- Menkeu Purbaya tidak akan mengemis investasi asing; tertarik jika ekonomi Indonesia capai pertumbuhan 6,5 persen.
- Pemerintah membentuk Satgas untuk perbaikan iklim investasi melalui proses *debottlenecking* masalah dunia usaha.
- Menkeu Purbaya akan memimpin sidang kasus di Pokja II Satgas P2SP untuk penyelesaian keluhan pelaku bisnis.
Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku enggan mengemis investasi dari pihak asing. Ia percaya kalau investor luar negeri akan tertarik dengan sendirinya apabila pertumbuhan ekonomi Indonesia tembus 6,5 persen.
"Kalau sudah sampai 6,5 (persen), pasti luar masuk. Saya enggak akan mengemis-ngemis mereka, mereka pasti tertarik," katanya dalam kanal YouTube Gita Wirjawan, dikutip Minggu (7/12/2025).
Selain pertumbuhan ekonomi, Menkeu Purbaya menilai kalau investor luar bakal tertarik menanamkan modal ke dalam negeri apabila Indonesia memperbaiki iklim investasi.
Bendahara Negara menyebut kalau banyak pengusaha yang merasa terhambat soal investasi dalam negeri. Maka dari itu, Pemerintah membentuk Satuan Tugas (Satgas) khusus untuk menangani perbaikan investasi.
"Jadi yang kita lakukan nanti adalah memastikan kita melakukan debottlenecking di perindustrian, investasi, dan dunia usaha kita," ucapnya.
Menkeu Purbaya mengklaim kalau dirinya memiliki pengalaman di bidang debottlenecking sejak 2016-2019. Kala itu dirinya menjadi wakil ketua tim khusus debottlenecking, yang diketuai oleh Yasonna Laoly.
Diceritakan dia, tim itu menangani setiap masalah pelaku usaha di bidang apa pun untuk dipecahkan masalahnya. Setiap Senin dirinya melakukan sidang untuk tujuh kasus.
"Dalam tiga tahun, kita selesaikan 193 dari 300 kasus. Total investasi yang terkait mencapai Rp 830 triliun. Dampaknya besar, makanya Kementerian Investasi dipindah ke Pak Luhut," lanjutnya.
Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (Kemenko Perekonomian) telah membentuk Satuan Tugas Percepatan Program Strategis Pemerintah (Satgas P2SP) yang dipimpin Menko Perekonomian Airlangga Hartarto.
Baca Juga: Purbaya Blak-blakan Kondisi RI Era Jokowi: Ekonomi Susah, Swasta Enggak Dikasih Ruang
Satgas P2SP akan terdiri dari tiga kelompok kerja (Pokja). Pokja I bertugas mempercepat realisasi dan pelaksanaan anggaran program strategis pemerintah.
Lalu Pokja II berperan dalam mempercepat implementasi program serta menyelesaikan berbagai kendala atau debottlenecking. Sedangkan Pokja III berfokus pada percepatan penyelesaian regulasi yang menjadi dasar pelaksanaan program sekaligus memperkuat aspek penegakan hukum.
Di Pokja II, Purbaya nantinya siap melakukan sidang untuk membahas keluhan dari pelaku bisnis di seluruh Indonesia setiap minggunya.
"Saya akan memimpin sidang salah satu kasus, supaya ini bisa beres," jelasnya.
Berita Terkait
-
Purbaya Blak-blakan Kondisi RI Era Jokowi: Ekonomi Susah, Swasta Enggak Dikasih Ruang
-
Cerita Menkeu Purbaya Kesulitan Kuliah S3 Ekonomi di Luar Negeri, Hampir Diceraikan Istri
-
Investor Asing Borong Pasar Saham, SBN dan SRBI Rp 14,08 Triliun di Awal Desember
-
Indodax Ungkap Fokus Utama Perkuat Industri Aset Kripto RI
-
Purbaya Mau Ubah Skema Distribusi Subsidi, Ini kata ESDM
Terpopuler
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- 5 Parfum Indomaret dengan Wangi Segar Tahan Lama, Cocok Dipakai saat Cuaca Panas
- 12 Promo Makanan Hari Kartini 2026, Diskon Melimpah untuk Rayakan Momen Spesial
Pilihan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
-
Garap Kasus Haji, KPK Panggil Ustaz Khalid Basalamah Hari Ini
-
Merantau ke Kota Kecil, Danu Tetap Sulit Cari Kerja: Sampai Melamar Pawang Satwa
-
Purbaya Copot Febrio dan Luky dari Dirjen Kemenkeu
Terkini
-
BP Batam 'Ngebut' di 2026: Investasi Tembus Rp17,4 Triliun, Sektor Elektronik Jadi Jawara
-
7 Hari Menuju Ambang Batas: Trump di Ujung Tanduk, Kongres Beri 'Cek Kosong' Perang?
-
Lewat Kartini BISA Fest, Telkom Perkuat Peran Perempuan di Era Digital
-
Babak Akhir Utang 'Whoosh', RI Siap Sodorkan Skema Restrukturisasi ke China
-
Pemerintah Gunakan Cara Baru Pantau BBM Subsidi Agar Tak Bocor
-
Pengguna Aktif GoPay Tembus 26 Juta
-
Danantara Umbar Biang Kerok Kinerja Garuda Indonesia Masih Seret
-
Pegang 42 Persen Cadangan Dunia, Nikel Masih Jadi 'Raja' Investasi Hilirisasi RI
-
Jumlah BUMN Dipangkas Jadi Hanya 300, Begini Klaster-klasternya
-
Pemerintah Diminta Tak Wajibkan Penggunaan Dolar AS untuk Transaksi Batu Bara DMO