- Hans Patuwo resmi menjadi Direktur Utama GOTO menggantikan Patrick Walujo dalam RUPSLB yang diselenggarakan Rabu, 18 Desember 2025.
- RUPSLB juga menyetujui pergantian anggota Dewan Komisaris dan menyetujui pengunduran diri Ade Mulyana dari Direksi.
- Hans Patuwo berkomitmen melanjutkan agenda pertumbuhan jangka panjang dengan fokus eksekusi strategi yang disiplin dan menciptakan nilai.
Suara.com - Hans Patuwo resmi menjabat sebagai Direktur Utama sekaligus CEO PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (Kode emiten: GOTO) menggantikan Patrick Walujo. Penetapan tersebut diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar Perseroan.
Dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (18/12/2025) Hans menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan oleh pemegang saham dan jajaran manajemen GoTo. Ia menegaskan komitmennya untuk membawa Perseroan melanjutkan agenda pertumbuhan jangka panjang.
"Merupakan suatu kehormatan bagi saya untuk mengemban tanggung jawab ini, dan saya ingin menyampaikan terima kasih kepada para pemegang saham, Dewan Komisaris, Jajaran Direksi, serta seluruh keluarga besar GoTo atas dukungan dan kepercayaan yang telah diberikan," kata Direktur Utama dan CEO GoTo yang baru, Hans Patuwo dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.
Selain menunjuk CEO baru, RUPSLB juga menyetujui sejumlah perubahan dalam susunan Dewan Komisaris dan Direksi.
Pemegang saham menerima pengunduran diri Pablo Malay dan Winato Kartono dari jajaran Dewan Komisaris, serta mengangkat Andre Soelistyo dan Santoso Kartono sebagai komisaris baru. Pengunduran diri Ade Mulyana dari jajaran Direksi juga turut disetujui.
Manajemen menyatakan perubahan ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan Perseroan untuk menjaga stabilitas, kesinambungan strategi, serta memperkuat tata kelola perusahaan seiring GoTo memasuki fase pertumbuhan berkelanjutan berikutnya.
Langkah tersebut juga sejalan dengan agenda suksesi kepemimpinan yang telah diumumkan sebelumnya.
Ke depan, Hans menyampaikan fokusnya adalah pada eksekusi strategi yang disiplin dan penciptaan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan di dalam ekosistem GoTo.
Ia menekankan peran penting mitra pengemudi, mitra usaha, serta konsumen sebagai fondasi utama kesuksesan Perseroan.
Baca Juga: CEO Danantara Sebut Merger GOTO dan Grab Masih Berjalan: Sinyalnya Positif
"Dengan dukungan dari jutaan mitra di dalam ekosistem GoTo, ribuan karyawan yang berdedikasi, dan tim manajemen GoTo yang berpengalaman, kami optimis bahwa Perseroan berada pada posisi yang kuat untuk mencapai kesuksesan yang berkelanjutan," ucap dia.
Hans Patuwo memiliki pengalaman hampir delapan tahun di Gojek, GoPay, dan GoTo. Ia bergabung dengan Gojek pada 2018 sebagai Chief Operating Officer (COO) yang berfokus pada operasional dan ekosistem mitra pengemudi.
Pada 2021, ia memimpin unit bisnis yang berkembang menjadi GoTo Financial dan mengawasi peluncuran layanan pinjaman serta pengembangan aplikasi GoPay.
Awal 2024, Hans ditunjuk sebagai Chief Operating Officer GoTo dengan tanggung jawab membentuk strategi grup dan memimpin proyek migrasi cloud Perseroan, sebelum perannya diperluas sebagai Presiden On-Demand Services pada Juli 2025.
Sebelumnya, Hans berkarier di berbagai perusahaan multinasional di Amerika Serikat (AS), China, dan Singapura, termasuk sebagai Partner di firma konsultan manajemen McKinsey.
Adapun susunan Dewan Komisaris GoTo yang baru terdiri atas Komisaris Utama Agus D. W. Martowardojo; Komisaris Independen John A. Prasetio, Dirk Van den Berghe, dan Marjorie Tiu Lao; serta Komisaris Wishnutama Kusubandio, Andre Soelistyo, dan Santoso Kartono.
Berita Terkait
-
Berapa Harga Saham GOTO? Komika Yudha Keling Pakai 1.412.025 Lembar sebagai Mahar
-
GoTo Bikin Terobosan: Driver Juara Gojek Kini Dapat BPJS Gratis
-
Saham GOTO Diborong Asing, Net Foreign Buy Jumbo Sambut Dirut Baru
-
Hari Disabilitas Internasional: Ekosistem Kerja Setara Wajib Jadi Perhatian
-
Bos Telkom Buka Suara soal Merger GoTo dan Grab
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
- 5 Rekomendasi HP Rp1 Jutaan untuk Ojol, RAM 8 GB dan Baterai Awet
Pilihan
-
Merayap dalam Senyap, Kenaikan Harga Pangan Semakin Mencekik Rakyat Kecil
-
Alarm Bahaya untuk BEI, Mengapa Indonesia Terancam Turun ke Kasta Banglades?
-
Isu Reshuffle untuk Singkirkan 'Orang Jokowi' Berhembus, Ini Jawaban Tegas Mensesneg
-
Sudah Rampung 90 Persen, Prabowo Segera Teken Dokumen Tarif Trump
-
Selamat Jalan Eyang Meri, Pendamping Setia Sang Jenderal Jujur Kini Beristirahat dengan Damai
Terkini
-
Dolar AS Ambruk, Rupiah Ditutup Perkasa di Level Rp16.754 Sore Ini
-
Alarm Bahaya untuk BEI, Mengapa Indonesia Terancam Turun ke Kasta Banglades?
-
Ada Proyek Gentengisasi Prabowo, Purbaya Pikir-pikir Pangkas Anggaran MBG
-
Prabowo Sebut Tanaman Ajaib, Sawit Kini Berubah Arti Jadi 'Pohon' di KBBI
-
Sudah Rampung 90 Persen, Prabowo Segera Teken Dokumen Tarif Trump
-
Hashim: 28 Perusahaan yang Izinnya Dicabut Sepihak Satgas PKH Bisa Ajukan Keberatan
-
Inflasi Januari 2026 Tembus 3,55 Persen, Airlangga Bilang Begini
-
4 Kriteria Market MSCI, Bursa Saham Indonesia Termasuk Mana?
-
Purbaya Sebut Prabowo Tak Cawe-cawe soal Calon Ketua OJK
-
Diultimatum Prabowo, Purbaya Bongkar Kenapa Bali Jadi Kotor dan Penuh Sampah