- Kementerian Perindustrian akan menerapkan konsep eco-industrial park di lima kawasan industri melalui kerja sama dengan UNIDO (2026–2030).
- Lima kawasan percontohan tersebut meliputi Batamindo, MM2100, KIIC Karawang, Medan, dan Deltamas sebagai katalis transformasi hijau nasional.
- Program ini bertujuan mengakselerasi transformasi industri hijau nasional untuk mencapai target Net Zero Emissions dan daya saing global.
Suara.com - Lima kawasan industri di Indonesia dipastikan bakal menerapkan konsep eco-industrial park sebagai bagian dari pengembangan kawasan industri hijau. Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyebut penerapan konsep tersebut menjadi bagian dari kerja sama lanjutan dengan United Nations Industrial Development Organization (UNIDO) melalui program Indonesia–UNIDO Programme for Country Partnership (IUPCP) 2026–2030.
Program ini merupakan kelanjutan dari Indonesia–UNIDO Country Programme (IUCP) 2021–2025 yang sebelumnya telah menghasilkan sejumlah capaian, mulai dari peningkatan daya saing industri hingga adopsi teknologi hijau. Melalui fase baru kerja sama ini, pemerintah berharap percepatan kawasan industri ramah lingkungan bisa berjalan lebih sistematis.
Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza mengatakan kerja sama tersebut menjadi langkah penting dalam transformasi industri nasional.
“Indonesia sedang mempercepat transformasi industri hijau sebagai jalur utama menuju Net Zero Emissions 2060, bahkan untuk NZE sektor manufaktur dipercepat menjadi 2050 untuk dan memastikan daya saing industri di pasar global rendah karbon,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (27/11/2025).
"Program seperti Global Eco Industrial Parks Programme (GEIPP) dan Global Greenchem Innovation and Network Programme (GGINP) telah memberikan dampak nyata bagi sektor industri dalam periode 2021–2025," lanjutnya.
Dalam pertemuan yang dipimpin jajaran eksekutif UNIDO, termasuk Deputy to the Director General Ciyong Zou, pemerintah memaparkan lima kawasan industri yang menjadi pilot project konsep eco-industrial melalui program GEIPP fase kedua, yakni Batamindo, MM2100, KIIC Karawang, Kawasan Industri Medan, dan Deltamas.
Kemenperin menilai penerapan konsep ini di lima lokasi tersebut dapat menjadi katalis percepatan kawasan industri hijau di level nasional. Selain membangun sistem manajemen lingkungan, program ini juga diharapkan mendorong efisiensi energi, pengelolaan limbah lebih baik, serta peningkatan daya saing kawasan.
Faisol menyampaikan bahwa cakupan program kerja sama dengan UNIDO akan diperluas pada periode 2026–2030. “
“Finalisasi Program 2026–2030 akan memperkuat dukungan teknis UNIDO di Indonesia, tidak hanya dalam integrasi standardisasi, sertifikasi, dan penguatan ekosistem industri hijau, tetapi juga dalam memperkuat hilirisasi, rantai suplai global, transformasi digital, pengembangan kapasitas SDM, serta pengembangan kewilayahan secara menyeluruh,” jelasnya.
Baca Juga: Insentif Industri Otomotif? Menperin Agus Bilang Oke, Menko Airlangga: Enggak Perlu!
Kemenperin juga tengah menyiapkan Eco-Industrial Park (EIP) Center di Pusat Industri Digital 4.0 untuk mendukung pengembangan konsep tersebut. EIP Center dirancang menjadi ruang inkubasi, pusat keunggulan, serta tempat berbagi praktik pengelolaan kawasan industri berwawasan lingkungan.
Dalam kesempatan tersebut, Indonesia dan UNIDO turut membahas peluang kolaborasi lain, termasuk melalui BRICS Center for Industrial Competencies (BCIC) yang berfokus pada penguatan SDM, ekonomi sirkular, dan digitalisasi industri.
Faisol menilai transformasi industri hijau diperlukan agar sektor manufaktur tetap kompetitif dalam pasar global yang semakin menuntut standar rendah emisi. Ia juga berharap wilayah penerapan program dapat diperluas ke luar Pulau Jawa agar manfaatnya bisa dirasakan lebih merata.
Kemenperin saat ini ikut memfinalisasi regulasi untuk mendukung transformasi kawasan industri hijau, mulai dari standardisasi hingga sertifikasi.
“Melalui kolaborasi dengan UNIDO, Indonesia ingin memastikan bahwa transisi industri hijau memberikan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan bagi masyarakat serta dunia usaha,” pungkasnya.
Tag
Berita Terkait
-
Wamenprin Sebut Investor Siap Merelokasi Pabrik Bajanya ke RI, Pengusaha Menjerit: Jangan Pro Asing!
-
Kemenperin: Subsidi Motor Listrik Diumumkan Agustus, Anggaran Berkurang
-
SUN Energy dan Bekasi Power kembangkan PLTS dukung Eco Industrial Park
-
Pabrik Nikel PT GNI Asal China yang Diresmikan Jokowi Terancam Tutup Total
-
Dear Apple, Ini Bukti dari Kemenperin Kalau Pabrik Lokal Mampu Produksi Smartphone!
Terpopuler
- Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
- 3 HP Murah Samsung Terlaris Global Q1 2026: Mulai Sejutaan, Kamera Sudah OIS
Pilihan
-
Terbukti Korupsi! Immanuel Ebenezer 'Noel' Dijatuhi Hukuman 4,5 Tahun dan Denda Rp200 Juta
-
Purbaya Bantah Kabar Akan Dicopot dari Kursi Menteri Keuangan
-
Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
-
Wamen Imipas Silmy Karim Ditahan KPK, Terborgol Pakai Rompi Oranye Usai Drama Menyerahkan Diri
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
Terkini
-
3 Aturan yang Bisa Bikin IHT Bangkrut Menurut Para Buruh
-
Jakarta dan Bali 100 Persen Teraliri Listrik, Bagaimana Nasib Wilayah Lainnya?
-
Ekspor Satu Pintu Mulai Jalan, Ini Daftar Tugas-tugas Danantara Sumberdaya Indonesia
-
Penyebab Rupiah Terus Merosot, Nilai Tukarnya Rp18.066 per Dolar Hari Ini
-
Update Harga Pangan: Cabai dan Daging Murah, Minyak Goreng Melonjak Naik
-
Data Center Terisi Penuh Sebelum Operasi, Telkom Percepat Ekspansi Kapasitas NeutraDC di Batam
-
Telkom Luncurkan AIcosystem, Siap Garap Peluang AI di Berbagai Sektor Industri
-
Pelemahan Rupiah ke Rp 18.000 Ikut Ancam Industri Minuman Kemasan RI
-
Rupiah Tertahan di Rp18.018, Ketegangan Global dan UU P2SK Masih Menekan
-
Kata Toko Ritel Mewah Milik Djarum Soal Kehadiran Kopdes Merah Putih