- Kemenkeu mencatat peredaran rokok ilegal mencapai lebih dari 1 miliar batang selama tahun 2025.
- Bea Cukai berhasil melakukan 17.641 penindakan, menyita 1 miliar batang rokok ilegal sepanjang 2025.
- Penindakan rokok ilegal didominasi oleh Sigaret Kretek Mesin (SKM) dengan persentase 74,2 persen.
Suara.com - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengungkapkan kalau jumlah rokok ilegal yang beredar di Indonesia mencapai lebih dari 1 miliar batang. Maka itu Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) terus menindak peredaran rokok ilegal selama tahun 2025.
Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara menyatakan kalau sepanjang tahun 2025, Bea Cukai telah melakukan 17.641 kali penindakan rokok ilegal.
Dari total itu, 1 miliar rokok ilegal telah disita atau setara 34,9 persen dari tahun lalu atau year on year (YoY).
"17.641 kali penindakan telah dilakukan, dan ini menghasilkan 1 miliar juta batang rokok ilegal," katanya saat konferensi pers APBN KiTa edisi Desember 2025, dikutip Minggu (21/12/2025).
Dalam paparannya, penindakan rokok ilegal itu didominasi oleh sigaret kretek mesin (SKM) sebanyak 74,2 persen. Lalu sigaret putih mesin (SPM) 20,5 persen, dan lainnya 5,3 persen.
Sua mengaku kalau rokok ilegal ini berasal dari dalam maupun luar negeri. Maka dari itu dia meminta seluruh petugas Bea Cukai untuk melakukan penindakan rokok ilegal dan bekerja sama dengan aparat penegak hukum lain.
"1 miliar ini angka yang cukup besar, tapi kalau kita lihat berapa jumlah sesungguhnya di luar sana, jauh lebih besar dari 1 miliar batang. Masih banyak rokok ilegal yang beredar di luar dan kemudian nanti mempengaruhi kehidupan masyarakat kita," jelasnya.
Diketahui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengumumkan penerimaan kepabeanan dan cukai telah mencapai Rp 269,4 triliun per November 2025. Angka ini meningkat 4,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu alias year on year (YoY).
Ia memaparkan, penerimaan cukai tembus Rp 198,2 triliun atau naik 2,8 persen YoY. Kemudian Bea Keluar Rp 26,3 triliun atau naik 52,2 persen dari YoY. Terakhir Bea Masuk Rp 44,9 triliun atau turun 5,8 persen YoY.
Baca Juga: Penerimaan Bea Cukai Tembus Rp 269,4 Triliun per November 2025, Naik 4,5%
Realisasi penerimaan cukai tercatat 81,2 persen dari target APBN. Ini diperoleh di tengah penurunan 2,4 persen YoY dari produksi cukai hasil tembakau (CHT) sebesar 285 miliar batang.
Berita Terkait
-
Penerimaan Bea Cukai Tembus Rp 269,4 Triliun per November 2025, Naik 4,5%
-
Kemenkeu Klaim Penerimaan Pajak Membaik di November 2025, Negara Kantongi Rp 1.634 Triliun
-
Ritel dan UMKM Soroti Larangan Kawasan Tanpa Rokok, Potensi Rugi Puluhan Triliun
-
Viral di Medsos, Purbaya Bantah Bantuan Bencana Sumatra dari Luar Negeri Kena Pajak
-
Usai Ancam Bekukan Bea Cukai, Purbaya: Sekarang Lebih Aktif Razia, Hampir Sulit Disogok
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
-
Dean James Masih Terdaftar sebagai Warga Negara Belanda
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
Terkini
-
Trump Ungkap Nego Perang Berjalan Mulus, Iran Bantah: Awas 'Manipulasi' Pasar!
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Timur Tengah Hadapi Kiamat Kecil Jika Iran Serang Instalasi Desalinasi Negara-negara Arab
-
Anggaran Dana Pensiun DPR-Pejabat Diusulkan untuk Guru Honorer hingga Nakes
-
Perhatian Pemudik! Rest Area KM 52B Bisa Ditutup Sewaktu-waktu Saat Arus Balik
-
Purbaya Yakin Pertumbuhan Ekonomi RI 5,7% di Q1 2026 Meski Ada Perang AS vs Iran
-
Pertumbuhan Ekonomi RI Bisa Capai 5,6 Persen Berkat Mudik Lebaran 2026
-
285 Ribu Kendaraan Bakal Padati Jalan Tol Trans Jawa pada 24 Maret
-
LPEI Ungkap Risiko Konflik Timur Tengah ke Kinerja Ekspor Indonesia Masih Terbatas
-
Harga Minyak Dunia Bisa Tembus 120 Dolar AS per Barel Sepanjang 2026, Naik 2 Kali Lipat