- IHSG pada Rabu, 17 Desember 2025, dibuka menghijau dan mencapai level 8.715 per pukul 09.10 WIB.
- Volume transaksi mencakup 13,00 miliar saham dengan nilai Rp12,09 triliun dan 335.500 frekuensi.
- Proyeksi penguatan IHSG terbatas, sangat dipengaruhi hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia hari itu.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus meroket saat pembukaan perdagangan, Rabu, 17 Desember 2025. IHSG menghijau di level 8.708.
Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga pukul 09.10 WIB, IHSG masih menanjak naik 0,33 persen di level 8.715.
Pada perdagangan pada waktu itu, sebanyak 13,00 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 12,09 triliun, serta frekuensi sebanyak 335.500 kali.
Dalam perdagangan di waktu tersebut, sebanyak 320 saham bergerak naik, sedangkan 215 saham mengalami penurunan, dan 423 saham tidak mengalami pergerakan.
Adapun, beberapa saham yang menjadi Top Gainers pada waktu itu diantaranya, DPUM, RLCO, ESTA, SUPA, NATO, SAFE, SSTM, CARE, KDTN, GMTD, MUTU.
Sedangkan, saham yang masuk dalam Top Loser diantaranya, INDX, BALI, CBPE, CTTH, PKPK, PDBS, LABA, ERTX, GTBO, ALDO, TRIN.
Proyeksi IHSG
IHSG diproyeksikan berpeluang melanjutkan penguatan secara terbatas pada perdagangan Rabu (17/12/2025).
Pelaku pasar masih mencermati hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang dinilai menjadi katalis utama pergerakan indeks.
Baca Juga: IPO SUPA: Ritel Cuma Dapat 3-9 Lot Saham, Ini Penjelasan Lengkapnya
Mengutip riset BRI Danareksa Sekuritas, sentimen global cenderung beragam setelah indeks bursa Wall Street ditutup mixed pada perdagangan sebelumnya.
Dow Jones Industrial Average melemah 0,62 persen ke level 48.114,26, diikuti S&P 500 yang turun 0,24 persen ke posisi 6.800,26. Sementara itu, indeks Nasdaq justru menguat 0,23 persen ke level 23.111,46.
Dari dalam negeri, IHSG pada perdagangan Selasa (16/12) ditutup menguat 0,43 persen ke level 8.686. Penguatan indeks terjadi pada sesi kedua perdagangan dan dipimpin oleh rebound saham-saham konglomerasi.
Meski demikian, aktivitas investor asing masih tercatat melakukan aksi jual bersih dengan net foreign sell sebesar Rp90,99 miliar di pasar reguler.
Secara teknikal, BRI Danareksa Sekuritas menilai IHSG berpotensi menguat terbatas dengan area support di level 8.630 dan resistance di kisaran 8.710.
Arah pergerakan indeks selanjutnya masih akan sangat dipengaruhi oleh keputusan suku bunga Bank Indonesia.
"Pasar menanti hasil RDG BI, dengan konsensus BI-Rate diperkirakan dipertahankan di level 4,75 persen," tulis BRI Danareksa Sekuritas dalam risetnya.
Untuk perdagangan hari ini, BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan sejumlah saham pilihan, yakni NCKL, INDY, dan CBDK, yang dinilai memiliki peluang menarik di tengah pergerakan pasar yang cenderung selektif.
Disclaimer: Artikel ini merupakan pandangan dan analisis pasar yang ditujukan sebagai informasi umum, bukan saran atau rekomendasi investasi. Keputusan investasi tetap berada di tangan pembaca, dan setiap risiko investasi menjadi tanggung jawab pribadi. Investor disarankan untuk melakukan riset mendalam sebelum mengambil keputusan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- Cara Mencari Sinyal TVRI di TV Digital dan TV Analog agar Bisa Nonton Siaran Piala Dunia 2026
- 4 SMA di Banten Terpilih Jadi Sekolah Unggul Garuda 2026, Ini Daftarnya
- Milk Cleanser Viva untuk Umur Berapa? Ini Penjelasan dan 5 Pilihan Variannya
- 4 Cushion Terbaik untuk Usia 40 Tahun ke Atas, Anti Crack Samarkan Garis Halus Seharian
Pilihan
-
Prediksi Argentina vs Aljazair: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
Terkini
-
Bank Mandiri Gelar Mandiri Jogja Marathon 2026 dan Program Mandiri Sahabat Desa di 28 Desa
-
Revisi UU Hak Cipta Bikin Biaya Operasional Usaha Makin Mahal? Ini Kata Pakar
-
BSI Catat DPK Rp382 Triliun, Percepat Ekspansi Global Lewat Dubai dan Siapkan Cabang di Arab Saudi
-
BRI Perkuat Digitalisasi, BRILink Agen Berpeluang Dapat Emas Gratis
-
Nasib Dana Investor DSI Terjawab, OJK dan LPSK Kawal Restitusi Ribuan Korban
-
IMF Peringatkan Risiko Ekonomi Negara Berkembang di Asia
-
Pengguna Livin by Mandiri Tembus 40,3 Juta, Transaksi Digital Capai Rp2.083 Triliun hingga Mei 2026
-
Rupiah Menuju Rp17.500, Pengamat: Sentimen Positif Pengetatan Anggaran MBG dan KDMP
-
Bahlil Ajukan Anggaran Rp 27,33 Triliun untuk ESDM, Disebut untuk Jaringan Gas Warga
-
Emiten WINE Tebar Dividen Rp3,5 per Saham, Bidik Pertumbuhan Pendapatan Lima Persen pada 2026