- PT KAI membongkar tiga direksi PT KCI, termasuk Dirut Asdo Artivianto diganti Mochamad Purnomosidi, pada Jumat (28/11/2025).
- Rotasi jabatan ini terjadi pasca kasus viral hilangnya tumbler penumpang KRL milik Anita pada Senin (24/11/2025).
- Kabar pemecatan petugas KAI bernama Argi dibantah; KAI menyebut pergantian direksi hanyalah rotasi rutin.
Suara.com - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI membongkar jajaran Direksi PT KAI Commuter Indonesia (KCI). Setidaknya, ada tiga yang dicopot yaitu Direktur Utama, Direktur Operasi dan Pemasaran serta Direktur Keuangan dan Administrasi KCI.
Adapun, Direktur Utama sebelumnya diduduki oleh Asdo Artivianto, namun digeser oleh Mochamad Purnomosidi. Sebelumnya, Purnomosidi menjabat sebagai Executive Presiden LRT Jabodebek.
"Betul, kemarin ada pergantian Direktur Utama, Direktur Operasi dan Pemasaran serta Direktur Keuangan dan Administrasi PT KCI," VP Public Corporate Secretary KAI Commuter Karina Amanda saat dihubungi Suara.com, Jumat (28/11/2025).
Karina membantan, perombakan jajaran direksi ini imbas adanya kasus viral soal tumbler penumpang KRL atau Commuter Line yang hilang.
"Ini merupakan rotasi rutin saja mas dan tidak terkait dengan masalah hilangnya barang penumpang ya," tegasnya.
Kasus Tumbler Hilang
Media sosial diramaikan dengan berita mengenai kabar seorang petugas PT Kereta Api Indonesia (KAI) yang diduga dipecat setelah tumbler salah satu penumpang hilang.
Kabar viral ini bermula dari unggahan seorang wanita bernama Anita yang curhat soal pengalamannya yang baru saja kehilangan barang di KRL yang sempat dinaikinya.
Melalui akun threadnya @anitadewI, wanita tersebut menjelaskan kronologi kejadian tersebut melalui sebuah utas.
Baca Juga: KAI Bantah Pecat Pegawai dalam Kasus Hilangnya Botol Minum di Kereta Commuter Line
“Tumbler Tuku-ku GONE atas ketidak tanggung jawab petugas KAI,” tulis Anita mengawali utasnya dikutip dari akun Instagram @fakta.indo pada Kamis (27/11/2025).
Anita menceritakan saat itu ia menaiki KRL jurusan Tanah Abang-Rangkasbitung pada Senin (24/11/2025) sekitar pukul 19.00 WIB.
Ia kemudian turun di Stasiun Rawa Buntu sekitar pukul 19.40 WIB. Saat itu, ia menyadari bahwa barang bawaannya berupa cooler bag itu tertinggal di gerbong khusus wanita.
Anita pun memutuskan untuk melaporkan kejadian tersebut pada petugas stasiun. Setelah menjelaskan detail barangnya yang hilang, petugas pun langsung mendindaklanjuti laporan kehilangan tersebut.
Tak menunggu waktu lama, barang penumpang tersebut akhirnya ditemukan dan berhasil diamankan oleh petugas KAI.
Anita lalu diinstruksikan untuk mengambil barangnya tersebut di Stasiun Rangkasbitung.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
Pilihan
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
Terkini
-
Riset Danareksa: Ekonomi Indonesia Tetap Tangguh di Kuartal I, Ditopang Konsumsi Rumah Tangga
-
Telkom dan PGN Perkuat Ekosistem Green Digital Infrastructure Terintegrasi Bersama Mitra Global
-
ADB Proyeksi Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,2 Persen di 2026
-
Penerimaan Pajak dari MBG Cuma 3-5 Persen, Setara Rp 10,05 T hingga Rp 16,75 T
-
Toko Online Dibanjiri Produk China, Purbaya Mau Tarik Pajak E-commerce Pertengahan 2026
-
Negosiasi Buntu, Iran ke AS: Rasakan Harga Bensin Kalian!
-
Komitmen Nyata BRI Group, Sinergi Holding UMi Perkuat Fondasi Ekonomi Masyarakat
-
Purbaya Kesal Restitusi Pajak 2025 Tembus Rp 360 Triliun, Duga Ada Kebocoran
-
OJK Sebut Banyak Orang Mulai Malas Bayar Cicilan Pindar
-
Karpet Merah Family Office di Bali: Ambisi Prabowo, Warisan Luhut, dan Kiblat Abu Dhabi