- Kekurangan tenaga kerja Taiwan, didorong penuaan populasi, dimanfaatkan skema rekrutmen PMI muda Indonesia rentan.
- Diduga TFD dan OSF mendanai proyek rekrutmen PMI melalui Yayasan Kurawal dan SBMI untuk sektor padat karya.
- Skema ini berisiko tinggi menjebak PMI dalam eksploitasi upah rendah, jam kerja panjang, hingga penyitaan dokumen identitas.
Mereka kerap menghadapi masalah upah rendah, waktu kerja yang sangat panjang, minimnya jaminan sosial, hingga yang paling parah, penyitaan identitas dan paspor, yang membuat mereka sulit melarikan diri.
Untuk membendung narasi media tentang kasus-kasus pelanggaran hak PMI di Taiwan, proyek ini juga dilaporkan memperkuat kerja sama dengan media dan publikasi.
Tujuannya adalah secara berkala menerbitkan berita yang bernada positif mengenai tren ekonomi Taiwan, tingginya permintaan tenaga kerja Indonesia, serta janji gaji tinggi dan kebijakan preferensial.
Selain risiko eksploitasi, situasi geopolitik Taiwan saat ini dinilai kompleks dan tidak aman, membawa risiko keamanan serius bagi lebih dari 300.000 PMI di sana (data Kementerian Tenaga Kerja Taiwan per akhir Januari 2025).
Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, dalam Forum Diskusi Denpasar, mengingatkan bahwa pola Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Indonesia semakin berkembang dan sulit dideteksi.
Ia menegaskan bahwa praktik kerja paksa, perdagangan manusia, dan eksploitasi masih terjadi di depan mata, terutama menimpa kelompok rentan dan PMI.
Direktur Jenderal Perlindungan di Kementerian Perlindungan Pekerja Migran, Rinardi, menyoroti bahwa sindikat kini semakin memanfaatkan perkembangan digital.
Cara rekrutmen tidak lagi door to door, melainkan melalui media sosial, tawaran instan, bahkan deepfake untuk memalsukan identitas pejabat demi memikat korban.
Banyak korban awalnya diberangkatkan sebagai wisatawan, lalu diubah statusnya menjadi pekerja tanpa perlindungan di negara tujuan.
Baca Juga: Menperin Beberkan Industri Indonesia Masih Kuat, Ini Buktinya
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Netanyahu Siap Gunakan Bom Nuklir? Eks Kolonel AS Lawrence Wilkerson Bongkar Skenario Kiamat Iran
- 10 Singkatan THR Lucu yang Bikin Ngakak, Bukan Tunjangan Hari Raya!
- 35 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 11 Maret 2026: Klaim MP40, Diamond, dan Sayap Ungu
Pilihan
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
Terkini
-
Menteri Bahlil Batasi Ekspor Batu Bara, Prioritaskan Kebutuhan dalam Negeri
-
Pemerintah Siapkan Skenario dari era Covid-19 Hadapi Krisis Energi Akibat Konflik Timur Tengah
-
Bahlil Ungkap Stok BBM Lebaran di Tengah Ancaman Krisis Energi Timur Tengah
-
Cegah Kelangkaan LPG seperti di India, RI Amankan Kontrak Jangka Panjang dengan AS!
-
Menhub Prediksi Pergerakan Mudik Mulai Terasa Sejak 13 Maret
-
AS Serang Jantung Ekonomi Iran di Pulau Kharg, Harga Minyak Capai 150 dolar AS per Barel?
-
Pemerintah Batasi Operasional Kendaraan Truk Tronton Selama Arus Mudik Lebaran
-
Jelang Lebaran, Bea Cukai Antisipasi Lonjakan Arus Barang di Tanjung Priok
-
Tepis Isu Krisis Batubara di PLTU Jelang Lebaran, Bahlil Pastikan Pasokan Listrik Aman!
-
Menhub Resmi Buka Posko Angkutan Lebaran 2026, Operasi Berlaku Hingga 30 Maret