- PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO) resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI).
- RLCO mengalami oversubscription 143,19 kali dari 625 juta saham yang ditawarkan.
- Namun, cerita lain ikut muncul dimana banyak investor ritel yang berburu RLCO di masa penawaran cuma mendapatkan 1 lot (100 saham).
Suara.com - PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO), emiten pengolahan sarang burung walet, resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (8/12/2025).
Penawaran umum perdana (IPO) ini memantik minat luar biasa berdasarkan data BEI yang dilaporkan pelaku pasar, RLCO mengalami oversubscription 143,19 kali dari 625 juta saham yang ditawarkan, jumlah pesanan tercatat sangat besar sehingga kala penjatahan ada selisih ratusan juta lot.
Pada hari pertama perdagangan harga saham RLCO langsung menyentuh Auto Rejection Atas (ARA), dibuka ke level Rp226 dari harga penawaran Rp168.
Namun, cerita lain ikut muncul dimana banyak investor ritel yang berburu RLCO di masa penawaran cuma mendapatkan 1 lot (100 saham). Fenomena ini jadi sorotan karena menimbulkan kekecewaan di sejumlah grup platform investor, padahal minat pendaftar sangat besar.
Beberapa laporan pasar bahkan mencatat jumlah investor yang ikut dalam penawaran umum RLCO mencapai ratusan ribu akun.
Angka-angka kunci IPO RLCO
- Saham yang ditawarkan saat IPO: 625 juta lembar.
- Harga penawaran: Rp168 per saham; pembukaan hari pertama sampai ARA ke Rp226.
- Total saham tercatat setelah listing: 3,125 miliar lembar; kapitalisasi pasar di hari listing tercatat pada kisaran ratusan miliar rupiah.
Laporan lain yang beredar di pasar menyebut angka oversubscribe yang berbeda yang menunjukkan ada variasi laporan bergantung pada sumber data dan metode penghitungan. Saya sertakan kedua versi karena keduanya beredar luas di media.
Kenapa banyak investor ritel hanya dapat 1 lot? Inti dari aturan penjatahan OJK (SEOJK No.25/SEOJK.04/2025)
OJK pada 17 November 2025 menerbitkan Surat Edaran (SEOJK) No.25/SEOJK.04/2025 yang mengganti ketentuan sebelumnya tentang verifikasi pesanan, alokasi penjatahan (penjatahan terpusat), dan penyelesaian pemesanan efek secara elektronik. Poin-poin penting yang relevan dengan kasus RLCO:
Baca Juga: Menkeu Purbaya Ngeluh Saham Gorengan, Apa Gebrakan OJK?
Porsi ritel dalam penjatahan terpusat dinaikkan dari sebelumnya sekitar 1/3 menjadi 1/2 dari total penjatahan terpusat, untuk meningkatkan porsi ritel.
Batas maksimum pemesanan per calon investor: setiap investor hanya boleh memesan maksimum 10% dari nilai keseluruhan efek yang ditawarkan dalam penjatahan terpusat. Jika pemesanan melebihi batas ini, sistem menolak dan mengembalikan pesanan untuk disesuaikan. Aturan ini bertujuan mencegah satu pihak memonopoli pemesanan.
Penggolongan penawaran dan minimum alokasi disesuaikan SEOJK 25 menambah golongan (dari 4 jadi 5) dan menetapkan jumlah minimum alokasi yang berbeda-beda berdasarkan nilai IPO, termasuk ketentuan penyesuaian alokasi saat oversubscribed. Ketentuan ini memengaruhi bagaimana “jatah” ritel dihitung ketika permintaan sangat tinggi.
Aturan ini mulai berlaku 17 Nov 2025; catatan penting prospektus yang terbit sebelum aturan efektif masih bisa mengikuti skema lama, sehingga implementasi teknis di tiap IPO (termasuk apakah RLCO sepenuhnya masuk cakupan atau belum) dapat berbeda. Itu menjelaskan mengapa keluhan 1 lot tetap muncul meski aturan baru dimaksudkan untuk memperbaiki pemerataan.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 43 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 7 Maret 2026: Klaim 10 Ribu Gems dan Kartu Legenda
- 6 HP Terbaik di Bawah Rp1,5 Juta, Performa Awet untuk Jangka Panjang
- 8 Rekomendasi Moisturizer Terbaik untuk Mencerahkan Wajah Jelang Lebaran
- Langkah Progresif NTT: Program Baru Berhasil Hentikan Perdagangan Daging Anjing di Kupang
- Siapa Istri Zendhy Kusuma? Ini Profil Evi Santi Rahayu yang Polisikan Owner Bibi Kelinci
Pilihan
-
BREAKING NEWS: Mantan Pj Gubernur Sulsel Tersangka Korupsi Bibit Nanas
-
Trump Cetak Sejarah di AS: Presiden Pertama yang Berperang Tanpa Didukung Warganya
-
IHSG Keok 3,27 Persen Terimbas Konflik Iran-AS, Bos BEI: Kita Sudah Kuat!
-
Harga Minyak Mulai Turun Usai Beredar Kabar G7 Lepas Cadangan 400 Juta Barel
-
Rusia Kasih Data Aset Militer AS ke Iran untuk Dihancurkan, Termasuk Lokasi Kapal dan Jet Tempur
Terkini
-
Tiket KA Lebaran dari Gambir dan Pasar Senen Ludes 625 Ribu, 18 Maret Jadi Tanggal Favorit
-
Pensiunan Didorong Tetap Produktif Lewat Program Pemberdayaan
-
BI Catat Indeks Keyakinan Konsumen Turun pada Februari
-
InJourney Hospitality Kembalikan Operasikan Hotel Bersejarah di Dekat Malioboro
-
Sentuh Rp16.949 per Dolar AS, Rupiah Berpotensi Tertekan jika Konflik Timur Tengah Berlanjut
-
Bahlil Gunakan Jurus B50 dan E20 untuk Hadapi Minyak Dunia yang Mendidih
-
PT TASPEN Imbau Pensiunan Waspada Penipuan, Tegaskan THR Langsung Masuk ke Rekening
-
Purbaya Pastikan Anggaran MBG Tak Dipotong, Tapi Belanja Diperketat
-
Purbaya Salahkan Ekonom soal Rupiah Lemah ke Rp 17 Ribu hingga IHSG Jeblok
-
Bahlil Minta Warga Tak Panik, Jamin Stok BBM Aman dan Harga Subsidi Tak Naik