- Saham BRMS menguat 3,03% pada penutupan sesi I Selasa, 2 Desember 2025, mencapai Rp 1.020 per saham.
- Analis CGS International merekomendasikan "speculative buy" dengan target jangka pendek Rp 1.030 dan support 970.
- Investor asing menunjukkan minat besar dengan mencatatkan *net foreign buy* volume tertinggi kedua pada jeda siang.
Suara.com - Pergerakan saham PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) kembali menjadi sorotan utama di bursa saham domestik.
Saham perusahaan tambang mineral ini diprediksi akan melanjutkan penguatan dalam waktu dekat seiring sinyal positif dari analisis teknikal dan derasnya aliran dana investor asing.
Optimisme ini muncul setelah BRMS menunjukkan kinerja impresif pada perdagangan sesi I hari Selasa, 2 Desember 2025.
Pada penutupan sesi I, saham Bumi Resources Minerals (BRMS) berhasil membukukan kenaikan signifikan sebesar 3,03% dan bertengger di harga Rp 1.020 per saham.
Kinerja yang solid ini menunjukkan minat beli yang kuat dari pelaku pasar, sekaligus mempertegas tren positif yang tengah dialami saham pertambangan tersebut.
Sementara, saat artikel ini ditulis, harga saham BRMS ada di kisaran 1.015.
Penguatan BRMS ini didukung penuh oleh pandangan positif dari sejumlah analis pasar modal. Salah satunya adalah CGS International Sekuritas Indonesia, yang secara spesifik mengeluarkan proyeksi yang cukup ambisius mengenai target harga BRMS dalam jangka pendek.
CGS International Sekuritas Indonesia memproyeksi harga saham Bumi Resources Minerals (BRMS) bisa naik ke level Rp 1.030 per saham. Angka ini merefleksikan keyakinan analis terhadap momentum kenaikan yang sedang dibangun oleh BRMS.
Dalam risetnya, CGS International juga memberikan panduan perdagangan yang jelas bagi investor dan trader. Mereka merekomendasikan strategi "speculative buy" atau beli spekulatif, dengan menetapkan level-level penting sebagai acuan. Level support atau batas bawah ditetapkan di angka 970.
Baca Juga: Saham-saham Ini Jadi Bidikan Danantara
“BRMS spec buy dengan support 970, cutloss jika break di bawah 950, jika tidak break di bawah 970, potensi naik ke 1.010-1.030 short term,” tulisnya dalam riset.
Pernyataan ini menggarisbawahi bahwa selama harga tidak menembus batas kritis di bawah 970, potensi kenaikan harga menuju rentang 1.010 hingga 1.030 dalam jangka pendek masih sangat terbuka.
Investor yang mengikuti rekomendasi ini perlu disiplin dalam menerapkan batas cutloss (jual rugi) di 950 untuk membatasi risiko kerugian.
Faktor lain yang menjadi motor penggerak signifikan di balik penguatan BRMS adalah aksi borong masif oleh investor asing.
Data transaksi terkini menunjukkan bahwa BRMS menjadi salah satu saham favorit investor global pada jeda siang hari ini.
Menurut informasi dari data Stockbit, saham BRMS menempati posisi kedua yang paling banyak diserbu asing pada jeda siang ini, dengan mencatatkan net foreign buy dari segi volume paling banyak.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Xiaomi yang Awet Dipakai Bertahun-tahun, Performa Tetap Mantap
- Tak Perlu Mahal! Ini 3 Mobil Bekas Keluarga yang Keren dan Nyaman
- Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit
- Bedak Sekaligus Foundation Namanya Apa? Ini 4 Rekomendasi yang Ringan di Wajah
- Sudah 4 Bulan Ditahan, Bupati Pati Sudewo Sampaikan Pesan Rindu dari Rutan KPK
Pilihan
-
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, IRGC: Amerika Serikat Perompak!
-
Selat Hormuz Kembali Ditutup? Iran Dituding Tembak Kapal Tanker di Dekat Oman
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
Terkini
-
Target Tembus Rp563 Miliar, CBDK Optimis Properti PIK 2 Makin Dilirik Investor
-
Awas, Risiko Kebocoran Solar Subsidi Imbas Harga BBM Nonsubsidi Naik Gila-gilaan
-
BBRI atau BMRI? Pakar Senior Ini Ungkap Saham Pilihannya untuk Jangka Panjang
-
Cara Andi Hakim Tilap Dana Nasabah Rp28 Miliar, Modus 'BNI Deposito Investment'
-
Viral Gerakan Tutup Rekening, BNI Janji Kembalikan Dana Gereja di Aek Nabara
-
Skandal Dana Umat di Aek Nabara, BNI Janji Dana Gereja Dikembalikan Sepenuhnya
-
Iran Kembali Tutup Selat Hormuz Sampai Waktu yang Tak Ditentukan, Gegara Ulah Trump
-
Pemerintah Segera Tutup Praktik Open Dumping di Seluruh TPA
-
Pemerintah Mulai Kaji Kereta Papua, Rute Sentani-Kota Jayapura Jadi Proyek Awal
-
Harga BBM Naik, Ini Warga RI yang 'Halal' Beli Bensin Subsidi