- BEI menghentikan sementara perdagangan saham UNSP dan DPUM pada Selasa (23/12/2025) karena lonjakan harga signifikan.
- Langkah suspensi ini merupakan mekanisme standar perlindungan investor dari volatilitas pasar yang berlebihan.
- BEI juga mencabut suspensi perdagangan saham DOOH, NINE, dan INPS mulai sesi perdagangan Selasa tersebut.
Suara.com - Otoritas bursa kembali mengambil langkah tegas demi menjaga stabilitas pasar modal di Indonesia.
PT Bursa Efek Indonesia (BEI) secara resmi mengumumkan suspensi atau penghentian sementara aktivitas perdagangan saham terhadap dua emiten, yakni PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP) dan PT Dua Putra Utama Makmur Tbk (DPUM), terhitung mulai sesi I perdagangan hari ini, Selasa (23/12/2025).
Kebijakan ini diberlakukan di pasar reguler maupun pasar tunai. Langkah drastis ini diambil otoritas bursa menyusul terjadinya peningkatan harga kumulatif yang sangat mencolok pada kedua saham tersebut dalam periode waktu yang singkat.
Danny Yuskar Wibowo, yang menjabat sebagai PH Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, mengungkapkan bahwa langkah pembekuan sementara ini merupakan mekanisme standar sebagai bentuk perlindungan bagi para investor.
Melalui kebijakan ini, BEI berupaya meredam volatilitas berlebih yang berisiko merugikan pelaku pasar, terutama investor ritel.
Dengan adanya jeda perdagangan ini, BEI memberikan ruang dan waktu yang cukup bagi para pemodal untuk melakukan evaluasi kembali. Investor diharapkan dapat mempertimbangkan secara mendalam setiap keputusan investasinya berdasarkan data dan fakta yang rasional, bukan sekadar mengikuti tren harga yang melonjak tanpa fundamental yang jelas.
"Para pihak yang berkepentingan diharapkan untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh perseroan," tegas pihak BEI dalam keterangan resminya.
Hal ini bertujuan agar transparansi tetap terjaga dan tidak terjadi asimetri informasi di kalangan publik.
Update Saham yang Kembali Diperdagangkan (Unsuspensi)
Baca Juga: IHSG Berbalik Perkasa di Kamis Pagi ke Level 8.700
Di sisi lain, BEI juga membawa kabar baik bagi pemegang saham beberapa emiten yang sebelumnya sempat dibekukan. Mulai perdagangan sesi I Selasa (23/12) ini, otoritas bursa resmi mencabut status penghentian sementara (unsuspensi) untuk tiga emiten sekaligus.
Adapun daftar saham yang kini sudah dapat diperdagangkan kembali di pasar reguler dan pasar tunai adalah:
PT Era Media Sejahtera Tbk (DOOH)
PT Techno9 Indonesia Tbk (NINE)
PT Indah Prakasa Sentosa Tbk (INPS)
Kembalinya ketiga saham ini ke lantai bursa diharapkan dapat meningkatkan likuiditas pasar menjelang penutupan tahun.
Bagi investor di kota-kota besar Indonesia, fenomena suspensi dan unsuspensi ini menjadi pengingat pentingnya melakukan analisis mendalam sebelum menempatkan dana pada saham-saham yang memiliki volatilitas tinggi.
Selalu pastikan Anda memantau pengumuman resmi dari sistem keterbukaan informasi BEI untuk mendapatkan status terbaru mengenai emiten koleksi Anda, guna menghindari terjebak dalam spekulasi pasar yang tidak sehat.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
Terkini
-
Siapkan Alat Berat, Kementerian PU Bantu Tangani Jalan Provinsi di Gayo Lues
-
Kementerian PU Uji Coba Pengaliran Air di Daerah Irigasi Jambo Aye
-
Holding Mitra Mikro Perluas Inklusi Keuangan Lewat 430 Ribu Agen BRILink Mekaar
-
IHSG dan Rupiah Rontok Gara-gara Moody's, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
-
Purbaya Rotasi Pegawai Pajak usai OTT KPK, Kali Ketiga dalam Sebulan
-
Mendag Ungkap Harga CPO Hingga Batu Bara Anjlok di 2025
-
Meski Transaksi Digital Masif, BCA Tetap Gas Tambah Kantor Cabang
-
Belanja di Korsel Masih Bisa Bayar Pakai QRIS Hingga April 2026
-
Transaksi Digital Melesat, BCA Perketat Sistem Anti-Penipuan
-
BRI Perkuat CSR Lewat Aksi Bersih-Bersih Pantai Dukung Gerakan Indonesia ASRI