pertumbuhan ekonomi yang baru. Sehingga masyarakat sudah puas lagi dengan sistem atau kebijakan yang ada," bebernya lagi.
Purbaya menekankan kalau Pemerintah mesti menjaga momentum perbaikan ekonomi ini agar tidak hilang demi menciptakan pertumbuhan yang lebih tinggi lagi.
Lebih lanjut Purbaya menyebut, apabila masyarakat puas ke Pemerintah sekarang, seharusnya aksi unjuk rasa akan lebih sedikit di masa depan. Ia juga menargetkan pertumbuhan ekonomi bisa mencapai 6 persen di tahun 2026.
"Ketika masyarakat puas ke pemerintah seperti sekarang, harusnya demo akan lebih sedikit ke depan, dan pemerintah bersama DPR tentunya bisa memfokuskan untuk menciptakan pertumbuhan yang lebih cepat, fokus menjalankan program-program yang sudah disetujui oleh DPR untuk memastikan kita bisa menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat. Kalau yang kita bisa jaga sih tahun depan kita bisa tumbuh 6 persen dengan tidak terlalu sulit," jelasnya.
Tag
Berita Terkait
-
Tingkatkan Ekonomi Masyarakat, Pegadaian dan Universitas Halu Oleo Berdayakan Pandai Besi Binongko
-
Riset CORE Sebut Ekonomi RI Bisa Lebih Buruk di 2026, Apa Pemicunya
-
Forum Ekonomi KB Bank Hadirkan Tokoh Nasional Bahas Arah Ekonomi dan Investasi Jelang 2026
-
Tak Kesal, Tapi Ancaman Purbaya Bekukan Bea Cukai Seperti Era Orba Tetap Berlaku Sampai...
-
Airlangga Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Capai 5,6 Persen, Kalah Optimistis dari Purbaya
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
Terkini
-
Investor Masa Bodoh dengan Perang, Wall Street Terus Meluncur Naik
-
Transformasi SDM, Layanan Logistik RI Mulai Berstandar Global
-
Negosiasi Pasokan BBM dan LPG dari Rusia, Menteri ESDM: Hasilnya Memuaskan
-
Pasar Modal Lebih Sehat dan Kredibel Berkat Reformasi OJK
-
Ketahanan Ekonomi Indonesia Raih Pengakuan Internasional di Tengah Ujian Geopolitik
-
IHSG Terus Menguat Bukti Reformasi Pasar Modal OJK Berbuah Manis
-
Reformasi OJK Sukses Tingkatkan Transparansi Pasar Modal Indonesia
-
Berlayar Sampai ke Pulau Sumbawa, Pertamina Pastikan Kompor Warga Tetap Menyala
-
Pertamina Sebaiknya Segera Naikkan Harga BBM Nonsubsidi, Awas Merugi
-
PT PGE dan PT PLN IP Sepakati Tarif Listrik, PLTP Lahendong Bottoming Unit Mulai Operasi 2028