- Realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) per November 2025 mencapai Rp444,9 triliun, setara 94,2% dari outlook APBN.
- Angka penerimaan PNBP ini mengalami penurunan signifikan sebesar 14,8% secara tahunan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
- Tekanan PNBP SDA Migas dipicu pelemahan ICP, penurunan lifting, dan depresiasi Rupiah terhadap asumsi dasar APBN.
Suara.com - Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara mengungkapkan kalau realisasi penerimaan negara bukan pajak (PNBP) tercatat Rp 444,9 triliun per November 2025.
"Realisasi PNBP Rp 444,9 triliun," katanya saat konferensi pers APBN KiTa edisi Desember 2025 di Kantor Kemenkeu, dikutip Minggu (21/12/2025).
Angka ini setara 94,2 persen dari outlook Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2025. Namun penerimaan ini menurun 14,8 persen dari periode yang sama tahun lalu (year on year atau YoY) dengan angka Rp 522,5 triliun.
Rincinya, PNBP dari Sumber Daya Alam Minyak dan Gas Bumi (SDA Migas) mencapai Rp 94 triliun atau 78,8 persen dari outlook. Lalu PNBP SDA Non Migas Rp 125,8 triliun atau 91,5 persen.
Kemudian Kekayaan Negara yang Dipisahkan (KND) Rp 11,9 triliun atau 100,2 persen. Lalu PNBP Lainnya Rp 111,9 triliun atau 78,8 persen. Terakhir Badan Layanan Umum Rp 90,9 triliun atau 91,6 persen.
Sua menyebut kalau realisasi PNBP SDA tahun ini mengalami tekanan dibandingkan tahun lalu dengan persentase terkontraksi 12,4 persen YoY.
Alasannya yakni karena pelemahan Indonesian Crude Oil Price (ICP), penurunan lifting gas bumi, lifting minyak bumi, dan pelemahan mata uang Rupiah yang membuatnya tak sesuai dengan target APBN.
"Lifting minyak buminya ada peningkatan dibanding tahun lalu, tapi masih di bawah target atau asumsi dasar APBN," lanjutnya.
Sementara itu PNBP SDA Minerba, yang berkontribusi 92 persen dari PNBP SDA Non Migas, tumbuh 0,7 persen YoY. Sua menjelaskan kalau ini terjadi lantaran peningkatan tarif PNBP dari komoditas mineral serta implementasi dari Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2025 tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak.
Baca Juga: Kemenkeu Ungkap Lebih dari 1 Miliar Batang Rokok Ilegal Beredar di Indonesia
"PNBP SDA Minerba, yang kontribusinya adalah 92 persen dari PNBP SDA Non Migas, tumbuh 0,7 persen karena ada peningkatan tarif PNBP dari komoditas mineral, dampak implementasi dari PP 19/2025, namun harga dari batu bara mengalami penurunan. Jadi kombinasi dari berbagai hal, termasuk juga dari kombinasi dari kurs," jelasnya.
Berita Terkait
-
Kemenkeu Ungkap Lebih dari 1 Miliar Batang Rokok Ilegal Beredar di Indonesia
-
Penerimaan Bea Cukai Tembus Rp 269,4 Triliun per November 2025, Naik 4,5%
-
Kemenkeu Klaim Penerimaan Pajak Membaik di November 2025, Negara Kantongi Rp 1.634 Triliun
-
4 Mobil Bekas dengan Pajak Tahunan Murah, Mulai dari Rp 900 Ribu
-
5 Motor dengan Pajak Tahunan Termurah Mulai dari Rp 60 Ribu
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
-
Ustaz JM Diduga Cabuli 4 Santriwati, Modus Setor Hafalan
-
Profil PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), Saham Milik Suami Puan Maharani
-
Misi Juara Piala AFF: Boyongan Pemain Keturunan di Super League Kunci Kekuatan Timnas Indonesia?
-
Bukan Ragnar Oratmangoen! Persib Rekrut Striker Asal Spanyol, Siapa Dia?
Terkini
-
IES 2026 Menjadi Ruang Dialog Ekonomi, Energi, dan Daya Saing Indonesia
-
Kemenperin Akui Baja China Jadi Masalah di Indonesia
-
Permintaan Obligasi Indonesia Turun ke Titik Terendah dalam Setahun Terakhir
-
Profil PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), Saham Milik Suami Puan Maharani
-
Pertamina Gagalkan Pencurian 10 Ton Minyak Mentah di Prabumulih
-
Arief Muhammad Rambah Bisnis Baru, Portofolio Usaha Makin Besar
-
Pandu Sjahrir Beberkan Mekanisme Danantara Investasi di Pasar Saham
-
Danantara Tak Mau Ikut Campur Soal Saham Gorengan yang Diusut Bareskrim
-
Tak Lagi Andalkan Listrik, Bisnis Beyond kWh Didorong Jadi Sumber Pertumbuhan
-
Setelah Perbaiki KRAS, Danantara Bangun Pabrik Baja Baru