- Direktur Utama Jasa Marga mengamati pergerakan kendaraan mudik Lebaran mulai bergeser lebih awal beberapa pekan sebelumnya.
- Peningkatan volume kendaraan terdeteksi sebesar 3,26% dari H-26 hingga H-20 dibandingkan kondisi normal.
- Jasa Marga juga mewaspadai peningkatan potensi kecelakaan akibat gangguan teknis kendaraan selama periode mudik berlangsung.
Suara.com - Direktur Utama PT Jasa Marga, Rivan A Purwantono, mengungkapkan tren pergerakan kendaraan di jalan tol menjelang mudik Lebaran tahun ini mulai terlihat lebih awal. Peningkatan volume kendaraan bahkan sudah terdeteksi sejak beberapa pekan sebelum puncak arus mudik.
"Tren kendaraannya sampai dengan hari ini ini sudah mengalami pergeseran ini siapa yang buat materi ya nah sudah pergeseran berarti ini sudah ada yang bergerak," ujar Rivan di Jasa Marga Tollroad Command Center (JMTC) Bekasi, Jawa Barat, Selasa (10/3/2026).
Ia menjelaskan, peningkatan pergerakan kendaraan tersebut terlihat dari hasil perbandingan data lalu lintas dengan kondisi normal. Dari pemantauan yang dilakukan Jasa Marga, kendaraan sudah mulai meningkat sejak periode H-26 hingga H-20 menjelang Lebaran.
"Bahwa H-19 ini sudah kelihatan ketika kita komparasi ya bahwa golongan non-golongan atau golongan 1 dan golongan 2 ini atau non-golongan 1 ini bergerak," katanya.
Rivan mengatakan, peningkatan tersebut juga terlihat jika dibandingkan dengan kondisi lalu lintas pada periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan volume kendaraan yang terdeteksi menunjukkan adanya kecenderungan masyarakat memulai perjalanan lebih awal.
"Sudah dibanding dengan normal kita lihat bahwa meningkatnya sebesar 3,26 persen dari H-26 sampai dengan H-20 atau minggu sebelumnya kemudian meningkat dibanding tahun sebelumnya adalah 4,15 persen," ungkapnya.
Menurutnya, pola pergerakan kendaraan yang muncul lebih awal sebenarnya bukan fenomena baru dalam periode mudik Lebaran. Dalam beberapa tahun terakhir, tren serupa juga sering terjadi karena masyarakat mulai menghindari kepadatan di hari-hari mendekati puncak arus mudik.
"Jadi ini biasanya juga sama tidak hanya H-10, H-10 biasanya H-22 itu sudah teridentifikasi," tuturnya.
Selain memantau pergerakan kendaraan, Jasa Marga juga mengidentifikasi sejumlah faktor yang dapat memicu gangguan lalu lintas selama periode mudik. Salah satu yang menjadi perhatian adalah meningkatnya potensi kecelakaan akibat gangguan kendaraan.
Baca Juga: Puncak Mudik Lebaran 2026 Diprediksi 16 dan 18 Maret, Menhub Siapkan Skema WFA
"Tidak hanya ini informasinya bahwa kami juga mengidentifikasi adanya penyebab laka yang muncul inilah kemudian menjadi perhatian kita," kata Rivan.
Ia menambahkan, peningkatan jumlah kendaraan dari golongan tertentu juga turut memengaruhi potensi kepadatan dan gangguan lalu lintas di sejumlah ruas tol. Kondisi ini menjadi salah satu alasan pemerintah menerapkan sejumlah kebijakan pembatasan kendaraan selama masa mudik.
"Inilah kemudian kenapa ada SKB gitu ya diantaranya keselamatan yang lebih penting jadi bukan masalah logistik," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Jasa Marga Pastikan Ruas Tol Japek II Tak Dioperasikan pada Libur Nataru
-
Bom Waktu Utang Whoosh: Deretan BUMN Ini Ikut Kena 'Getah' Proyek Kereta Cepat
-
Jasindo Gercep: Klaim Jasa Marga Rp 7,3 Miliar Cair Kilat, Operasional Tol Kembali Lancar!
-
Jor-joran Bangun Jalan Tol, Buat Operator Buntung: Pendapatan Seret, Pemeliharaan Terancam
-
Tol Dalam Kota Cawang-Tomang-Pluit Masih Ditutup, 7 Gerbang Tol Dibakar
Terpopuler
- 43 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 7 Maret 2026: Klaim 10 Ribu Gems dan Kartu Legenda
- 6 HP Terbaik di Bawah Rp1,5 Juta, Performa Awet untuk Jangka Panjang
- 8 Rekomendasi Moisturizer Terbaik untuk Mencerahkan Wajah Jelang Lebaran
- Langkah Progresif NTT: Program Baru Berhasil Hentikan Perdagangan Daging Anjing di Kupang
- Siapa Istri Zendhy Kusuma? Ini Profil Evi Santi Rahayu yang Polisikan Owner Bibi Kelinci
Pilihan
-
Patuhi Perintah Trump, Australia Kasih Suaka ke 5 Pemain Timnas Putri Iran
-
Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
-
BREAKING NEWS: Mantan Pj Gubernur Sulsel Tersangka Korupsi Bibit Nanas
-
Trump Cetak Sejarah di AS: Presiden Pertama yang Berperang Tanpa Didukung Warganya
-
IHSG Keok 3,27 Persen Terimbas Konflik Iran-AS, Bos BEI: Kita Sudah Kuat!
Terkini
-
Kementerian ESDM Tetap Pangkas Produksi Batu Bara di Tengah Lonjakan Harga
-
Trump Optimis Perang Iran Segera Berakhir, Longgarkan Sanksi Minyak Global
-
Transaksi Digital Melejit, Laba Bank Mandiri Tumbuh 16,7 Persen di Awal 2026
-
BRI Luncurkan Program Mystery Box, Nasabah Bisa Dapat Hadiah dengan Cara Mudah!
-
Sempat Tembus 119 Dolar AS, Harga Minyak Dunia Jatuh di Bawah 90 Dolar AS
-
Harga BUMI Meroket Usai Sahamnya Rontok Kemarin, Ini Penyebabnya
-
Drone AS Seharga Rp5,2 Triliun Hancur di Perang Timur Tengah
-
7 Tips Investasi Perak untuk Pemula, Alternatif Emas yang Terus Meroket
-
Cara Lapor Gangguan Listrik PLN Online dan Offline
-
Investasi Perak, Ketahui Keuntungan dan Kerugiannya sebelum Mulai