- Penjualan tiket KAJJ periode Nataru 2025/2026 hampir habis, mencapai 2.948.025 tiket hingga 25 Desember 2025.
- KAI menyediakan total 3.506.104 tempat duduk untuk mendukung mobilitas masyarakat selama masa Angkutan Nataru.
- Terdapat program diskon tarif 30 persen yang berlaku mulai 22 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026.
Suara.com - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mengungkapkan penjualan tiket kereta api jarak jauh (KAJJ) untuk natal dan tahun baru (Nataru) 2025/2026 hampir habis terjual.
Tercatat, untuk periode 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026 penjualan tiket mencapai 2.948.025 tiket hingga Jumat, 25 Desember 2025 pukul 08.00 WIB.
Penjualan tiket kereta api jarak jauh tercatat sebanyak 2.525.134 tiket, atau 91,5 persen dari kapasitas 2.761.048 tempat duduk.
"Sementara itu, penjualan tiket kereta api lokal mencapai 422.891 tiket, setara 56,8 persen dari total 745.056 tempat duduk," tulis Manajemen KAI seperti dikutip, Kamis (25/12/2025).
Selama masa Angkutan Natal dan Tahun Baru 2025/2026, KAI menyediakan total 3.506.104 tempat duduk pada layanan kereta api jarak jauh dan kereta api lokal.
Ketersedian ini, untuk mendukung kelancaran mobilitas masyarakat, termasuk perjalanan wisata, silaturahmi keluarga, serta aktivitas ekonomi di berbagai daerah.
KAI mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan sejak dini serta melakukan pembelian tiket melalui aplikasi Access by KAI agar memperoleh pilihan jadwal, rute, dan layanan yang sesuai selama periode Natal dan Tahun Baru.
Pada masa Nataru ini, KAI juga memberikan diskon tarif sebesar 30 persen yang berlaku pada 22 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026, dengan total 1.509.080 tempat duduk yang disiapkan dalam program tersebut.
Berikut data harian jumlah pelanggan KAJJ dan Lokal:
Baca Juga: Tren Mudik Hijau Melesat: Pengguna Mobil Listrik Naik Dua Kali Lipat, PLN Siagakan 4.516 SPKLU
- 18 Desember 2025: 157.301 pelanggan
- 19 Desember 2025: 202.369 pelanggan
- 20 Desember 2025: 209.925 pelanggan
- 21 Desember 2025: 223.654 pelanggan
- 22 Desember 2025: 227.134 pelanggan
- 23 Desember 2025: 233.671 pelanggan
- 24 Desember 2025: 259.239 pelanggan
- 25 Desember 2025: 207.720 pelanggan
- 26 Desember 2025: 167.704 pelanggan
- 27 Desember 2025: 160.216 pelanggan
- 28 Desember 2025: 178.299 pelanggan
- 29 Desember 2025: 134.645 pelanggan
- 30 Desember 2025: 120.367 pelanggan
- 31 Desember 2025: 101.953 pelanggan
- 1 Januari 2026: 95.788 pelanggan
- 2 Januari 2026: 84.169 pelanggan
- 3 Januari 2026: 87.865 pelanggan
- 4 Januari 2026: 96.006 5 pelanggan
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Baru Paling Murah Rilis Awal 2026, Fitur Canggih Mulai Rp1 Jutaan
- 6 Mobil Hybrid Paling Murah dan Irit, Cocok untuk Pemula
- 7 HP Terbaru di 2026 Spek Premium, Performa Flagship Mulai Rp3 Jutaan
- Pendidikan dan Karier Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto yang Meninggal Dunia
- Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
Pilihan
-
Hasil Uji Coba: Tanpa Ampun, Timnas Indonesia U-17 Dihajar China Tujuh Gol
-
Iran Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia di Final Piala Futsal Asia 2026
-
LIVE Final Piala Asia Futsal 2026: Israr Megantara Menggila, Timnas Indonesia 3-1 Iran
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
Terkini
-
PLN Mobile Perkuat Ekosistem EV Berbasis Green Energy, Dari Rumah Charging hingga SPKLU
-
Saham HOTL Terancam Delisting, Manajemen Tegaskan Itikad Baik ke BEI
-
Fundamental Bank Mandiri Tetap Kuat di 2025, Dorong Intermediasi & Dukung Program Pemerintah
-
6 Fakta Skandal IPO REAL, Manipulasi Berbuntut Izin UOB Kay Hian Dibekukan
-
Menko Airlangga ke Anggota APEC: Ekonomi Dunia Menuntut Perubahan Besar
-
Moodys Beri Rating Negatif, Pemerintah: Ekonomi Tetap Solid di Level Investment Grade
-
Mengenal Kakeibo, Seni Menabung Tradisional Jepang untuk Mencapai Kebebasan Finansial
-
Saham BUMI Banting Harga Ekstrem, Lalu Diserok Investor Asing
-
Emas ETF Global Diborong Investor Tembus 120 Ton, Efek Ancaman Perang Dunia?
-
Bitcoin Terperosok ke USD 60.000, Analis Indodax Ungkap Dampaknya ke Pasar Kripto