- Bitcoin mencapai tiga rekor harga tertinggi baru, mencapai puncaknya US$126.000 pada Oktober 2025 didorong investor institusional.
- Platform Bybit mengalami peretasan terbesar pada 21 Februari 2025, mengakibatkan kerugian aset senilai US$1,5 miliar oleh Lazarus Group.
- Amerika Serikat mengesahkan GENIUS Act pada Juli 2025, mengatur cadangan penuh dan transparansi rutin untuk penerbit stablecoin.
Suara.com - Tahun 2025 menjadi periode yang tak terlupakan bagi industri aset digital. Sepanjang tahun ini, pasar kripto global maupun domestik diwarnai oleh dinamika yang sangat kontras, mulai dari euforia lonjakan harga hingga guncangan akibat isu keamanan siber.
Masuknya pemain institusi besar dan hadirnya kepastian hukum di negara-negara maju telah membentuk arah baru bagi masa depan keuangan terdesentralisasi.
Berikut adalah rangkuman peristiwa besar yang mengubah peta jalan industri kripto sepanjang tahun 2025:
Dominasi Bitcoin: Tiga Kali Menembus Rekor Tertinggi (ATH)
Bitcoin membuktikan taringnya sebagai aset safe haven baru dengan mencetak rekor harga tertinggi sepanjang masa sebanyak tiga kali dalam satu tahun.
Fenomena ini diawali pada 20 Januari 2025, di mana Bitcoin berhasil menembus valuasi enam digit secara konsisten di level US$110.000. Capaian ini membuat kapitalisasi pasar Bitcoin meroket melampaui angka psikologis US$2 triliun.
Reli tidak berhenti di sana. Pada bulan Juli, harga kembali menanjak ke level US$123.000, sebelum akhirnya memuncak di rekor US$126.000 pada Oktober 2025.
Faktor utama di balik lonjakan masif ini adalah derasnya aliran dana dari investor institusional melalui instrumen ETF Bitcoin spot, didukung oleh kondisi ekonomi makro global yang memicu selera risiko investor.
Skandal Bybit: Peretasan Terbesar dalam Sejarah Digital
Baca Juga: Ole Romeny Menilai Kiprah Patrick Kluivert Setelah Didepak dari Timnas Indonesia
Di tengah tren kenaikan harga, industri dikejutkan oleh kabar duka dari sisi keamanan. Pada 21 Februari 2025, platform exchange terkemuka, Bybit, mengonfirmasi terjadinya serangan siber yang mengakibatkan hilangnya aset senilai US$1,5 miliar.
Insiden ini resmi tercatat sebagai kasus pencurian kripto dengan nilai terbesar dalam sejarah.
Hasil investigasi mendalam mengarah pada keterlibatan Lazarus Group, kelompok peretas asal Korea Utara.
Mereka dilaporkan berhasil mengeksploitasi kerentanan pada sistem multisignature wallet milik Bybit untuk menguras dana nasabah. Peristiwa ini memicu kesadaran global akan pentingnya penguatan sistem keamanan bursa kripto.
GENIUS Act: Tonggak Regulasi Stablecoin di Amerika Serikat
Kepastian hukum yang selama ini dinanti akhirnya terwujud pada 18 Juli 2025 melalui pengesahan GENIUS Act (Guiding and Ensuring National Uniformity in Stablecoins Act).
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
- Foto Pangakalan Militer AS di Arab Saudi Hancur Beredar, Balas Dendam Usai Trump Hina MBS
Pilihan
-
Mulai Besok! BPH Migas Resmi Batasi Pembelian Pertalite dan Solar, Cek Aturan Mainnya
-
Masyarakat Diminta Tak Resah, Mensesneg Prasetyo Hadi Tegaskan Harga BBM Belum Ada Kenaikan
-
Clara Shinta Minta Tolong, Nyawanya Terancam karena Suami Bawa Senjata Api
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
Terkini
-
Pertamina Tegaskan Harga BBM Pertamax Cs Belum Naik pada 1 April
-
WFH ASN Daerah: Lokasi Ponsel Akan Dipantau, Wajib Respons Sebelum 5 Menit
-
Konflik Timur Tengah Paksa Pemerintah Terapkan B50 di Juli Tahun Ini
-
Rincian 8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global
-
Bahlil: RI Dapat Pasokan Minyak Baru Pengganti Timur Tengah
-
Skema MBG Diatur Ulang untuk Menghemat Rp20 Triliun di Tengah Krisis Energi
-
Usai ASN, Menaker Segera Berlakukan WFH untuk Karyawan Swasta
-
ASN Wajib WFH Sehari Mulai 1 April Besok
-
Rupiah Terus Melemah Akibat Konflik Timur Tengah, Kemenperin: Gunakan Skema LCT
-
Pemerintah Hemat Rp 260 Triliun dari Kebijakan WFH Hingga Pembatasan BBM