- Inflasi IHK November 2025 tercatat 0,17 persen (mtm) dan 2,72 persen (yoy), tetap dalam target sasaran Bank Indonesia.
- Inflasi kelompok *volatile food* menurun tahunan menjadi 5,48 persen karena stabilitas harga meskipun sempat terganggu bawang merah.
- Inflasi inti November 2025 melambat menjadi 0,17 persen (mtm), dipengaruhi oleh kenaikan harga emas perhiasan global.
Suara.com - Bank Indonesia (BI) melaporkan inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada November 2025 tetap terjaga dalam kisaran sasaran 2,5±1 persen.
Direktur Eksekutif Komunikasi BI, Ramdan Denny, mengatakan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik, IHK November 2025 tercatat inflasi sebesar 0,17 persen (mtm).
Sehingga, secara tahunan IHK mengalami inflasi sebesar 2,72 persen (yoy).
"Inflasi yang terjaga ini merupakan hasil dari konsistensi kebijakan moneter serta eratnya sinergi pengendalian inflasi antara Bank Indonesia dan Pemerintah (Pusat dan Daerah) dalam Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP dan TPID) dan penguatan implementasi Program Ketahanan Pangan Nasional," jelasnya dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Selasa (2/12/2025).
Dia pun menyebutkan, kelompok volatile food pada November 2025 mengalami inflasi sebesar 0,02 persen (mtm), relatif stabil dibandingkan realisasi inflasi bulan sebelumnya sebesar 0,03 persen (mtm).
Hal ini disumbang terutama oleh komoditas bawang merah seiring dengan pasokan yang terbatas akibat gangguan cuaca dan kenaikan harga bibit.
Secara tahunan, kelompok volatile food mengalami inflasi sebesar 5,48 persen (yoy), menurun dibandingkan inflasi bulan sebelumnya sebesar 6,59 persen (yoy).
"Ke depan, inflasi volatile Food diprakirakan tetap terkendali didukung oleh eratnya sinergi antara Bank Indonesia bersama TPIP dan TPID dan penguatan implementasi Program Ketahanan Pangan Nasional," bebernya.
Sementara itu, inflasi inti November 2025 tercatat sebesar 2,36 persen yoy), stabil dibandingkan realisasi inflasi bulan sebelumnya sebesar 2,36 persen (yoy).
Baca Juga: Gubernur BI : Tiga Kunci Ini Bisa Bikin Indonesia Meroket di 2026, Apa Saja?
Sedangkan, kelompok administered prices pada November 2025 mengalami inflasi sebesar 0,24 persen (mtm), meningkat dibandingkan dengan realisasi bulan sebelumnya yang tercatat inflasi sebesar 0,10 persen (mtm).
Inflasi kelompok administered prices terutama disumbang oleh komoditas tarif angkutan udara seiring dengan meningkatnya mobilitas masyarakat dan kenaikan harga avtur.
Secara tahunan, kelompok administered prices tercatat inflasi sebesar 1,58 persen (yoy), lebih tinggi dari realisasi bulan sebelumnya sebesar 1,45 persen (yoy).
Ke depan, Bank Indonesia meyakini inflasi akan tetap terkendali dalam kisaran sasaran 2,5±1 persen pada 2025 dan 2026.
Selain itu, inflasi inti pada November 2025 tercatat sebesar 0,17 persen (mtm), lebih rendah dari realisasi inflasi bulan sebelumnya sebesar 0,39 persen (mtm).
"Realisasi inflasi inti pada November 2025 disumbang terutama oleh komoditas emas perhiasan. Perkembangan tersebut terutama dipengaruhi oleh peningkatan harga komoditas emas global, di tengah ekspektasi inflasi yang tetap terjaga," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Emang Boleh Rapat Penentuan BI Rate Dihadiri Menkeu Purbaya? Begini Aturannya
-
Bank Indonesia Putuskan Tahan Suku Bunga, Ini Alasannya
-
Prediksi BI Bakal Turun atau Tahan Suku Bunga, Ini Bocorannya
-
BI Bakal Hati-hati Kelola Utang Indonesia yang Tembus Rp 7.092 Triliun
-
Survei: BI Bakal Tahan Suku Bunga di 4,75 Persen, Siapkan Kejutan di Desember
Terpopuler
- 5 Mobil Nissan Bekas yang Jarang Rewel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Purbaya Temukan Uang Ribuan Triliun Milik Jokowi di China? Kemenkeu Ungkap Fakta Ini
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan, RAM 6 GB Performa Jempolan
- 5 Sepatu Skechers Paling Nyaman untuk Jalan Kaki, Cocok Dipakai Lansia
- 5 Sunscreen untuk Hilangkan Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
Pilihan
-
Bursa Transfer Liga Inggris: Manchester United Bidik Murillo sebagai Pengganti Harry Maguire
-
John Herdman Termotivasi Memenangi Piala AFF 2026, Tapi...
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
-
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto
-
Tanpa Bintang Eropa, Inilah Wajah Baru Timnas Indonesia Era John Herdman di Piala AFF 2026
Terkini
-
Harga Makin Naik, Gen Z dan Milenial Kompak Borong Beli Emas
-
DBS: Ekonomi AS Bakal Masuki Era Baru, Utang Bakal Tinggi
-
Laporan Korban Makin Banyak, Ini Metode Penipuan Paling Rentan di Sektor Keuangan
-
Aliran Uang PT Dana Syariah Indonesia Diduga Masuk ke Rekening Direksi
-
Cadangan Hidrokarbon Ditemukan di Sumur Mustang Hitam, Riau
-
OJK Ungkap Dana Syariah Indonesia Terlibat Proyek Fiktif Hingga Skema Ponzi
-
Dorong Melek Keuangan, Pelajar Dibidik Buka Tabungan
-
Harga Minyak Stabil Pasca Kenaikan Ekstrem Imbas Krisis Iran, AS dan Venezuela
-
Harga Emas Batangan Antam Terkoreksi Jelang Akhir Pekan
-
Target Harga PTBA, Sahamnya Bisa Ulangi Level Tinggi Tahun 2025?