-
Mendag ingatkan potensi tekanan harga jelang Nataru, Imlek, dan Ramadan.
-
Pemerintah minta pasokan dan distribusi dijaga untuk cegah gejolak harga.
-
Daerah diminta waspada karena tumpang tindih HBKN bisa ganggu stabilitas harga.
Suara.com - Menteri Perdagangan Budi Santoso mengingatkan seluruh pemangku kepentingan agar bersiap menghadapi potensi tekanan harga menjelang tiga momentum besar yang datang beruntun, yakni Natal dan Tahun Baru (Nataru), Imlek, serta Ramadan.
Pemerintah meminta distribusi dan pasokan dijaga ketat agar gejolak harga tidak terjadi di pasar.
Budi menjelaskan tumpang tindihnya periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) pada akhir 2025 hingga awal 2026 dapat meningkatkan beban distribusi dan mengganggu stabilitas harga.
Hal ini disampaikan Budi di Kantor Kemendag usai rapat koordinasi persiapan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN). Ia menegaskan perlunya kewaspadaan seluruh pihak.
“Sebentar lagi juga Imlek, kemudian Puasa, jadi ini agak dekatan ya, Nataru, Imlek, Lebaran agak berdekatan,” kata Budi di Kantor Kemendag, Senin (8/12/2025).
Dalam rapat itu, Budi meminta seluruh dinas daerah, asosiasi, hingga distributor rutin berkoordinasi untuk memastikan pasokan tidak terputus meski permintaan meningkat.
“Kami minta tolong Bapak-Ibu untuk menjaga pasokan dan juga kita menjaga distribusi barang lancar,” ujarnya.
Dalam rapat koordinasi HBKN sebelumnya, pemerintah daerah melaporkan kondisi harga pangan masih stabil dan pasokan mencukupi.
Namun Budi menilai stabilitas ini perlu dijaga terus karena gangguan kecil pada cuaca atau distribusi dapat menimbulkan lonjakan harga menjelang tiga fase besar tersebut.
Baca Juga: Jelang Nataru, Mendag Busan Ungkap Kondisi Pasokan Bahan Pokok: Harga Cabai dan Bawang Mahal
Ia menegaskan produksi sejumlah komoditas strategis, seperti telur dan ayam, dilaporkan surplus sehingga dapat membantu menahan tekanan permintaan. Meski demikian, distribusi tetap menjadi titik rawan, terlebih mendekati akhir tahun saat cuaca ekstrem sering menghambat pergerakan barang.
Pemerintah juga menyatakan siap menerima laporan jika ditemukan indikasi kekurangan pasokan di daerah. Menurut Budi, komunikasi cepat menjadi kunci agar pusat dapat mengambil langkah antisipatif melalui Satgas Pangan dan kementerian teknis.
Budi menyebut daerah memiliki peran penting sebagai garda terdepan stabilisasi harga, terutama ketika menghadapi rangkaian HBKN yang rapat. Ia mengapresiasi sejumlah pemerintah daerah yang telah lebih dulu berkoordinasi dengan pemasok dan distributor untuk mengamankan pasokan.
Selain menjaga suplai, pemerintah juga menyiapkan program diskon akhir tahun seperti Harbolnas, Bina Diskon Nataru, dan Epic Sale untuk menjaga aktivitas perdagangan dan memberi alternatif harga terjangkau bagi masyarakat.
Meski berbagai langkah antisipasi telah disiapkan, Budi tidak menutup kemungkinan risiko tekanan harga tetap muncul. Karena itu, ia meminta seluruh pihak mengawal distribusi secara ketat.
“Kita koordinasi terus dan juga dengan asosiasi sekiranya ada lonjakan atau kekurangan pasok kita harus cepat komunikasi,” pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Alur Lengkap Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah Pariwisata Sleman yang Libatkan Eks Bupati Sri Purnomo
- 36 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 22 Januari: Klaim TOTY 115-117, Voucher, dan Gems
- Lula Lahfah Pacar Reza Arap Meninggal Dunia
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- Menanti Kabar, Ini Sosok Dua Istri Pilot Andy Dahananto Korban Kecelakaan ATR 42-500
Pilihan
-
ESDM: Harga Timah Dunia Melejit ke US$ 51.000 Gara-Gara Keran Selundupan Ditutup
-
300 Perusahaan Batu Bara Belum Kantongi Izin RKAB 2026
-
Harga Emas Bisa Tembus Rp168 Juta
-
Fit and Proper Test BI: Solikin M Juhro Ungkap Alasan Kredit Loyo Meski Purbaya Banjiri Likuiditas
-
Dompet Kelas Menengah Makin Memprihatinkan, Mengapa Kondisi Ekonomi Tak Seindah yang Diucapkan?
Terkini
-
Investor Asing Borong Saham Rp4,05 Triliun Sejak Awal Tahun
-
ESDM: Harga Timah Dunia Melejit ke US$ 51.000 Gara-Gara Keran Selundupan Ditutup
-
300 Perusahaan Batu Bara Belum Kantongi Izin RKAB 2026
-
Proyek Kilang RDMP Balikpapan Habiskan 115 Ribu Ton Semen
-
Lampaui Rata-Rata Nasional, Produktivitas Jagung Dekalb Capai 7 Ton per Hektare
-
BCA Digital Bagikan Strategi Resolusi Finansial 2026
-
Harga Emas Antam di Level Rp2,88 Juta per Gram pada Sabtu
-
Laka Kerja di PLTU Sukabangun Memakan Korban, Manajemen Audit Seluruh Mitra
-
Benarkah MBG Bebani Anggaran Pendidikan?
-
Ini Tips Rencanakan Mudik Sekaligus Ide Liburan Bersama Keluarga