- iRobot mengajukan perlindungan kebangkrutan akibat tekanan persaingan harga dari rival China dan kebijakan tarif impor AS.
- Setelah proses selesai, Picea Robotics dari Tiongkok akan mengambil alih 100% kepemilikan dengan menghapus utang iRobot.
- Operasional layanan pelanggan, dukungan produk, dan hubungan mitra iRobot dipastikan tetap berjalan normal pasca pengajuan ini.
Suara.com - iRobot, perusahaan di balik penyedot debu robotik populer "Roomba", resmi mengajukan perlindungan kebangkrutan pada akhir pekan ini.
Dikutip dari Reuters pada Selasa (16/12/2025), langkah ini diambil setelah perusahaan asal AS ini menghadapi tekanan berat dari kompetitor dan kebijakan tarif dagang Amerika Serikat.
Poin-Poin Utama Kondisi iRobot:
Penyebab Kebangkrutan: iRobot kesulitan menghadapi persaingan dari rival asal Tiongkok, seperti Ecovacs Robotics, yang menawarkan harga lebih murah. Selain itu, tarif impor AS sebesar 46% untuk produk dari Vietnam menambah beban biaya perusahaan hingga US$23 juta pada tahun 2025.
Perubahan Kepemilikan: Setelah proses kebangkrutan selesai, iRobot akan menjadi perusahaan privat. Kepemilikan saham 100% akan diambil alih oleh Picea Robotics, perusahaan manufaktur utama iRobot asal Tiongkok yang juga memegang utang iRobot.
Penyelesaian Utang: iRobot memiliki utang sekitar US$190 juta dari pinjaman tahun 2023, ditambah US$74 juta utang perdagangan kepada Picea. Dalam kesepakatan ini, Picea akan menghapus utang-utang tersebut sebagai imbalan kepemilikan perusahaan.
Nasib Konsumen & Operasional: iRobot menegaskan bahwa proses kebangkrutan ini tidak akan mengganggu fungsi aplikasi, program pelanggan, layanan dukungan produk, maupun hubungan dengan mitra global dan rantai pasokan. Pemasok dan kreditur lainnya juga direncanakan akan tetap dibayar penuh.
Penurunan Nilai Perusahaan: Pada tahun 2021, nilai iRobot sempat meroket hingga US$3,56 miliar karena tingginya permintaan saat pandemi. Namun saat ini, nilai perusahaan tersebut menyusut drastis menjadi hanya sekitar US$140 juta.
Didirikan pada tahun 1990 oleh tiga pakar robotika dari MIT, iRobot awalnya berfokus pada teknologi pertahanan dan luar angkasa sebelum akhirnya meluncurkan Roomba pada tahun 2002.
Baca Juga: Sinopsis Film Nobody, Sukses Cetak Rekor Box Office di China
Meski kini terpuruk, Roomba tetap menguasai pasar yang signifikan, yakni sekitar 42% di Amerika Serikat dan 65% di Jepang. Sebelumnya, rencana akuisisi senilai US$1,4 miliar oleh Amazon juga sempat gagal karena masalah regulasi persaingan usaha di Eropa.
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 HP Samsung 5G Termurah 2026, Fitur Lengkap dan Performa Stabil untuk Jangka Panjang
- Golkar Sulsel Memanas, Ini Alasan Pendukung Appi Alihkan Dukungan ke IAS
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Asing Kabur Bawa Duit 5 Miliar Dolar, Investor Ritel Jadi Pahlawan IHSG
-
Pertamina Marine Engineering Cetak Laba Bersih Rp 13,32 Miliar
-
Purbaya Akan Tambah Perusahaan Pemungut Pajak Toko Online di Ecommerce
-
DPR Siap Cecar Tiktok yang Dituding Tahan Duit UMKM hingga Triliunan Rupiah
-
Potongan Aplikasi Ojol 8 Persen Tak Untungkan Mitra Pengemudi
-
Minyak Dunia Anjok, Mengapa Harga Pertamax Tak Ikut Turun?
-
Kapal Tanker Pertamina Berhasil Lolos dari Selat Hormuz, Sisanya Menunggu Aman
-
Rupiah Menuju Rp18.000 per Dolar AS Lagi, Akan Menguat Jika Investor Asing Kembali ke Indonesia
-
Bukan Pemain, Manchester United Mau Beli Kredit Karbon Indonesia
-
Antrean BBM Surabaya-Gresik Mulai Terurai, BPH Migas dan Pertamina Perkuat Distribusi