- Menteri Keuangan Purbaya mengakui rendahnya gaji guru Indonesia dan lebih memprioritaskan kenaikan gaji dosen terlebih dahulu.
- Kenaikan gaji guru dan dosen bergantung pada perbaikan pertumbuhan ekonomi untuk menjamin ketersediaan anggaran negara.
- Pemerintah, melalui Presiden Prabowo, memiliki program seperti Sekolah Rakyat untuk menyejahterakan tenaga pendidik dan siswa.
Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengakui kalau gaji guru di Indonesia masih cukup rendah. Tapi saat ditanya apakah mungkin gaji guru dinaikkan jadi Rp 40 juta per bulan, ia lebih memilih untuk dosen.
"Jangan guru, dosennya dulu. Dosennya segitu, kalau dosennya segitu, saya pikir bagus," kata Purbaya saat ditanya Gita Wirjawan dalam wawancara yang tayang di YouTube, dikutip Minggu (7/12/2025).
Hanya saja Purbaya masih mempertimbangkan apakah Pemerintah mampu menaikkan gaji dosen maupun guru dengan keterbatasan anggaran yang ada. Ia masih memprioritaskan untuk membuat pertumbuhan ekonomi Indonesia lebih baik supaya memiliki anggaran untuk hal tersebut.
"Saya harus ciptakan pertumbuhan ekonomi dulu supaya ada cukup modal membiayai itu. Utang pun nanti enggak terlalu banyak, yang jelas mesti bertahap," lanjut Purbaya.
Bendahara negara tak menampik kalau gaji guru di Indonesia terbilang rendah. Hal itu pun berdampak pada guru-guru yang memang berkompeten untuk memilih mengajar di tempat lain.
"Saya sudah lihat di beberapa sekolah ya, yang pintar-pintar enggak mau di sana. Akibatnya ketika muridnya diajar, loncat-loncat ngajarnya enggak karuan," imbuhnya.
"Harusnya, setelah saya lihat orang-orang itu, kurang pantas bagi mereka dapat gaji serendah itu," katanya lagi.
Purbaya mengakui kalau dirinya tak bisa merasakan kesulitan guru di Indonesia karena mendapatkan gaji kecil. Sebab dari pengalaman kerjanya di masa lalu, dirinya kerap mendapatkan bayaran tinggi.
"Saya beruntung selalu kerja di perusahaan yang bayarnya tinggi, jadi saya enggak terlalu bisa merasakan kesusahan mereka. Tapi setelah lihat, loh enggak benar kalau kayak gini," nilai dia.
Baca Juga: Purbaya Ungkap Rahasia Prabowo: Bangun 40 Sekolah Terintegrasi, Anggaran Rp 12 Triliun
Purbaya mengaku kalau Pemerintah tak boleh egois dengan tidak memikirkan nasib para guru di Indonesia. Lebih lagi para pengajar dinilainya berdampak untuk masa depan negara.
Maka dari itu, lanjutnya, Presiden RI Prabowo Subianto sudah memiliki cara untuk menyejahterakan para guru lewat program seperti Sekolah Rakyat, Sekolah Garuda, hingga Sekolah Terpadu.
"Jadi, nanti saya pikirkan. Tapi Pak Presiden sudah memikirkan itu, makanya dia bikin sekolah rakyat untuk orang-orang miskin, dibayarin semua. Ada sekolah unggulan Garuda, nanti ada sekolah terpadu, integrity school dia bikin. Jadi Pak Presiden amat agresif dalam hal itu. Tinggal kita jaga supaya terimplementasi tanpa mengganggu stabilitas fiskal," jelasnya.
Berita Terkait
-
Purbaya Ungkap Rahasia Prabowo: Bangun 40 Sekolah Terintegrasi, Anggaran Rp 12 Triliun
-
Menkeu Purbaya Ogah 'Ngemis' Investasi ke Pihak Asing
-
Purbaya Blak-blakan Kondisi RI Era Jokowi: Ekonomi Susah, Swasta Enggak Dikasih Ruang
-
Cerita Menkeu Purbaya Kesulitan Kuliah S3 Ekonomi di Luar Negeri, Hampir Diceraikan Istri
-
Saat Alam Bicara: Membaca Banjir dan Longsor Sumatera lewat Filsafat Minangkabau
Terpopuler
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- Berapa Harga Sepatu Lari Ortuseight Ori? Ini 5 Pilihan Bagus untuk Daily Run
Pilihan
Terkini
-
BRI Dorong Inklusi Keuangan dan UMKM Lewat Teras Kapal di 4 Wilayah Kepulauan
-
Silmy Karim Dicopot dari Komisaris PT Telkom
-
Borong Penghargaan HR Asia 2026, PT Pegadaian Jadi Best Company to Work For in Asia untuk ke-8 Kali
-
Dorong Kenyamanan Wisata Bali, BTN Ekspansif Dorong Bale Untuk Permudah Transaksi
-
RUPS PT Telkom Setujui Dividen Rp21,9 Triliun dan Buyback Saham Rp4 Triliun
-
Hak Ekspor CPO Milik Eksportir Masih Berlaku, Tak Direbut PT DSI
-
OJK dan CFX Dorong Inovasi dan Regulasi Adaptif di Industri Aset Kripto
-
CFX Gandeng Sejumlah Perguruan Tinggi Perkuat Literasi Aset Kripto dan Blockchain Nasional
-
IDRX: Stablecoin Rupiah Penting untuk Menjaga Kedaulatan Digital Indonesia
-
Regulasi Kripto Sudah di Level UU, DPR Sebut Indonesia Selangkah Lebih Maju