- Waka Komisi X DPR RI, Esti Wijayati, menyoroti dampak serius banjir di Aceh, Sumut, dan Sumbar terhadap dunia pendidikan.
- Esti mendesak pemerintah memberikan kebijakan khusus berupa dispensasi atau penundaan pembayaran biaya sekolah/kuliah.
- Ia juga meluncurkan program "BISA MAKAN" menyediakan makanan gratis bagi mahasiswa terdampak di Yogyakarta.
Suara.com - Wakil Ketua Komisi X DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, MY Esti Wijayati, menyoroti dampak serius bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat terhadap dunia pendidikan.
Sebagai pimpinan komisi yang membidangi sektor pendidikan, Esti mendesak pemerintah pusat maupun daerah untuk mengeluarkan kebijakan khusus guna meringankan beban peserta didik yang terdampak bencana.
Ia meminta adanya kelonggaran terkait biaya pendidikan.
"Kami berharap pemerintah dapat memberikan dispensasi atau penundaan pembayaran uang sekolah maupun uang kuliah bagi peserta didik yang terdampak,” tegas MY Esti Wijayati kepada wartawan, Sabtu (29/11/2025).
"Kebijakan ini penting untuk meringankan beban keluarga yang sedang berjuang memulihkan kondisi," katanya menambahkan.
Sebelumnya, Esti juga menyampaikan rasa keprihatinan mendalam atas musibah yang terjadi secara meluas tersebut.
Ia mendoakan ketabahan bagi para warga yang kini tengah menghadapi situasi sulit.
"Atas nama pribadi dan sebagai Wakil Ketua Komisi X DPR RI, saya menyampaikan rasa duka yang sedalam-dalamnya kepada seluruh masyarakat yang terdampak bencana banjir. Semoga para korban diberikan kekuatan, dan kondisi di lapangan segera membaik,” ujarnya.
Selain mendorong kebijakan dispensasi biaya sekolah, Esti juga melakukan aksi konkret dengan membuka program "BISA MAKAN".
Baca Juga: Penyebab Banjir Sumatera, Cuaca Ekstrem atau Eksploitasi Alam Berlebihan?
Program ini menyediakan makan gratis bagi mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan di Yogyakarta, namun berasal dari daerah-daerah terdampak banjir dan tanah longsor di Sumatera.
Bantuan ini dikhususkan bagi mahasiswa asal Kabupaten Pidie, Aceh Besar, Pidie Jaya, Aceh Tamiang, Aceh Tenggara, Aceh Barat, Subulussalam, Bireuen, Lhokseumawe, Aceh Timur, Langsa, Bener Meriah, Gayo Lues, Aceh Singkil, Aceh Utara, dan Aceh Selatan (Provinsi Aceh).
Kemudian mahasiswa asal Kabupaten Sibolga, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, dan Tapanuli Selatan (Provinsi Sumatera Utara), serta Kabupaten Padang Pariaman, Agam, dan Pasaman Barat (Provinsi Sumatera Barat).
Esti berharap inisiatif ini dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar mahasiswa perantauan selama masa pemulihan di kampung halaman mereka.
Ia pun mengajak semua pihak untuk memperkuat solidaritas.
“Semoga bantuan dari berbagai elemen dapat mempercepat proses pemulihan masyarakat di wilayah terdampak,” pungkasnya.
Berita Terkait
-
Viral Banjir Sumatera Bawa Ribuan Kayu Gelondongan, DPR Desak Pemerintah Bentuk Tim Investigasi
-
Polri Kerahkan Pesawat CN295 dan Fokker 50 Kirim 6 Ton Bantuan ke Wilayah Bencana di Sumatera
-
Penyebab Banjir Sumatera, Cuaca Ekstrem atau Eksploitasi Alam Berlebihan?
-
Prabowo Bicara Soal Bencana Pulau Sumatera, Singgung Kerusakan Lingkungan dan Pembabatan Hutan
-
Prabowo Jawab Desakan Status Bencana Nasional Banjir Bandang Sumatera
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
Pilihan
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
-
Akun RHB Sekuritas Milik Wadirut Dijebol, Ada Transaksi Janggal 3,6 Juta Saham BOBA
-
Danantara Janji Bangkitkan Saham Blue Chip BUMN Tahun Ini
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
Terkini
-
Kerry Riza Ajak Masyarakat Lihat Perkaranya Berdasarkan Fakta Bukan Fitnah
-
Dugaan Korupsi Minyak Mentah: Saksi Bantah Ada Kontrak Sebut Tangki BBM OTM Jadi Milik Pertamina
-
Menuju JFSS 2026, Pemerintah dan Kadin Sepakat Ketahanan Pangan Jadi Prioritas Nasional
-
Aceh Tamiang Dapat 18 Rumah Rehabilitasi, Warga Bisa Tinggal Tenang
-
Usai di Komdigi, Massa Demo Datangi Polda Metro Jaya Minta Usut Kasus Mens Rea
-
Profil Gubernur Papua Tengah Meki Fritz Nawipa: dari Pilot ke Pemimpin Provinsi Baru
-
Catatan Kritis Gerakan Nurani Bangsa: Demokrasi Terancam, Negara Abai Lingkungan
-
Satgas Pemulihan Bencana Sumatra Gelar Rapat Perdana, Siapkan Rencana Aksi
-
Roy Suryo Kirim Pesan Menohok ke Eggi Sudjana, Pejuang atau Sudah Pecundang?
-
Saksi Ungkap Rekam Rapat Chromebook Diam-diam Karena Curiga Diarahkan ke Satu Merek